Jumat, 30 Maret 2012

Tembok Perubahan

2 Timotius 1:7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 81; Roma 9; Ulangan 9-10

Orang-orang di sekitar Anda menolak suatu perubahan, padahal situasi akan lebih baik jika perubahan itu diterapkan. Apa yang harus dilakukan?

Kemungkinan besar Anda berhadapan dengan mereka yang merasa terancam akan jadi korban dengan adanya perubahan itu. Biasanya mereka tidak punya visi dan tujuan yang jelas, karena itu mereka sulit menjadi fleksibel dan menyesuaikan diri dengan hal-hal yang tak terduga.

Sebaliknya, orang yang punya visi biasanya akan merasa sedikit terganggu dengan perubahan itu (karena tidak ada perubahan yang nyaman), tapi mereka akan melihatnya sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan perlu demi terjadinya perbaikan kualitas.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah berdoa seperti Nehemia. Nehemia tidak pernah berdoa agar Allah membangun kembali tembok kota Yerusalem. Sebaliknya, ia mendoakan sebuah kesempatan untuk pergi dan membangunnya sendiri. Allah menghargai niat Nehemia. Dia membantu melunakkan hati Raja Artahsasta sehingga raja mendukung visi Nehemia. Berdoalah agar Allah memberi kita hikmat dan kesempatan untuk membuka mata orang-orang yang keras hati.

Kedua, tolonglah orang-orang itu agar mereka merasa aman. Untuk itu kekuatiran mereka perlu didengar dan visi serta dampak dari perubahan perlu dijelaskan sehingga mata mereka terbuka.

Tidak ada yang mustahil jika Allah beserta Anda.

Sabtu, 24 Maret 2012

Pasti Menang Dalam Dia

Efesus 2:11-13
Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 79; Roma 7; Ulangan 5-6

Pernahkah Anda sungguh-sungguh memikirkan tentang makna sebenarnya untuk berada dalam Kristus Yesus? Pernahkah Anda mendapat penyingkapan yang jelas mengenai hal itu? Jika Anda mendapatkannya, itu akan membuat perubahan besar dalam hidup Anda.

Ketahuilah, di dalam Dia kita dibangkitkan dari dosa-dosa kita. Di dalam Dia, kita didudukkan di surga sehingga Tuhan menunjukkan kepada kita kelimpahan kekayaan anugerah-Nya.Di dalam Dia kita dijadikan kebenaran Tuhan.

Jika Anda ingin penyingkapan itu meledak dalam diri Anda, mulailah menyelidiki ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan keberadaan dalam Kristus. Perhatikanlah kata-kata dalam Dia, dengan Dia, melalui Dia atau di dalam-Nya. Tandailah ayat-ayat itu dan renungkanlah sampai kebenarannya tertanam dalam roh Anda. Ayat-ayat itu akan seperti mesiu yang ampuh untuk melawan serangan-serangan iblis.

Bila dia berusaha memberitahu Anda, misalnya, bahwa Anda hanya seorang berdosa dan Tuhan enggan untuk direpotkan dengan masalah-masalah Anda, Anda akan tahu bahwa dia berdusta. Anda akan sanggup menjawab dia dengan berani, "Syukur kepada Tuhan, aku dahulu seorang berdosa, tetapi sekarang akulah kebenaran Tuhan di dalam Kristus Yesus. Aku telah dibangkitkan untuk duduk dengan Dia di surga. Sekarang aku di dalam Dia dan engkau tidak dapat menyentuhku sama sekali!"

Bersiaplah jika kemudian iblis mendatangi Anda dengan kebimbangan, ketidakpercayaan dan dakwaan. Bersedialah memukul balik dengan ayat Alkitab tentang jati diri Anda dalam Yesus. Anda pasti menang begitu Anda benar-benar mengetahui bahwa Anda berada di dalam Dia!

Ketahuilah, Anda akan menjadi seorang pemenang dalam Dia.

Kamis, 22 Maret 2012

The Gospel Of Grace

Lukas 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 78; Roma 6; Ulangan 3-4

Salah satu kisah perumpamaan yang begitu menyentuh di Alkitab adalah kisah si anak hilang. Dikisahkan tentang si anak bungsu yang kurang ajar kepada ayahnya. Berfoya-foya, bergelimang dalam dosa dan melupakan ayahnya sama sekali.

Sampai suatu saat, ketika dia menyadari kesalahannya, dan beriktiar untuk kembali. Si anak bungsu ini bahkan sadar bahwa ia tidak layak lagi untuk diterima. Dia telah mengkhianati ayahnya, bahkan wajar kalau sang ayah memutuskan tali keluarga dengannya. Jadi jauh-jauh hari dia sudah merangkai kata-kata, berharap agar ayahnya mau menerima dia kembali, meskipun hanya sebagai salah satu pegawainya.

Pada hari dia kembali, sang ayah sudah berdiri dan menunggu di jalan. Dia berlari-lari menyambut anaknya ketika ia masih jauh dan memeluknya.

Dia bahkan tidak memberi kesempatan untuk anaknya tawar-menawar untuk menjadi salah seorang pegawainya. Dia menyambut dan menerimanya kembali sebagai anak walau sang anak tidak layak memperolehnya, hanya karena satu hal: kasih karunia.

Demikian juga Allah kita, kasih karunia-Nya tidak memberi ruang bagi kita untuk tawar-menawar. Kita tidak dapat membuat Allah lebih mengasihi kita dengan apapun yang kita beri atau buat, dan kita juga tidak dapat membuat Dia menolak kita dengan kesalahan apapun yang kita perbuat. Asalkan kita datang kepada-Nya, kasih karunia-Nya membereskan segalanya.

Tidak ada yang dapat kita lakukan supaya Allah lebih mengasihi kita atau kurang mengasihi kita.

Rabu, 21 Maret 2012

Memberi Dan Memiutangi Tuhan

Amsal 19:17
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 77; Roma 5; Ulangan 1-2

Berapa banyak dari kita yang dalam pekerjaannya pernah atau bahkan sering berhubungan dengan orang baru (karyawan yunior yang baru masuk di tempat kerja kita), atau bahkan orang lama dengan kinerja pas-pasan. Saya yakin kita semua pernah berhadapan dengan orang-orang ini, mereka yang seringkali meminta bantuan untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya, kadang sekedar bertanya atau bahkan sampai meminta tolong kita untuk mengerjakannya. Seringkali kita begitu merasa terganggu dengan situasi ini, terutama ketika kita sendiri sedang sibuk dan sekarang malah dibebani oleh ketidakcakapan sang rekan. Kebanyakan dari kita akan menghidari dan mulai memasang motto "Masalahmu, ya masalahmu, saya juga punya masalah sendiri."

Mudah sekali masuk dalam suatu kecenderungan untuk tidak mau berbagi ilmu dengan orang lain dan atau kecenderungan ingin menjadi individu yang menonjol. Kita paling-paling membantu menyelesaikan masalah mereka dengan menolong mengerjakannya cepat-cepat agar tidak lagi terganggu. Tetapi jika kita tidak mengembangkan orang itu, di lain kesempatan sangat mungkin ia akan kembali lagi, dan kita akan kembali terganggu.

Mengajari orang lain seperti membantu orang lemah, ini akan memiutangi Tuhan yang akan membalaskannya (memberi kemampuan lebih lagi) pada kita. Jadi apakah kita masih pelit untuk membagi kemampuan dengan orang lain? Lakukan kepada orang lain sama seperti apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda.

Hanya orang kaya yang bisa berbagi, orang miskin menahan miliknya yang sedikit.

Senin, 19 Maret 2012

Teruslah Bersikap Sabar

Ibrani 6:12
Agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 76; Roma 4; Bilangan 35-36

Anda telah berjalan dengan iman. Anda telah mempercayai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan Anda. Tetapi apakah yang Anda lakukan bila hasilnya sepertinya lambat datang dan Anda tergoda untuk menyerah karena putus asa? Bersikaplah sabar!

Pada hari-hari ini tidak banyak dibicarakan orang tentang kesabaran. Tetapi bila sampai pada urusan menerima sesuatu dari Tuhan, kesabaran itu sama pentingnya dengan iman. Kesabaran akan menentukan perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan bagi Anda. Kesabaran memperkuat dan menopang iman sampai hasilnya dinyatakan.

Setelah Anda merenungkan janji-janji Tuhan dan memilikinya dalam roh Anda, kesabaran akan mendorong Anda untuk terus bertahan. Kesabaran itu adalah kuasa. Ia memiliki ketabahan untuk menolak dusta iblis yang menyatakan bahwa Firman itu tidak berhasil bagi Anda. Ia mengetahui bahwa firman Tuhan tidak pernah gagal. Kesabaran takkan melangkah surut karena ketakutan, melainkan akan terus maju dalam iman sampai Anda memperoleh jawabannya.

Bila hasil dari iman Anda agaknya lambat tiba, janganlah menyerah karena putus asa! Teruslah mengutamakan Firman dengan kesabaran, maka Anda pasti akan menerima janji Tuhan!

Kesabaran akan membawa Anda menjadi seorang pemenang.

Rabu, 14 Maret 2012

Perjalanan Karir

Amsal 20:18
Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 70; Markus 14; Bilangan 23-24

Perjalanan di tahun ini sudah terbentang di depan mata untuk kita jalani. Ada banyak hal yang masih dapat kita raih dan yang masih perlu kita perbaiki; seperti keadaan keluarga, kondisi kerohanian, pribadi kita sendiri. Selain itu sebagai pelaku di dunia kerja kita perlu meraih prestasi yang lebih baik lagi di bidang karir.

Untuk meraih kesuksesan khususnya dalam berkarir, seorang pakar SDM pernah mengatakan, "Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa saja rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan."

Ketika kita berangan-angan ingin membangun karir yang berhasil, sadarilah bahwa kesuksesan dalam karir terkait dengan perencanaan karir. Para praktisi manajemen diri menganjurkan: "Perburuan karir dimulai sepuluh tahun sebelum karir tersebut bisa kita raih".

Amsal 20:18 mengatakan "Rancangan terlaksana oleh pertimbangan". Jadi apa pun yang sedang kita impikan dalam karir, agar terlaksana dengan baik, buatlah perencanaan bagaimana mewujudkannya. Mungkin sekarang adalah waktu terbaik untuk hal itu, sehingga selanjutnya kita dapat bergerak sesuai dengannya, berlari dengan kecepatan maksimum untuk meraih karir yang diimpikan.

Perencanaan dan kerja keras merupakan kombinasi bagi kesuksesan.

Selasa, 13 Maret 2012

Mengampuni

Matius 18:21-22
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 69; Markus 13; Bilangan 21-22

Mengampuni adalah hal yang paling sulit dilakukan dalam hubungan dengan sesama. Sering kali kita tidak mampu mengampuni orang yang menyakiti hati kita. Kita memerlukan bantuan Roh Kudus dalam hal mengampuni. Bila kita bersedia mengampuni, maka Roh Kudus akan menolong dan memampukan kita untuk mengampuni.

Josh McDowell, penulis buku Kristen dan penginjil terkenal, dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis. Ayahnya seorang alkoholik dan suka memukuli ibunya. Karena hidup di kota, semua orang mengetahui keadaan ayahnya. Teman-teman sekolahnya sering mencemooh dia. Josh bertumbuh menjadi seorang pembenci. Ia membenci dirinya sendiri, tetangganya dan teman-temannya. Tetapi, orang yang paling ia benci adalah ayahnya sendiri. Ketika ia besar, ia begitu malu dengan kondisi ayahnya. Bila ada tamu datang ke rumahnya, ia membawa ayahnya ke peternakan dan mengikatnya di sana. Mobil ayahnya disingkirkan sehingga para tamu tidak dapat bertemu dengan ayahnya.

Josh McDowell yang penuh kebencian itu akhirnya menerima Kristus sebagai Juruselamatnya. Beberapa bulan setelah peristiwa ini, kasih Tuhan begitu besar sehingga menghimpit perasaan benci yang ada di dalam dirinya dan ia dapat berkata "I love you" kepada ayahnya. Pada suatu hari, ia mendapat sebuah kecelakaan dan harus tinggal bersama orang tuanya lagi. Ayahnya bertanya mengapa ia dapat mengasihi orang yang begitu jahat seperti ayahnya. Josh berkata bahwa kasih Yesuslah yang mengubah hidupnya. Saat itu ayahnya berkat` bahwa ia juga ingin memiliki kasih yang telah mengubah hidup anaknya itu. Mereka berdua lalu berdoa dan ayah Josh menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya.

Buka hati dan undang Yesus masuk dalam hati Anda agar kasih-Nya berkuasa atas Anda.

Minggu, 11 Maret 2012

Luka Batin

Amsal 16:2
Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 68; Markus 12; Bilangan 19-20

Luka batin adalah luka yang tersembunyi di bawah kesadaran. Luka batin amat menyakitkan sehingga banyak orang bertendensi menekan dan tidak ingin menyentuh luka batinnya. Akibatnya, lukanya akan semakin terpendam dan tidak pernah sembuh.

Ada saat di mana luka batin ini akan tersentuh. Saat ini sebenarnya merupakan kesempatan di mana kita dapat memeriksa diri dan mencari kesembuhan. Salah satu tanda bahwa kita memiliki luka batin yaitu bilamana ada perkataan atau tindakan seseorang (yang kelihatannya biasa) yang membuat kita begitu sakit sehingga kita tidak dapat mengontrol diri lagi. Respons yang umum dilakukan bila luka batin kita tersentuh yaitu menyalahkan orang lain. Kita tidak tahan dengan rasa sakit tersebut sehingga kita memproyeksikannya kepada orang lain.

Menyalahkan orang lain tidak akan menyembuhkan luka batin kita. Luka batin berakar di dalam batin kita, bukan di luar kita. Oleh sebab itu, bila kita merasakan kesakitan yang dalam, berhentilah menyalahkan orang lain. Introspeksi masa lalu kita, cari pengalaman masa lalu atau masa kecil di mana kita pernah mengalami kesakitan yang serupa. Bila kita telah menemukannya, kita dapat mengeluarkan emosi kita dengan menangis, mengampuni orang yang menyakiti kita dan memohon pengampunan kepada Tuhan dan orang yang kita sakiti.

Berhenti menyalahkan orang lain tetapi lihatlah hati Anda!

Rabu, 07 Maret 2012

Someone Or Something

Galatia 6:7A
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.

Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 65; Markus 9; Bilangan 13-14

Suatu hari terjadi sebuah percakapan berikut, "Kau tidak beribadah lagi?" tanya seorang ibu kepada tetangganya. "Tidak! Memangnya kenapa?" "Beberapa waktu lalu kau begitu aktif ke gereja." "Oh itu. Saat itu suamiku sedang sakit parah. Dan aku memohon bantuan Tuhan. Tetapi sekarang suamiku sudah sembuh kok! Jadi untuk apa aku berdoa dan datang ke gereja lagi?"

Apakah Anda pernah mengalami hal yang sama seperti cerita di atas? Betapa kecewanya hati Tuhan ketika manusia memperlakukan-Nya sebagai obat penenang: dicari dan diminum saat sakit, disimpan sampai kadarluwarsa bahkan dibuang ketika sudah sehat. Jika kita ditanya, apakah dalam hidup ini kita menyembah ‘seseorang' ataukah ‘sesuatu', kita pasti akan menjawab "Oh, saya menyembah seorang pribadi, yaitu Yesus Kristus!" Tetapi kenyataannya apakah demikian?

Dalam hidup ini, tanpa kita sadari kita tidak memperlakukan Yesus sebagai seorang pribadi yang mempunyai hati dan emosi. Kita lebih menggangap Yesus itu seperti patung, yang tidak dapat mendengar dan melihat. Buktinya? Bukankah kita lebih sering mengambil sebuah keputusan tanpa bertanya dulu kepada Tuhan. Kita tidak peduli Tuhan setuju atau tidak yang penting keputusan itu baik dan menguntungkan. Contoh lain, kita sering melupakan dan mengabaikan jam-jam doa karena menganggap Tuhan pasti memaklumi kesibukan dan pekerjaan kita. Padahal hati Tuhan sudah sangat sedih dan kecewa. Kita tidak tahu dan tidak mau tahu perasaan Tuhan.

Kita perlu berdoa dan meminta Roh Kudus untuk membuat hati ini peka akan suara dan keinginan hatinya. Tuhan yang kita sembah adalah seorang pribadi yang dapat tertawa, menangis, sedih, tersenyum dsb. Oleh karena itu, marilah kita belajar menyukakan hati-Nya setiap hari karena untuk itulah kita ada di dalam dunia ini .

Tuhan adalah seorang Pribadi, Dia layak mendapat yang terbaik.

Selasa, 06 Maret 2012

Menghargai Hidup

Yakobus 4:13-14
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 64; Markus 8; Bilangan 11-12

Banyak orang yang menghancurkan kehidupannya dengan hal-hal yang sia-sia karena tidak mengerti mengapa Allah menempatkan mereka di bumi ini. Kehidupan kita ini begitu penting karena kita berharga di mata Tuhan. Bagaimana cara kita menghargai hidup ini?

Pertama, hargailah pasangan Anda. Suami menghargai istrinya, begitu pula sebaliknya. Menghargai berarti juga mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan. Martin Luther sangat menghargai istrinya, Katie sehingga suatu hari ia pernah berkata "Aku tidak akan mengganti Katie dengan apa pun juga, bahkan meski dengan negara Perancis atau pun kota Venice."

Kemudian belajarlah menghargai rekan kerja Anda. Ray Kroc, pendiri McDonald's pernah berkata "Tak seorang pun dari kami lebih penting daripada yang lain dalam kelompok kami." Mia Hamm seorang pemain kunci sepak bola wanita Amerika Serikat yang terkenal berkata "Saya adalah salah seorang anggota dari sebuah tim, dan saya bergantung kepada tim saya. Saya selalu mendahulukan tim dan rela berkorban demi tim karena timlah, bukan setiap orang yang ada di dalamnya, yang menjadi juara akhir."

Jangan biarkan pengorbanan Kristus menjadi sia-sia dengan menghancurkan hidup ini dengan hal-hal yang tidak penting. Bila kita menyadari bahwa kita adalah orang-orang yang sudah ditebus oleh darah Kristus yang begitu mahal, sudah sepatutnya kita mengerti bahwa betapa berharganya kehidupan ini. Mari, hargai hidup Anda dengan berpikir dan melakukan hal-hal yang memberkati agar dunia ini menjadi lebih hidup dan bermakna!

Jangan menyalibkan Kristus untuk kedua kalinya dengan melakukan hal yang sia-sia.

Senin, 05 Maret 2012

Tiada Kemenangan Tanpa Latihan

Filipi 2:14
Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 63; Markus 7; Bilangan 9-10

Seorang pemain dan pelatih sepak bola yang sukses bernama Casey Seymour, memperhatikan bahwa setiap anggota timnya selalu tidak suka dengan aktivitas yang mengakhiri setiap pelatihan. Sebelum meninggalkan lapangan, mereka harus berlari dengan kecepatan penuh tanpa istirahat sejauh 91 meter sebanyak 10 kali. Jika waktu tempuh mereka melebihi batas waktu yang telah ditentukan, mereka harus mengulanginya.

Para pemain membenci latihan penutup tersebut hingga tiba saat bertanding. Kemudian barulah mereka menyadari bahwa dengan latihan penutup itulah, mereka dapat bermain dengan kapasitas penuh sepanjang pertandingan. Usaha mereka telah membuahkan hasil sebagai juara.

Bukankah pertandingan dan pekerjaan bisa dikatakan sebuah medan yang sama? Memiliki tantangan dan diperlukan usaha yang sama untuk meraih keberhasilan. Jika kita harus bangun lebih pagi, bekerja lebih lama dan lebih banyak ketimbang orang lain, atau meluangkan waktu untuk menambah pengetahuan dalam pekerjaan, janganlah jadikan itu semua sebagai beban.

Paulus menekankan untuk melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Mengapa? Dalam banyak kasus, bersikap negatif terhadap hal-hal yang tidak disukai dalam pekerjaan, pelatihan misalnya, seringkali menghambat seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan itu dengan maksimal. Latihan-latihan jelas diperlukan untuk menempa seseorang untuk tampil lebih baik, bahkan untuk menjadi terbaik. Prinsip tabur tuai sangat berlaku dalam dunia kerja. Mereka yang telah menuai kemenangan, pasti sudah menabur banyak latihan.

Proses sama pentingnya dengan hasil.

Jumat, 02 Maret 2012

Mundur Dua Langkah, Maju Tiga Langkah

Markus 6:31a
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!"

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 62; Markus 6; Bilangan 7-8

Rutinitas yang dikerjakan setiap hari dapat menimbulkan kebosanan. Jika tidak disiasati, kondisi ini biasanya berpengaruh terhadap kinerja seseorang. Produktivitas kemudian menurun, dan pada tingkat tertentu, kebosanan bisa mendatangkan stress. Solusinya?

Ada kalanya ‘mundur' adalah sebuah pilihan. Dalam istilah yang lain, kita membutuhkan retreat. Dari satu sisi, mungkin retreat adalah sebuah langkah mundur. Kesibukan pekerjaan ditinggalkan, urusan-urusan kantor dilupakan sejenak dan otak sebagai ‘mesin berpikir' didinginkan untuk sementara waktu.

Retreat tidak harus selalu dipahami sebagai sebuah kegiatan menyewa sebuah villa di dataran tinggi tertentu, dikoordinasikan oleh sejumlah panitia dan menghadirkan pembicara tertentu sesuai jadwal yang tersusun. Jika begini, jangan-jangan retreat juga sudah menjadi rutinitas? Mengundurkan diri sejenak bahkan dapat dilakukan di tempat kita bekerja. Sekedar melakukan relaksasi di tempat duduk, melihat lalu lintas dari ketinggian jendela kantor, memutar musik kegemaran atau melanjutkan games di ponsel pada level berikutnya.

Orang mungkin menilai hal-hal di atas sebagai dua langkah kemunduran, tetapi kekuatan baru yang didapat sesudahnya justru akan membuat kita menjadi maju tiga langkah. Kalau retreat adalah sebuah kebutuhan, mengapa Anda tidak memilihnya kini?

Apakah retreat merupakan kebutuhan Anda yang mendasar saat ini?

Kamis, 01 Maret 2012

Batu Sandungan

Matius 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 61; Markus 5; Bilangan 5-6

Konon minuman energi, paling laris terjual di kompleks pelacuran dan klub-klub malam. Karena itu si A (sebut saja begitu) seringkali mengunjungi tempat-tempat itu. Tentu bukan untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh, tetapi profesinya sebagai penjual minuman energi mengharuskannya bertindak demikian. Saking seringnya A mengunjungi tempat hiburan malam itu, ia sampai hafal dengan para pengunjungnya, beberapa bahkan telah dikenalnya.

Di sisi lain, si A adalah seorang di ‘persimpangan jalan' dan sedang mempertimbangkan untuk memeluk Kristen. Ia rajin mempelajari kekristenan dari buku-buku dan kaset khotbah, meskipun belum memberanikan diri berkunjung ke gereja. Sampai suatu kali ia memutuskan untuk pergi ke gereja di suatu hari Minggu karena keyakinan imannya yang semakin menebal.

Tetapi kenyataan berbicara lain dan malah terjadi antiklimaks. Ia malah kemudian memutuskan untuk urung menjadi pengikut Kristus. Pasalnya, orang-orang yang dijumpai dan dikenalnya di lokasi itu, adalah orang-orang yang sama yang ditemuinya di gereja. Astaga!

Sayang sekali! Karena tersandung dengan perbuatan orang-orang Kristen yang tidak berubah itu, satu jiwa hilang. Kisah di atas tentu menjadi peringatan bagi kita semua agar dalam setiap segi hidup selalu memancarkan terang Kristus. Dengan begitu tidak ada orang yang tersandung ketika melihat kehidupan kita, sebaliknya malah terberkati.

Jadilah saluran berkat, bukan batu sandungan.

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca