Sabtu, 31 Mei 2008

Nilai diri

Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba hari, sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal.
Kaleng coca cola pertama diturunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar.
Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.

Dan ketika keluarkan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah :
Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Lingkungan mencerminkan harga.
Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan sisi terbaik dari dalam diri, maka akan menjadi cemerlang. Tapi bila berada di lingkungan yang meng-kerdil-kan diri maka akan menjadi kerdil.

(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda
= NILAI YANG BERBEDA

Jumat, 30 Mei 2008

Tulisan Pada Kapal

David sangat ingin memiliki dan membeli sebuah kapal boat tapi isterinya sangat tidak setuju. Tapi David nekat dan suatu hari dia akhirnya membeli kapal boat idamannya itu. Dia lalu membawa istrinya ke dermaga tempat kapal boatnya berada.

"Nahh ... bagaimana? Bagus bukan?" katanya pada istrinya. "Mari sekarang kita berdamai ya, Sayang! Kamu sekarang aku beri kehormatan untuk menuliskan sesuatu di kapal kita ini!"

Dengan penuh semangat dan senyum manis istri David mengambil cat yang sudah disiapkan suaminya dan bersiap untuk menulis. Sambil menunggu istrinya menulis, David pergi ke toko minuman. Ketika David kembali ke dermaga, tulisan inilah yang dia lihat di kapalnya: "UNTUK DIJUAL"

Kamis, 29 Mei 2008

Tuhan Gembalaku

Tak perlu was-was dan tak perlu dipusingkan oleh kebutuhan hidup... Tak perlu takut hidup dalam kekurangan... Gembalaku peliharaku.

Tak perlu dicekam rasa gelisah. Uang bukan jawabannya. Kedudukan dan popularitas juga tak bisa menjamin. Bahkan pil penenang pun tak akan bisa membuat kita tenang. Gembala kitalah yang menuntun ke air yang tenang.

Jangan biarkan beban dan tekanan hidup menghimpit kita sehingga membuat kita letih dan hampir-hampir menyerah kalah... Ia menyegarkan jiwa kita.

Kita mudah tersesat. Kita mudah bingung saat harus mengambil keputusan di sebuah persimpangan jalan. Ia menuntun kita di jalan yang benar.

Ketika perjalanan menjadi begitu sulit. Menerima tusukan semak berduri. Merasakan tajamnya bebatuan yang harus kita jalani.

Susahnya lembah curam yang
harus dilewati ... Ia membawa kita melintasinya.

Bagaimana jika rasa sepi menyergap? Bagaimana jika suatu keadaan memaksa kita untuk menjalaninya seorang diri? Ia selalu beserta kita.

Bagaimana dengan bahaya yang mengancam? Bagaimana dengan musuh yang siap menyerang kita? Sang Gembala tak pernah terlelap untuk melindungi

Hidup yang berkemenangan? Memiliki hidup yang lebih dari pemenang? Memiliki iman yang mengalahkan dunia? Mengatasi pencobaan dan menaklukannya? Ia menyediakan kemenangan di hadapan lawan kita.

Bukan kehidupan yang biasa-biasa. Lebih dari cukup. Berkelimpahan. Melimpah dalam segala bidang kehidupan. Bahkan kita bisa berbagi dengan banyak orang. Ia mengisi piala kita dengan melimpah.

Siapa yang bisa memuaskan hasrat dan kerinduan kita yang paling dalam? Siapa yang bisa menyentuh hati kita dan memberikan damai sejati? Keintiman yang membuat kita menghabiskan sisa umur kita di rumah Tuhan sepanjang masa.

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Rabu, 28 Mei 2008

Online Chatting with the Almighty

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
aku : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
aku : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
aku : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan.
TUHAN : Tapi produktivitas memberimu hasil.
TUHAN : Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.
aku : Saya mengerti itu.
aku : Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
TUHAN : Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
aku : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup.
TUHAN : Jalani saja.
TUHAN : Analisalah yang membuatnya jadi rumit.
aku : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
TUHAN : Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
TUHAN : Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
aku : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
aku : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
aku : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
TUHAN : Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
TUHAN : Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
TUHAN : Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.
aku : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
TUHAN : Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
aku : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
aku : Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
TUHAN : Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
aku : Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...
TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
TUHAN : Lihatlah ke dalam.
TUHAN : Melihat ke luar, kamu bermimpi.
TUHAN : Melihat ke dalam, kamu terjaga.
TUHAN :Mata memberimu penglihatan.
TUHAN :Hati memberimu arah.
aku : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?
TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
TUHAN : Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmusendiri.
TUHAN : Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
TUHAN :Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
aku : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus
berjalan.
TUHAN : Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
aku : Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
TUHAN : Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"
aku : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
TUHAN : Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
TUHAN : Ciptakan tujuan itu.
TUHAN : Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
aku : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
TUHAN : Peganglah saat ini dengan keyakinan.
TUHAN : Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
aku : Pertanyaan terakhir, Tuhan.
aku : Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab.
TUHAN : Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
aku :Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN :Oke.
TUHAN : Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
TUHAN : Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan
TUHAN : masalah untuk diselesaikan.
TUHAN : Percayalah padaKu.
TUHAN : Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
.........TUHAN has signed out

Selasa, 27 Mei 2008

BAGAIMANA JIKA dan SESUNGGUHNYA

by MAX LUCADO

Ia membimbing aku ke air yang tenang (Mazmur 23:2)

Anak Anda yang berusia sepuluh tahun khawatir. Begitu resah sampai-sampai ia tidak bisa makan. Begitu cemas ia tidak bisa tidur. " Ada apa?" Anda ingin tahu. Ia menggeleng kepala dan mengeluh, "Aku tidak punya rencana dana pensiun".

Atau anak Anda yang berusia empat tahun menangis di ranajn, " Ada apa sayang?" Ia merintih, "Aku tidak akan pernah lulus di mata kuliah kimia di perguruan tinggi."

Wajah anak Anda yang berusia delapan ditekuk stres. "Aku akan menjadi orangtua brengsek. Bagaimana jika aku menjadi contoh yang tidak baik bagi anak-anakku ?"

Bagaimana tanggapan Anda terhadap pernyataan-pernyataan seperti itu? Selain memanggil seorang psikolog anak-anak, tanggapan Anda pasti tegas dan bersungguh-sungguh:" Kamu terlalu muda untuk meresahkan hal-hal seperti itu. Pada waktunya nanti, kamu bakal tahu sendiri harus berbuat apa."

Beruntung, kebanyakan anak tidak punya pikiran seperti itu.

Harus disayangkan, kita yang dewasa terlalu banyak berpikiran seperti itu. Kekhawatiran adalah tas besar yang berisi banyak beban. Tas itu melimlah dengan "bagaimana jika" dan "sesungguhnya".

"Bagaimana jika hujan turun di hari pernikahanku?"
"Sesungguhnya aku tahu nggak sih bagaimana mendidik anak-anakku?"
"Bagaimana jika aku menikah dengan laki-laki yang mendengkur?"
"Sesungguhnya apa kami punya cukup uang untuk membayar uang sekolah anak kami?"
"Bagaimana jika setelah bersusah payah berdiet, mereka mendapat tahu bahwa daun letus menggemukkan dan coklat tidak?"

Tas besar kekhawatiran. Berat sekali. Besar sekali. Tidak atraktif. Membuat lecet. Sulit dijinjing. Menyebalkan membawanya dan tidak mungkin bisa diberikan pada orang. Tidak ada orang yang ingin mendapat kekhawatiran Anda.
Kalau mau jujur, Anda sendiri juga tidak mau, bukan? Tidak ada orang perlu mengingatkan Anda betapa tinggi ongkos keresahan. (Tetapi - bagaimanapun - saya akan melakukannya.) Kekhawatiran memecahkan pikiran. Kata Alkitabiah untuk khawatir (merimnao) adalah perpaduan dari dua buah kata Yunani, merizo ("memecahkan") dan nous ("pikiran"). Keresahan meretakkan energi kita antara prioritas hari ini dan masalah esok hari. SEbagian pikiran kita ada pada jaman sekarang; sisanya ada pada yang belum ada. hasilnya adalaah menjalani hidup dengan pikiran yang terpecah dua.

Itu bukan akibat satu-satunya. Merasa khawatir bukanlah penyakit, tetapi menyebabkan penyakit. Kekhawatiran dihubungkan dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung kororner, kebutaan, migren, malfungsi kelenjar gondok, dan setumpuk ketidak-beresan lambung.

Keresahan adalah kebiasaan yang mahal. Tentu saja, bisa saja meresahkan sesuati itu perlu jika membuahkan hasil. Tetapi hasilnya tidak ada. Kekhawatiran kita itu sia-sia. Yesus berkata," Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupmu?" (Matius 6:27). Keresahan tidak pernah mencerahkan hari-hari Anda, menyelesaikan suatu masalah, atau menyembuhkan suatu penyakit.

Bagaimana kita bisa menangani keresahan? Anda bisa mencoba kita-kiatnya seseorang. Ia begitu resah sehingga menyewa seseorang untuk melakukan pekerjaan beresah ria itu untuknya. Ia menemukan seorang laki-laki yang setuju menjadi peresah bayarannya dengan upah $200,000 per tahun. Setelah laki-laki itu menerima pekerjaan tersebut, pertanyaan pertamanya kepada sang majikan adalah, "Darimana Anda bisa dapat $200,000 per tahun?" Dan si majikan menanggapi," Yang khawatir kan kamu."

Menyedihkan. Tapi khawatir adalah pekerjaan tang tanggung-jawabnya tidak bisa kita alihkan kepada orang lain, tetapi Anda bisa mengatasinya. Tidak ada tempat yang paling baik untuk Anda mulai kecuali dalam ayat dua dari mazmur sang gembala.

"Ia membimbing aku ke air yang tenang," Daud menyatakan. Dan, seandainya kita tidak mengerti maksudnya, ia mengulangi frasa ini dalam ayat berikut: "Ia menuntun aku di jalan yang benar."

"Ia menuntun aku." Allah tidak berada di belakang saya, berteriak, "Jalan!" Ia ada di depan saya, memohon, "Mari!" Ia ada di depan, membuka jalan, membabat semak-semak, menunjuk jalan. Tepat sebelum tikungan Ia berkata, "Belok di sini." Sebelum mendaki, Ia mengarahkan, "Mendaki di sini." Berdiri di sisi batu-batu, Ia mengingatkan, "hati-hati di sini."

Ia menuntun kita. Ia memberi tahu kita apa yang kita butuh ketahui apabila kita harus mengetahuinya. Seperti seorang penulis Perjanjian Baru akan tegaskan: "Kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya" (Ibrani 4:16).

Allah membantu pada waktunya. Ia membela kita dengan cara yang sama seperti seorang ayah memberi tiket pesawat terbang kepada keluarganya. Waktu saya melakukan perjalanan dengan anak-anak saya, saya membawa semua tiket kami dalam tas saya. Apabila saatnya tiba untuk naik pesawat, saya berdiri diantara karyawan penerbangan dan anak saya. Sementara tiap anak lewat, saya tempatkan selembar tiket dalam tangannya. Ia, sebaliknya, memberi tiket itu kepada si karyawan. Masing-masing mendapat tiket mereka pada waktunya.

Yang saya lakukan untuk anak-anak saya, Allah lakukan kepada Anda. Ia menempatkan diriNya antara Anda dan kebutuhan. Adan pada saat yang tepat, Ia memberi Anda tiketnya. Bukankah ini janji yang Ia berikan kepada para murid-Nya? "Jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu, pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus" (Markus 13:11).

Bukankah ini pesan yang Allah sampaikan kepada umat Israel ? Ia berjanji untuk memasok manna bagi mereka setiap hari. Tetapi Ia memberi tahu mereka untuk hanya mengumpulkan persediaan sehari saja. Mereka yang tidak taat dan mengumpulkan cukup untuk dua hari kecele, karena manna itu menjadi busuk. Satu-satunya pengecualian adalah hari sebelum Sabat. Pada hari Jumat mereka boleh mengumpulkan dua kali lebih banyak. Selain itu, Allah akan memberi mereka apa yang mereka butuhkan, dalam waktu mereka membutuhkannya.

Allah menuntun kita. Allah akan melakukan hal yang tepat dan benar pada waktu yang tepat. Dan yang Ia lakukan membuat perbedaan besar sekali.

Karena saya tahu bahwa Ia selalu tepat waktu dengan pasokannya, maka saya bisa saja menikmati masa kita saya.

"Berikan seluruh perhatianmu kepada apa yang Allah akukan sekarang, dan jangan resah mengenai apa yang mungkin akan atau mungkin tidak akan terjadi besok. Allah akan membantumu menghadapi hal-hal sulit yang muncul apabila saatnya tiba" (Matius 6:34 - Alkitab The Message - MSG).

Frasa terakhir patut Anda sorot dengan stabilo: "apabila saatnya tiba."

"Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan jika suami saya meninggal."
Anda akan tahu, apabila saatnya tiba.

"Apabila anak-anak meninggalkan rumah, saya pikir bakal berat sekali bagi saya."
Memang tidak akan mudah, tetapi kekuatan akan datang apabila saatnya tiba.

"Saya tidak pernah bisa memimpin sebuah gereja. Terlalu banyak yang saya tidak tahu."
Mungkin Anda benar. Atau mungkin Anda ingin mengetahui terlalu banyak terlalu cepat. Mungkinkah Allah akan mengungkapkan jawaban-jawaban kepada Anda apabila saatnya tiba?

Kuncinya adalah ini: Songsong masalah-masalah hari ini dengan kekuatan hari ini. Jangan mulai mengurus masalah hari esok sampai esok. Anda masih belum punya kekuatan hari esok. Sudah cukuplah apa yang Anda hadapi hari ini.

Lebih dari delapan puluh tahun lalu seorang dokter besar berkebangkasaan Kanada, Sir William Osler, menyampaikan pidato kepada para siswa Universitas Yale, bertajuk " A Way of Life". Dalam pesannya mengenai cara hidup ini ia mengisahkan suatu kejadian di kapal yang ia tumpangi. Suatu hari ia berkunjung ke kamar nakhoda kapal, alarm yang nyaring dan menusuk telinga terdengar, diikuti suara gemeretak dan berdentam di bawah dek. "Itulah kompartemen-kompartemen kedap air yang menutup," sang nakhoda menerangkan. "Itulah bagian penting dari latihan keselamatan kita. Andai benar-benar terjadi kecelakaan, air yang bocor masuk ke dalam satu kompartemen tidak akan mempengaruhi bagian lain dari kapal. Bahkan jika kita bertubrukan dengan gunung es seperti Titanic, air yang membanjir masuk hanya aka nmengisi kompartemen yang robek saja. Tetapi kapal akan tetap terapung."

Waktu ia berbicara kepada siswa di Yle, Osler mengingat gambaran sang nakhoda mengenai kapalnya:

Masing-masing kalian tentu saja organisator yang lebih menakjubkan daripada kapal samudera yang besar itu dan kalian menuju ke perjalanan yang jauh lebih lama. Yang saya sangat anjurkan adalah bahwa kalian menguasai kehidupan kalian dengan menjalani setiap hari dalam kompartemen kedap hari dan ini akan pasti menjamin keselamatan kalian selama seluruh perjalanan kehidupan kalian. Sentuh sebuah tombol dan dengarkan, pada setiap tahap kehidupan kalian, pintu-pintu besi menutup terhadap Masa Lalu - hari-hari kemarin sudah mati. Sentuh sebuah tombol lain dan tutup, denga tirai logam, Masa Depan - hari-hari esok yang belum lahir. Maka kalian aman - aman selama hari ini.

Jangan pikirikan tentang berapa banyak prestasi yang kalian harus raih, kesulitan-kesulitan yang harus diatasi, tetapi dengan takzim kerjakan tugas kecil di sisi kalian, biarkan pekerjaan itu cukup untuk hari ini saja; karena tentu saja kewajiban kita jelas bukanlah untuk melihat apa yang samar-samar terletak jauh di depan tetapi melakukan apa yang dengan gamblang ada di sisi kita.

Yesus menjelaskan hal yang sama secara lebih singkat: "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" (Matius 6:34)

Mudah mengatakannya. Tidak selalu mudah melakukannya, ya nggak ? Kita cenderung berkhawatir. Baru saja semalam saya merasa khawatir dalam tidur saya. Saya bermimpi bahwa saya didiagnosa mengidap ALS, sebuah penyakit yang melemahkan otot, yang merenggut nyawa ayah saya. Saya terjaga dari mimpi itu dan, pada saat itu juga di tengah malam, mulai khawatir. Kemudia saya teringat akan kata-kata Yesus, "Janganlah kamu kuatir akan hari besok." Dan akhirnya, saya memutuskan untuk tidak khawatir. Saya menjatuhkan tas keresahan itu. Bagaimanapun, mengapa sih membiarkan masalah hari besok yang dikhayalkan merebut istirahat saya malam ini ? Apakah saya bisa mencegah penyakit itu dengan tetap tidak tidur ? Apakah saya akan menunda penyakit itu dengan memikirkannya ? Tentu saja tidak. Jadi saya mealkkuakn hal yang paling spiritual yang bisa saya lakukan. Saya kembali tidur.

Mengapa Anda tidak melakukan yang sama ? Allah menuntun Anda. Biarkan masalah hari besok sampai besok.

Arthur Hays Sulzberger adalah penerbit New York Times selama Perang Dunia II. Karena konflik dunia tersebut, ia hampir tidak bisa tidur lagi. Ia tak pernah bisa mengusir kekhawatirannya dari pikirannya sampai ia menggunakan kata-kata berikut sebagai mottonya - "satu langkah cukup bagiku" - diambil dari kidung rohani "Lead Kindly Light" (Kidung Jemaat 411 - John Henry Newman / John Bacchus Dykes)

Lead, kindly Light ...
Keep Thou my feet; I do not ask to see
The distant scene; one step enough for me

Ya cahaya kasih, o bimbinglah ...
Tak usah nampak akhir jalanku
Cukup selangkah saja bagiku

Allah juga tidak akan membiarkan Anda melihat pemandangan yang jauh. Jadi sebaiknya Anda berhenti mencari-carinya. Ia menjanjikan sebuah lampu untuk kaki kita, bukan bola kristal untuk masa depan. Kita tidak perlu tahu apa yang akan terjadi besok. Kita hanya perlu tahu bahwa Ia menuntun agar kita "menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan ktia pada waktunya" (Ibrani 4:16).

Senin, 26 Mei 2008

ADA BAPA YANG MENGEMUDI

Mazmur 23:2-3
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana .
"Mau kemana kita, papa?"
"Ke rumah paman, di Jerman."
"Papa pernah ke sana ?"
"Belum."
"Papa tahu jalan ke sana ?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."
[Diam sejenak] "Papa tahu cara membaca peta?"
"Ya, kita akan sampai dengan aman."
[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?"
"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan."
"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"
"Ya, ada."
"Papa tahu ada dimana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya."

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaannya lagi.
"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"
"Jerman, rumah paman."
"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?"
"Tidak"
"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."

Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia mempunyai pertanyaan-pertanyaan dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke ‘Jerman' tanpa mengerti di mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana, kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- Papa sedang mengemudi -- dan dia aman.

Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah engkau Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya?

Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah ‘Papa sedang mengemudi'. Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.

Minggu, 25 Mei 2008

Jangan membohongi ibumu

Suatu hari John mengundang ibunya makan malam di apartemennya bersama dengan teman se-apartemennya.

Sewaktu makan, ibunya selalu memperhatikan betapa cantiknya teman se - apartemen John ini.

Sang ibu sudah lama memendam kecurigaan adanya hubungan istimewa antara John dan teman se-apartemennya dan oleh sebab itu menambah keingintahuan sang ibu tentang hubungan anaknya itu.

Hingga malam hari, sang ibu memperhatikan bagaimana kedua insan itu berinteraksi.... sang ibu mulai ber-tanya2 dalam hatinya ada apa dibalik hubungan John dan temannya itu.

Membaca pikiran sang ibu, John berkata," Saya tahu apa yang ada dalam pikiran ibu, tetapi saya jamin, Julie dan saya hanyalah TEMAN BIASA saja."

Satu minggu kemudian , Julie mengatakan pada John, "Sejak ibumu datang makan malam, saya tidak dapat lagi menemukan sendok perak kuah itu. Kau tidak akan mengira jika Ibumu yang membawanya bukan ?."

John berkata,"Aku meragukan hal itu, tetapi untuk memastikannya aku akan menulis suratpadanya."

Lalu John menulis suratnya sebagai berikut

Ibu yang tercinta,

Saya tidak mengatakan ibu "mengambil" sendok kuah dari apartemenku, dan saya juga tidak mengatakan ibu

"tidak mengambil" sendok kuah itu. Tetapi faktanya adalah bahwa sendok kuah itu raib sejak ibu datang makan malam disini.

Beberapa hari kemudian John menerima surat dari ibunya yang berbunyi :

Puteraku sayang.

Ibu tidak mengatakan kau "tidur" dengan Julie, dan ibu juga tidak mengatakan kau "tidak tidur" dengannya.

Tetapi faktanya adalah... bila ia tidur ditempat tidurnya sendiri,ia akan menemukan sendok kuah itu disana.

Ibumu tercinta.

Lessons for today ------ "Jangan membohongi ibumu"

Jumat, 23 Mei 2008

Kisah 1000 Hari Sabtu

Shared by Fr. Rick of Kingston , NY

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.
Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.
Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.
"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".
Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".
Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".
"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".
"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" .
"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".
"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".
"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan
lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"
Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.
"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan".
"Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum.
"Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."


SPEND YOUR WEEKEND WISELY AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL
AND MAY YOU HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.

Kamis, 22 Mei 2008

20 Berkat

1. Mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom12:3)?

5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?

6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?

7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?

8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?

9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?

10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?

11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?

12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?

13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?

14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?

15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?

16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?

17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom8:31) ?

18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)

19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom8:37)?

20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? " Diamlah dan ketahuilah,bahwa Akulah Allah ! " (Mazmur 46:11a)

Rabu, 21 Mei 2008

Pencipta Sejarah

Bacaan : Yohanes 6:1-14

Suatu Minggu pagi, salju menyelimuti Colchester di Inggris. Semula John Egglen berniat tinggal di rumah, sebab berjalan kaki hampir 10 kilometer ke gereja dalam cuaca bersalju tidaklah mudah. Namun, tanggung jawab sebagai diaken membuatnya berubah pikiran. Di gereja, hanya 12 jemaat yang hadir dan satu jiwa baru -- seorang remaja 13 tahun. Pendeta tidak bisa datang karena rumahnya tertimbun salju. Sebagian jemaat menyarankan kebaktian ditiadakan. Namun, Egglen tetap mengadakan kebaktian. Karena pendeta tidak hadir, Egglen pun berkhotbah. Khotbahnya begitu buruk, sebab ia memang tak bertalenta di situ dan baru pertama kali berbicara di depan banyak orang. Namun, setelah mendengar khotbah itu, remaja tersebut menyerahkan diri kepada Tuhan.

Tahukah Anda, siapa remaja itu? Charles Haddon Spurgeon! Seorang pengkhotbah legendaris di Inggris. Andai Egglen memutuskan tinggal di rumah dan meniadakan kebaktian, mungkin Inggris atau bahkan kekristenan takkan pernah memiliki Spurgeon. Pada Minggu pagi yang dingin itu, Egglen mencatat sejarah.

Sesungguhnya, setiap hari kita punya kesempatan mencipta sejarah. Mungkin Anda seorang guru Sekolah Minggu yang menghadapi murid-murid bandel. Namun, tetaplah setia, sebab siapa tahu kelak seorang dari mereka akan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Ingat pula kisah Agustinus. Setiap hari -- selama 14 tahun -- ibunya berdoa bagi Agustinus hingga ia bertobat dan mengguncang dunia dengan pelayanannya. Anak kecil dalam Yohanes 6 juga adalah anak biasa, yang bahkan namanya tidak dikenal. Namun lewat kemurahan hatinya, mukjizat Yesus tercatat dalam Alkitab -PK

SETIAP ADA KESEMPATAN, LAKUKANLAH YANG TERBAIK
MAKA KITA AKAN BERKESEMPATAN UNTUK MENCIPTA SEJARAH


SABDA.org

Selasa, 20 Mei 2008

Haus

Di tengah suatu padang gurun, seorang pengembara sedang bergumul untuk bertahan hidup karena kehabisan air minum. Namun, akhirnya ia menemukan sumber mata air minum satu-satunya di daerah tersebut. Dan dia menemukan sepucuk surat tersimpan di dalam kaleng yang terikat pada pompa tua yang terpasang di sumber mata air tersebut.

Isi suratnya sebagai berikut, "Pompa ini berfungsi sebagaimana mestinya karena saya telah mengganti perangkat penghisap didalamnya yang seharusnya bisa bertahan cukup lama. Namun bagian penghisap ini pasti akan kering setelah beberapa saat dan perlu 'dipancing' kembali dengan air. Nah, di bawah batu yang berwarna putih, jauh dari sinar matahari saya telah mengubur sebotol air bersih. Didalam botol itu tersedia cukup air untuk dapat dipakai 'memancing' air dari sumur."

"Namun, airnya akan kurang apabila air tersebut Anda minum terlebih dahhulu. Percayalah, sumur ini tidak pernah kering. Setelah Anda berhasil mengeluarkan air dari sumur, jangan lupa untuk mengisi penuh botol ini kembali dan kuburkan botol ini ke tempat semula untuk orang lain yang membutuhkannya. Tertanda, temanmu di saat haus. N.B.: Ingat, jangan minum isi botolnya, pakailah untuk memancing pompanya, maka Anda akan mendapatkan air jauh lebih banyak dari yang Anda butuhkan."

Dapatkah Anda bayangkan pergumulan didalam batin orang ini, antara segera menyelamatkan diri dengan meminum isi botol tersebut atau mempergunakannya unuk mendapatkan air yang lebih banyak dari sumur, seperti yang dijanjikan surat itu.

Namun sesungguhnya kepercayaannya kepada surat tersebut untuk kemudian melakukan persis seperti yang dianjurkan surat tersebutlah yang akan membuat dia tetap dapat bertahan hidup.

Bukankah dalam kehidupan rohani kita sering menghadapi pergumulan yang sama? Kita cenderung melakukan apa yang kita anggap sebagai sesuatu yang lebih pasti (tapi bersifat sementara) karena kasat mata dan ada di depan kta, dibandingkan dengan kepercayaan kepada firman Tuhan, yang sering kita anggap mengandung "resiko" untuk ditaati.

Alkitab bukan sekedar "Surat" yang berisi janji-janji yang tidak teruji. Alkitab adalah kebenaran yang dapat memenuhi lebih dari semua yang Anda butuhkan,. Namun, dibutuhkan iman untuk melakukan apa yang diperintahkanNya. Dan iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan.

Apabila Anda mempergunakan apa yang ada didalam tangan Anda dalam memiliki iman kepada Nya dengan melakukan seperti apa yang difirmankanNya, maka Anda menemukan lebih dari semua yang Anda butuhkan didalam segala aspek kehidupan Anda. Firman Tuhan berkata bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman kita menjadi sempurna.

Senin, 19 Mei 2008

Stars In The Sky

Filipi 2:12-18. tetaplah kerjakan keselamatanmu bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih lagi sekarang waktu aku tidak hadir (Filipi 2:12).

Bob Briner, seorang pakar dalam dunia manajemen pernah berujar, Katakan apa yang anda lakukan, bukan apa yang anda pikirkan. Integritas adalah mengatakan apa yang kita lakukan, bukan apa yang kita pikirkan. Integritas tidak berbicara tentang apa yang kita lakukan, melainkan berbicara tentang apa yang siapa diri kita.

Integritas adalah sesuatu yang perlu dimiliki oleh setiap orang Kristen. Tanpa Integritas, kesaksian kita hanya sekedar jadi kisah dan dongeng yang sedap di dengar namun tidak melahirkan buah yang matang bagi kerajaan Surga. Tanpa Integritas, kekristenan kita hanyalah sebuah symbol agamawi dan bukan gaya hidup Kerajaan Surga yang sebenarnya. Intinya, tanpa integritas kita tidak akan mudah untuk menjadi bintang yang bercahaya di dunia ini. Jika demikian, bagaimana kita dapat menjadi saksi Kristus?

Paulus berkata, agar kita mengerjakan keselamatan yang telah kita peroleh dari Tuhan Yesus dengan gratis. Bukan saja saat ada hamba Tuhan, bukan saat hari Minggu, bukan saat persekutuan doa, bukan saat ada KKR atau seminar, bukan saat tugas pelayanan sebagai diaken, kolektan atau majelis, tetapi setiap hari, setiap saat, saat tidak ada hamba Tuhan, saat bukan hari Minggu, saat kita sedang sendiri dan tidak dalam kondisi pelayanan. Itulah integritas.

Apa yang hendak kita berikan kepada Tuhan? Persembahan apa yang ingin kita bawa di hadapan-Nya? Integritas. Sebuah kesungguhan. Sebuah kesejatian jiwa. Itu yang seharusnya kita berikan pada Tuhan. Dengan integritas, kita akan menjadi bintang yang bercahaya di kelamnya langit dunia.

Doa: Tuhan, berikan kesungguhan padaku untuk menjadi bintang-MU *** 2 Raja-raja 16, Yehekiel 39.

Minggu, 18 Mei 2008

Kekuatan atau Kelemahan ?

Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yang lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo.

Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya.

Lantas ia menemui sang guru; “Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja”.

Gurunya hanya menjawab singkat “Karena engkau murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan”

Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tsb.

Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis & minder, ia menuruti permintaan sang guru & mereka berangkat ke ibukota.

Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan & mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak Final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan.

Dalam perjalanan pulang, sembari membahas & mengevaluasi pertarungannya, sang anak melakukan Hansei ( perenungan ) bertanya kembali.

“Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?”

Sang Sensei ( Guru ) tersenyum & berkata;

"Muridku, Cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan & kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik & jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan & kelemahannya dan akhirnya memilih teknik & jurus yang sesuai, yaitu teknik2 yang memanfaatkan kekuat anya dan menutupi kekurangan atau bahkan mengubahnya sebagai kekuatan”.

“Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus & teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu”.

Kadang orang mengira bahwa kekurangannya merupakan hukuman, kutukan dan menyesalinya. Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih. Orang-orang yg memahami kekurangannya seharusnya bisa menya dari hal2 yang mustahil ia lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk mengejarnya.

Dan orang-orang yang juara adalah orang2 yang menggunakan semaksimal kekuatannya dan juga berhasil menggunakan kelemahannya juga sebagai kekuatan.

Sabtu, 17 Mei 2008

Empat tanduk dan empat orang tukang besi

Salah Satu dari Kumpulan Khotbah Ps. Philip Mantofa

Ini pertama kali nya aku coba memasukan artikel yang murni merupakan tulisan ku sendiri, hehe. Tapi isi artikel ini merupakan rangkuman dari khotbah yang dibawahkan Ps. Philip Mantofa, jadi mestinya bukan hasil pemikiran ku ya?? hmmm yang jelas tulisan ku sendiri deh.


Pada bulan januari 2008 Ps. Philip ada membawahkan firman mengenai kitab Zakharia dalam beberapa pertemuan ibadah, dan yang tak tulis ini merupakan salah satu dari pertemuan yang tak ikuti, karena bener-bener dapat sesuatu dari firman ini.

Melalui kitab Zakharia ini Ps. Philip memberikan penjelasan mengenai penglihatan2 yang di dapat nabi Zakharia mulai dari penglihatan pertama sampai penglihatan ke delapan. Dan yang tak jelaskan di artikel ini adalah penglihatan ke empat yang diambil dari Zakharia 1:18-21 dengan judul "Empat tanduk dan empat orang tukang besi".

Dalam firman Tuhan dikatakan bahwa nabi Zakharia mendapatkan penglihatan dimana ia melihat empat tanduk, dimana empat tanduk ini menyerakkan Yehuda, Israel, dan Yerusalem. Dan kemudian Nabi Zakharia juga melihat empat orang tukang besi.

Inti dari Khotbah Ps.Philip ini adalah bahwa manusia itu paling tidak mempunyai empat tanduk dalam hidup nya masing2, yang dimaksud dengan empat tanduk ini adalah permasalahan hidup yang dominan dalam kehidupan kita masing2. Sementara empat orang tukang besi ini digambarkan sebagai janji Tuhan akan penyelesaian terhadap masalah2 kita.

Well, ketika mendengar firman ini aku membuat catatan dalam buku ku mengenai empat pergumulan yang sedang tak hadapi
1. __________
2. __________
3. __________
4. __________
(Sory ya masalah ku gak tak tulis, malu gitu lho, masalah pribadi ^^)

Dan berdoa dengan iman bahwa pergumulanku ku ini akan teratasi. And you know?? 2 minggu kemudian aku sudah mendapat jawaban untuk dua pergumulan ku sekaligus, aneh memang aku gak menyangka mendapat jawaban secepat itu dari Tuhan.

Dan sekitar awal bulan mei aku juga udah mendapat jawaban dari satu pergumulan ku yang belum terjawab. Saat itu aku sedang mengikuti ibadah di gereja, dan pendeta yang membawahkan firman sedang mendoakan jemaat2 dengan mendatangi beberapa kursi jemaat, salah satu nya aku, jadi aku di doakan dan mendapat nubuatan, dan salah satunya adalah bahwa aku akan mendapatkan apa yang aku gumulkan (salah satu dari pergumulanku) selama ini. Keren yo...

Well memang masih ada satu pergumulan ku yang belum terjawab sampai saat ini, but i know for sure, God will be answer it, in the right time. Amin

Mungkin beberapa dari kalian mempunyai begitu banyak permasalahan dalam hidup ini, tidak hanya empat masalah tapi uaaakeeeee (banyak gitu lho), but guys.... just want 2 tell you, don't give up. Tetap beriman, tetap berusaha, tetap berdoa. Ketika kita hidup dalam permasalahan2 hidup, kita sedang di bentuk untuk menjadi sebuah pribadi yang kuat, yang berkarakter, yang tahan uji, permasalahan membuat kita menjadi dewasa, membuat kita menjadi lebih pintar. Kalo manusia gak pernah punya masalah, kita gak akan pernah mendengar kesaksian2 hebat orang2 yang telah ditolong Tuhan lepas dari masalahnya. Dan bukankah kesaksian2 orang2 ini juga yang telah menolong banyak orang bermasalah yang membutuhkan kekuatan.

Jawaban dan penyelesaian akan masalah kita pasti di selesaikan tepat pada waktunya, dan waktu nya Tuhan is the best time.

Hope you like tulisan ku, meski pun ngaco, boso ne campur2, ono boso inggris, boso indonesia, boso jowo, sing penting aku ingin berbagi dengan kalian semua, and kalian bisa mendapatkan sesuatu yang berguna. And hope i can improve tulisan2 ku menjadi lebih baik lagi.

Dikira Pekerja yang Malas

Seorang pemilik pabrik roti mengadakan kunjungan mendadak ke pabrikuntuk mengetahui apakah setiap karyawannya bekerja dengan baik.

Ketika melewati pepohonan dekat pabrik, ia melihat seorang pemuda duduk bermalas-malasan di bawah pohon itu.

"Kau dibayar berapa dalam seminggu?" bentak pemilik pabrik dalam kemarahannya. "Dua ratus ribu rupiah," jawab sang pemuda.

Pemilik pabrik segera mengambil uang 200 ribu dari dompetnya dan memberikannya kepada sang pemuda.

"Ini gajimu untuk seminggu. Sekarang, pergi dan jangan pernah kembali ke sini!!!". kata pemilik pabrik dengan wajah marah.

Pemilik pabrik kemudian segera menemui mandor dan bertanya kepadanya.

"Sudah berapa lama kau mempekerjakan pemalas seperti itu di pabrik ini!!"

Mandor itu pun mengatakan "O, pemuda itu bukan karyawan sini pak. Dia cuma mau beli roti"

Pemilik pabrik, "Hah??? !#$*$!

Jumat, 16 Mei 2008

Sesuatu yang Indah

TAK ADA LAGI yang beres! Pertama, Ibu sakit, dan tak ada yang tahu kapan beliau akan sembuh. Sekarang Rob harus tinggal dengan paman dan bibinya sementara ayahya membawa ibunya ke dokter spesialis di sebuah kota yang letaknya jauh. Pikiranya suram ketika ia melewati gereja dalam perjalanan ke sekolah.

"Pagi anak muda".Pak Barry tua, petugas kebersihan gereja, sedang memandang ke kaca jendela bergravir yang menghadap ke jalanan di depan gereja itu. "Bapak tidak pernah habis berpikir alangkah hebatnya keterampilan orang yang menciptakan kaca bergravir ini".

Rob memandang ke atas. Ia tidak pernah memperhatikan jendela itu sebelumnya, dan ia juga tidak terkesan sekarang. Kaca jendela tersebut terbuat dari sekumpulan potongan kaca yang gelap warnanya, dan tidak indah sama sekali. Melihatnya mengernyitkan dahi, Pak Barry berbicara lagi. "Pasti kamu belum pernah melihat kaca jendela ini tertimpa sinar matahari.

Begini saja... mampir lagi sepulang dari sekolah, maka Bapak akan memperlihatkan sesuatu yang indah kepadamu. OK?"

Ketika ia mendekati gereja tersebut dalam perjalanan pulangnya sore itu, ia melihat Pak Barry sedang sibuk membersihkan daun-daun yang berjatuhan di halaman gereja itu. Dengan tersenyum, sang petugas kebersihan menyalami Rob, dan beberapa menit kemudian membawanya ke pelataran gereja.

"Lihatlah!"Ia membalikkan tubuh Rob hingga menghadap ke kaca jendela bergravir itu. Sungguh indah tampaknya ketika tertimpa sinar matahari. "Lumayan berbeda bila kamu melihatnya dari sisi ini, kan ?" lanjut Pak Barry.

"Tahukah kamu, terkadang Bapak pikir bahwa hidup adalah seperti itu. Dari sudut pandang kita tampaknya mungkin gelab dan membosankan, terutama ketika kita mengalami masa sulit. Tapi dari sudut pandang Allah setiap potongan kecilnya klop secara pas".

Rob memandang ke jendela tersebut. Ia melihat bahwa bahkan potongan - potongan kaca berwarna gelapnyapun, yang digunakan sebagai mata Yesus dan rambut ikal seorang anak kecil, kelihatan indah bercahaya. Sang artis sungguh mengetahui apa yang dikerjakanya ketika menggunakan setiap potongan kaca itu. Suatu haru Rob akan dapat melihat bahwa Allah juga mengetahui apa yang dikerjakan-Nya.

"Sekarang aku hanya mengnenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal"
1 Korintus 13 : 12

"PERCAYAKANLAH HIDUP KAMU KEPADA ALLAH"

Kamis, 15 Mei 2008

Kuat seperti Abraham

Orang kuat jasmani karena mengkonsumsi makanan dan berolahraga yang baik. Tetapi bukan berarti rohaninya akan juga menjadi sehat. Rohani yang sehat juga harus mengkonsumsi sesuatu yang rohani, yaitu memiliki persekutuan dengan Tuhan. Abraham adalah pribadi yang dipilih Tuhan memiliki banyak hal yang luar biasa, ia diberkati dengan harta, jasmani yang kuat, serta juga berkat rohani yang luar biasa. Abraham tidak pernah kecewa kepada Tuhan, ia selalu kuat karena memiliki Allah yang dahsyat. Abraham benar-benar diberkati oleh Tuhan.

Apakah Abraham kuat karena kekayaannya/ Apakah Abraham kuat karena sesuatu yang lain? Marilah kita melihat mengapa Abraham kuat dalam Tuhan. Kita akan belajar dan meneladani hidupnya, mengapa ia menjadi kuat. Dalam pelayanan di persekutuan kecil pun kita juga harus tetap kuat. Tidak mudah kendor, putus asa dan sebagainya. Apakah kita mau kuat dalam Tuhan?

A. Kebiasaan yang baik (Kejadian 13:18, Ibrani 10:25)
- Abraham memiliki kebiasaan yang baik dan luar biasa. Dimana pun ia bertemu Tuhan, ia selalu mendirikan mezbah bagi Tuhan. Mempunyai kebiasaan tidak pernah meninggalkan ibadah dengan Tuhan.
- Di gunung, di padang gurun, di suatu tempat - Abraham selalu bersekutu dengan Tuhan: mengucap syukur, memberi korban bakaran, dll. Abraham selalu berbuat yang baik bagi nama Tuhan.
- Kita harus memiliki kebiasaan yang baik, tidak meninggalkan ibadah-ibadah yang Tuhan adakan, karena ibadah itu adalah persekutuan yang indah dengan Tuhan. Setialah dalam ibadah di gereja dan ibadah persekutuan kecil (FA, Selgroup).

B. Keyakinan yang baik (Kejadian 13:14, Ibrani 10:34-35)
- Walaupun Abraham di kecewakan oleh orang-orang di sekelilingnya (Lot dan pengikutnya), Abraham tetap memiliki keyakinan pada Tuhan bahwa Tuhan adalah sumber segalannya. Lot sudah memilih lokasi yang terbaik menurut pandangan manusia, tetapi Abraham berharap kepada tuhan saja.
- Abraham yakin jika Allah yang memilih tempat baginya maka akan menjadi sumber berkat luar biasa - keyakinannya terbukti!
- Keyakinan Abraham pada Allah-nya menjadi contoh bagi kita untuk menghadapi permasalahan. Jangan kita kecewa, sakit hati atau dendam karena aset/berkat/usaha kita diambil oleh orang lain lebih dahulu. Pasti Allah menyediakan yang lebih baik lagi. Miliki keyakinan yang baik!

C. Kewajiban yang baik (Kejadian 14:20, I Kor 9:16-17, Maleakhi 3:10-12)
- Abraham menyadari bahwa sepersepuluh dari hasil usahanya adalah milik Tuhan, oleh sebab itu ia mengembalikannya kepada Tuhan.
- Perpuluhan bukan dinilai besar atau kecilnya jumlah yang diberikan tetapi hal ini berbicara ketaatan terhadap perintah Tuhan. Dan bukan hanya perpuluhan yang ia berikan, ketika Tuhan meminta anaknya (Ishak), ia pun TAAT.
- Ketaatan bagi Abraham adalah keharusan.

Penutup :
Tentunya kita sudah tahu bagaimana kita menjadi kuat yaitu kita harus memiliki sesuatu yang baik dan Tuhan yang luar biasa, maka kita dipenuhi dengan berkatnya.

Kejadian 24:1 - Sepanjang hidup selalu diberkati - Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta di berkati dalam segala hal.

Sumber: Bahan FA (Family Altar) Bethany Edisi Mei

Rabu, 14 Mei 2008

Lirik dan chord : Sungguh Nyata (True Worshipper)

SUNGGUH NYATA
Music & Lyrics : Andre Hermanto
Music Arrangement : Daniel Sigarlaki

E= do; 4/4 ; Tempo : +/- 150
Intro : E . . . / E . . . / A . . . / A . . . / C#m . . . / A . . . / A . . . /

E______________A
SEINDAHNYA PELANGI
C#m______________A
SETERANGNYA MENTARI
F#m________________A
NAMUN KAU YANG TERINDAH
F#m_________________A
HANYA KAU YANG TERMEGAH
E__________________A
WALAU BADAI MENGHADANG
C#m_________________A
DAN BUMI PUN BERGONCANG
F#m_____________A
NAMUN KAU KAN SETIA
F#m_____________A
MENJAGAKU S’LAMANYA

REFF:
_________E___________A/F#
SUNGGUH NYATA KASIH-MU
______A
DI SEPANJANG HIDUPKU
_______C#m
DENGAN DARAH-MU
____B_________A
KAU TEBUS DOSAKU
_________E___________A/F#
SUNGGUH NYATA KASIH-MU
_____A___________B
DI SEPANJANG HIDUPKU
_______C#m
SEG’NAP HATIKU
____B___________A . . . / A . . . /
HANYALAH UNTUK-MU


Ice breaker : Aku mengasihimu

Permainan kelompok - Ice breaker

Jumlah orang : 8 - 15 orang

Cara permainan:
Semua anggota berdiri membentuk lingkaran, pada masing-masing tempat anggota berdiri diberi tanda (dengan kapur atau bisa menggunakan tas/buku) untuk menandakan tempat/rumah dari orang tersebut.

Satu orang berdiri di tengah, satu orang ini yang tidak punya rumah, dan orang di tengah ini yang akan memulai permainan.

Caranya adalah orang yang di tengah akan mendatangi salah satu dari temannya kemudian menanyakan "APAKAH KAMU MENGASIHIKU?"

Temannya yang di tanya ini bisa menjawab "IYA" atau "TIDAK"

Bila jawabannya "IYA"
Maka SEMUA anggota harus berpindah tempat/rumah ke tempat yang lainnya, begitu juga yang ditengah harus segera mencari rumah/tempat yang kosong untuk di tempati. Hingga nanti akan ada satu orang yang tidak kebagian rumah/tempat, dan orang ini yang akan melanjutkan permainan lagi dengan mencari teman yang lain dan menanyakan "APAKAH KAMU MENGASIHIKU?"

Bila jawabannya "TIDAK"
Maka orang yang di tengah harus mengajukan pertanyaan lagi "LALU SIAPA ORANG YANG KAMU KASIHI?". Kemudian orang yang di tanya ini harus menjawab dengan ciri-ciri orang yang dikasihinya. Misal "AKU MENGASIHI ORANG YANG PAKAI KACA MATA", maka semua orang yang menggunakan kaca mata harus pindah rumah (yang tidak pakai kaca mata tetap diam di rumahnya masing2), begitu juga orang yang di tengah harus segera menempati begitu ada rumah yang kosong, sampai akhirnya akan ada satu orang yang tidak kebagian rumah, dan orang ini akan memulai permainan lagi.

Selamat bermain....GBU

Dapatkan Lebih banyak games dan icebreakers lainnya di
http://smile2laugh.blogspot.com/
---

Selasa, 13 Mei 2008

Human Beings, Not Human Doings (Rick Warren)

Ini adalah sebuah wawancara yang benar-benar luar biasa dengan Rick Warren, penulis Purpose Driven Life dan Pendeta dari Gereja Saddleback di California.

Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan:
Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga. Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya.

Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan tahun dalam kekekalan. Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk yang sesungguhnya.

Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan. Kita diciptakan oleh Allah dan untuk Allah, dan sampai engkau bisa memahami hal itu, hidup tidak akan pernah masuk akal.

Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah.

Alasan untuk ini adalah: Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan / kenyamanan hidupmu.

Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu suci daripada membuat hidupmu senang. Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu bukanlah tujuan dari hidup. Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus.

Setahun terakhir ini telah menjadi tahun yang paling hebat dalam hidup saya tapi juga tahun yang paling sulit, dengan istri saya, Kay, terkena kanker.

Dulu saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah bukit dan lembah suatu saat kamu melalui masa-masa gelap, kemudian kamu naik ke puncak, bolak-balik seperti itu. Saya tidak percaya itu lagi.

Hidup bukannya dalam bentuk bukit dan lembah, sekarang saya percaya bahwa hidup adalah seperti 2 rel di rel kereta api, dan pada setiap waktu kamu mengalami sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk dalam hidupmu.
Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan.

Dan tidak perduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan.

Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu.

Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (self-centeredness) , masalahku, urusanku, sakitku.

Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama.

Kami dengan cepat menemukan bahwa walaupun didoakan oleh ratusan ribu orang, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau meringankan penderitaannya. Keadaan sangat sulit untuk dia, tapi Allah sudah memperkuat karakternya, memberinya pelayanan menolong orang lain, memberinya sebuah kesaksian, menarik dia lebih dekat lagi kepada Allah dan kepada sesama.

Engkau harus belajar untuk berhadapan dengan hal yang baik maupun yang buruk dalam hidup. Sebenarnya, terkadang berurusan dengan yang baik bisa lebih sulit.
Sebagai contoh, dalam setahun terakhir ini, secara begitu tiba-tiba, ketika sebuah buku terjual 15 juta buah, hal itu membuat saya langsung sangat kaya.

Itu juga membawa banyak kepopuleran yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya pikir Allah tidak memberimu uang ataupun kepopuleran untuk ego dirimu sendiri atau untuk engkau hidup enak-enakan.

Jadi saya mulai bertanya kepada Allah apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan dengan uang, kepopuleran, dan pengaruh ini. Dia memberiku 2 pasal yang berbeda yang menolong saya menentukan apa yang harus dilakukan, 2 Korintus 9 dan Mazmur 72.

Pertama, meskipun ada begitu banyak uang yang kami terima, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak melakukan pembelian besar apapun.

Kedua, mulai sekitar tengah tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja.

Ketiga, kami mendirikan yayasan-yayasan untuk mendanai sebuah inisiatif yang kami sebut The Peace Plan: untuk mendirikan gereja, memperlengkapi pemimpin-pemimpin, menolong orang miskin, merawat yang sakit, dan mendidik generasi masa depan.

Keempat, saya menjumlahkan semua yang telah gereja bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikan semuanya.
Terasa sangat membebaskan untuk bisa melayani Allah secara cuma-cuma.

Kita harus bertanya pada diri kita: Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas?

Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme?

Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya? Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi. Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan. Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan. Karena itulah kita disebut human beings, bukan human doings.

Dalam masa-masa yang menyenangkan, PUJI TUHAN.
Dalam masa-masa sulit, CARI TUHAN.
Dalam masa-masa tenang, SEMBAH TUHAN.
Dalam masa-masa yang menyakitkan, PERCAYAI TUHAN.
Setiap saat, BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN.

Lirik dan chord : Serukan Nama Nya (True Worshipper)

Serukan namaNya
By True Worshipper


C_________________G/B__________________Am
Tuhan ku maha besar Tuhan ku maha kuasa
________________F
Raja segala raja
C____________________G/B____________________Am
Dia takkan tergoyahkan Dia takkan terkalahkan
_____________________F
Dia hidup dan berkuasa

_______C_______________Em/B
Serukan Nama Nya Yesus Tuhan raja
________Am____________G____________F
segala kuasa tunduk dalam nama Nya
_______C____________Em/B
Dia luarbiasa perkasa mulia
______Am___________G_________C
Yesus nama di atas sgala nama

Senin, 12 Mei 2008

Women

Women

They smile when they want to scream.

They sing when they want to cry.

They cry when they are happy and laugh when they are nervous

They fight for what they believe in.

They stand up for injustice.

They don't take "no" for an answer when they believe there is a better solution.

They go without new shoes so their children can have them.

They go to the doctor with a frightened friend.

They love unconditionally.

They cry when their children excel and cheer when their friends get awards.

They are happy when they hear about a birth or a new marriage.

Their hearts break when a friend dies.

They have sorrow at the loss of a family member, yet they are strong when they think there is no strength left.

They know that a hug and a kiss can heal a broken heart.

Women come in all sizes, in all colors and shapes.

They'll drive, fly, walk, run or e-mail you to show how much they care about you.

The heart of a woman is what makes the world spin!

Women do more than just give birth.

They bring joy and hope.

They give compassion and ideals.

They give moral support to their family and friends.

Women have a lot to say and a lot to give.

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca