-

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Khotbah Hamba Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Khotbah Hamba Tuhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 November 2010

Membuat Allah Heran

Diambil dari khotbah Pdt. Samuel Duddy

Lukas 7:1-10: "Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka…… Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya. "Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!". (PB hal 78)

Membuat manusia heran akan kuasa Allah adalah hal yang biasa, namun membuat Allah heran adalah suatu hal yang luar biasa.

Yesus heran akan sikap perwira itu karena sikapnya yang merupakan sikap Kerajaan Allah. Ada dua jenis keheranan, yaitu yang negatif dan positif. Yang negatif adalah jika ada seseorang yang selalu datang beribadah ke gereja, namun orang ini tidak mengalami pembaharuan di dalam hidupnya, hatinya degil dan tidak taat perintah. Akibatnya orang-orang yang melihatnya menjadi heran atas kekerasan hatinya. Sedangkan keheranan yang positif adalah ketika seseorang sedang berada di dalam masalah dan tekanan, namun tetap beriman dan setia beribadah kepada Tuhan. Kita menjadi heran dan kagum akan ketekunannya mencari Tuhan.

Bagaimanakah kita dapat membuat Allah heran adalah:

1. Milikilah iman dan sikap hati yang mengasihi dan menghargai.
Lukas 7:2, "Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
Perwira tersebut tidak meremehkan budaknya, namun dia menghargainya dan mengasihinya, meskipun dia memiliki hak dan kesempatan untuk menindas, namun perwira ini tidak melakukannya.

Sebagai murid-murid Kristus kita harus perduli kepada orang yang tertindas dan miskin. Baca Amsal 19:17, "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu". Bandingkan Lukas 6:27, 35, agar kita mengasihi musuh dan berbuat baik kepada siapa pun tanpa mengharapkan balasan. Jangan hanya bersikap baik dan pilih kasih kepada orang-orang yang berpangkat dan terpandang saja, namun juga kepada pembantu, karyawan dan orang biasa.

2. Milikilah iman dan sikap hati yang mengasihi bangsa-bangsa dan jiwa-jiwa.
Ayat 5a: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita…"
Perwira Romawi ini mengasihi bangsa Yahudi, meskipun mereka berlainan suku bangsa dan bahkan merupakan bangsa jajahan dari bangsa Romawi.

Kalau kita mengasihi jiwa-jiwa dan bangsa lain, maka kita akan mengalami dampaknya yaitu damai sejahtera dan ketenangan akan dicurahkan atas bangsa kita. Lihat Yesaya 32: 15-17, "…Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram …." Dan Yeremia 29:7 "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanm

3. Milikilah iman dan sikap hati untuk pekerjaan Tuhan.
Ayat 5b: "….dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Menjadi suka rela berkorban dan memberi untuk pekerjaan Tuhan. Jadikan apa yang kita miliki itu untuk menjadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan, sama seperti perwira Romawi itu, yang memiliki kuasa dan kekayaan.

4. Milikilah iman dan sikap hati yang percaya kepada firman Tuhan.
Ayat 7, 8: "Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, …"

Perwira itu tidak memiliki keraguan sedikit pun terhadap firman Tuhan, meskipun situasinya genting. Biasanya ketika berada dalam kondisi dan situasi yang sulit, orang-orang cenderung melupakan Tuhan karena tekanan masalahnya itu. Namun, sebagai orang percaya, hendaklah kita tetap mempercayai Tuhan, apa pun kondisi kita, sama seperti sikap perwira Romawi itu.

Renungan terkait...
* 7 hadiah terbaik
* Tentang hamba Tuhan
* Kuasa dalam ucapan Anda
* Kasih Bapa
* Masihkah perlu gengsi dalam hidup

Selasa, 10 Agustus 2010

Sampai Maut Memisahkan Kita

Di ambil dari Kumpulan Khotbah Ps. Levi Supit

Pemeran tokoh film Superman yang sangat terkenal yaitu Christopher Reeve memang telah tiada. Namun ia meninggalkan sebuah kisah keharmonisan keluarga yang menjadi inspirasi bagi banyak keluarga di dunia ini, termasuk tokoh-tokoh dunia seperti Hillary Clinton dan suaminya yaitu Bill Clinton.

Sang Superman menikah dengan Dana, wanita yang ia cintai pada tahun 1992 dan melahirkan putera mereka yang bernama William. Namun, di usia ke-3 pernikahan mereka, Christ jatuh dari kuda dan menjadi cacat total. Tentunya hal itu membuat Christ menjadi putus asa dan sering ingin mengakhiri hidupnya. Di sinilah ujian kesetiaan mereka diuji oleh Tuhan. Dana tidak pernah putus asa akan keberadaan suaminya. Ia dengan setia menjalani hari-harinya dengan merawat suami tercinta yang cacat, yang harus terus menerus dibantu bahkan yang kecewa dan pesimis akan hidupnya. Dana tidak pernah menyerah. Ia tidak mundur ataupun menyesali nasibnya. Tetapi justru ia senantiasa berada di sisi Christ untuk memberikan semangat hidup dan menunjukkan cintanya. Tentunya itu bukanlah sebuah ujian yang ringan bagi Dana. Ada banyak kesempatan dan alasan baginya untuk meninggalkan Christ, tetapi ia tetap menjaga keharmonisan keluarganya. Perjuangan Dana tidak pernah sia-sia karena akhirnya Christ kembali menemukan jati dirinya, ia bisa menerima keadaannya dan bahkan semangatnya bangkit lagi untuk mendirikan yayasan sosial menolong orang-orang cacat. Luar biasa !!! Pada tahun ke-9 kelumpuhannya, Christ meninggal dunia akibat komplikasi jantung. Istrinya berkata di acara pemakaman seperti ini, ”Ketika kami menikah, aku berjanji kepada Christ bahwa aku akan mencintainya, mendampinginya dalam keadaan sehat atau sakit dan aku telah memenuhi janji pernikahan itu. Tetapi sekarang aku mau mengubah janji pernikahan itu yaitu aku bukan sekedar akan mencintai, menghormati sampai maut memisahkan kami, tetapi aku akan mencintainya selamanya”. Ternyata janji tersebut pun Dana genapi. Hanya 1 tahun 6 bulan dari kematian Christ, Dana terserang kanker paru-paru dan akhirnya meninggal dunia. Kisah cinta mereka adalah kisah cinta abad ini.

Sungguh indah bagi setiap pasangan untuk terus mengingat janji nikah yang telah kita ucapkan di hari pernikahan. Sebuah janji untuk mencintai, menghormati dan menghargai di dalam segala kondisi. Tentunya ketika kondisi berada dalam zona nyaman, bahagia dan baik-baik saja maka janji nikah ini akan sangat mudah untuk digenapi. Tetapi ketika janji nikah ini diuji lewat tantangan, sakit penyakit, keuangan, jabatan bahkan godaan orang ke-3 dalam rumah tangga, barulah kemurnian dan kualitas cinta kita akan terlihat.

Setiap tahun semua pasangan suami istri akan menginjak kembali 1 hari ulang tahun pernikahan mereka. Tentunya angka tahun pernikahan akan terus bertambah dan tidak pernah berkurang. Di saat itulah menjadi saat yang tepat untuk memperkatakan kembali janji nikah yang telah diucapkan. Ini sangat berguna untuk memperbaharui komitmen sebuah pernikahan sehingga keluarga yang harmonis bisa tercapai dan tentunya dimulai dari hubungan suami istri yang harmonis. Semakin bertambah usia pula, semakin bertambah keharmonisan. Seperti halnya janji nikah yang berkata, ”Aku akan mencintaimu di saat senang dan susah, miskin atau kaya, sakit maupun sehat ... sampai maut memisahkan kita”

Jumat, 15 Mei 2009

Bahasa Cinta

Seorang pendeta pernah memberi kesaksian yang menarik. Ia bercerita bahwa selama belasan tahun, setiap kali membeli ayam untuk istrinya, ia selalu membelikan bagian dada. Selama masa pacaran, ia melihat istrinya selalu makan bagian dada, sehingga ia beranggapan pastilah istrinya menyukai dada ayam. Setelah belasan tahun berjalan, ketika mereka saling membuka diri satu sama lain, barulah ia tahu bahwa sebenarnya istrinya paling suka bagian paha ayam. Lalu mengapa istrinya dulu selalu memilih bagian dada? Ternyata dada ia pilih karena ia tahu suaminya menyenangi bagian paha. Belasan tahun berjalan, tapi masih juga ada hal-hal yang belum diketahui mengenai pasangan hidup. Ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anda dan saya.

Seringkali kita menganggap bahwa apa yang kita sukai pastilah disukai juga oleh pasangan kita, anak kita, keluarga, teman-teman atau orang lain. Ada banyak ayah yang beranggapan bahwa jika mereka mampu mencukupi kebutuhan materi dari anak-anak atau istrinya, ia sudah menjalankan fungsi sebagai ayah teladan. Padahal mungkin pada banyak kesempatan, anak dan istrinya jauh lebih membutuhkan perhatian dan kehadirannya ketimbang pemenuhan kebutuhan materi. Selama saya mengajar dan berinteraksi dengan banyak orang sepanjang hidup saya, saya sampai pada satu kesimpulan: manusia diciptakan Tuhan berbeda-beda. Baik dari sifat, tingkah laku, hobi, kegemaran, dan sebagainya. Artinya, apa yang saya suka, belum tentu orang lain suka. Apa yang terbaik bagi saya, belum tentu terbaik bagi orang lain.

Tuhan Yesus mengajarkan demikian: "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34). Kemudian di kesempatan lain: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (Yohanes 15:12) dan "Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."(Yohanes 15:17). Perintah Yesus adalah untuk mengasihi orang lain, seperti Tuhan Yesus sendiri telah mengasihi kita. Bagaimana Yesus mengasihi kita? Tuhan Yesus mengasihi kita secara luar biasa, hingga mengorbankan diriNya untuk mati di atas kayu salib agar kita semua tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Mengasihi sesama seperti bagaimana Yesus mengasihi kita akan membuat kita harus mulai memikirkan untuk mengasihi orang lain sesuai dengan apa yang mereka butuhkan/inginkan, dan kemudian berusaha untuk memberikan tepat seperti itu. Bukan menurut kita, namun menurut mereka. Karena semua orang berbeda kebutuhan/keinginan nya.

Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan sebuah pengertian mendalam mengenai "bahasa kasih" agar kita bisa menjangkau hati orang-orang disekitar kita. Yang saya maksudkan dengan bahasa kasih adalah sesuatu yang kita berikan kepada orang lain yang didasarkan sesuai dengan apa yang mereka harapkan, bukan menurut apa yang kita sukai. Ada 5 hal yang biasanya menjadi "bahasa kasih" bagi orang:
1. Kata-kata pujian
Orang yang memiliki bahasa kasih ini biasanya akan bahagia atau merasa dikasihi jika mereka mendapatkan kata-kata positif, seperti dukungan, pujian, pengakuan dan lain-lain. Jika mereka mendapatkan sebaliknya, seperti cacian, kata kasar, melecehkan dan sebagainya, akan menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan.
2. Saat Bersama
Jenis ini akan merasa dikasihi jika orang yang mereka sayangi mau meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka, berbincang-bincang dari hati ke hati, jalan-jalan dan sebagainya.
3. Hadiah
Tipe seperti ini akan sangat senang jika mendapat pemberian, meski yang paling sederhana sekalipun.
4. Bantuan
Orang dengan tipe bahasa kasih seperti ini akan sangat bahagia jika orang yang mereka sayangi mau meluangkan waktu untuk membantu mereka, meski sedang sangat sibuk. Itu akan sangat berarti bagi mereka.
5. Sentuhan
Tapping on the shoulder, atau bagi suami-istri atau orang tua pada anak: pelukan, ciuman atau gandengan tangan, bisa berarti yang sangat besar bagi mereka.

Beda orang, beda bahasa kasih. Sudahkah anda mengetahui bahasa kasih dari pasangan anda,anak-anak anda, teman anda, dan orang tua anda? Dalam menggenapkan perintah Kristus untuk mengasihi orang seperti halnya Dia mengasihi kita, kita harus tahu apa yang paling mereka butuhkan, sama seperti Yesus mengetahui betul apa yang paling kita butuhkan. Meskipun segala sesuatu yang kita berikan dengan tujuan baik didasari kasih yang tulus tetaplah baik adanya, ada kalanya curahan kasih kita tidak akan maksimal jika kita salah memberi. Terkadang tanpa mengetahui bahasa kasih dari orang yang kita sayangi, kita bisa gagal dalam menyatakan kasih kita pada mereka. Malah bisa berujung pada pertengkaran, karena kita merasa pemberian kita tidak dihargai, mereka merasa tidak diperhatikan dan lain-lain. Jika Yesus mengasihi kita dengan memberikan yang terbaik buat kita, karena Dia tahu betul apa yang kita butuhkan, ini saatnya kita memberikan yang terbaik pula buat orang-orang yang kita kasihi, dengan mengenal terlebih dahulu apa yang paling mereka butuhkan sesuai dengan bahasa kasih mereka. Mari kenali bahasa kasih masing-masing, dan nyatakanlah kasih dengan maksimal.

Kenali bahasa kasih dari orang-orang yang kita sayangi

Di ambil dari Kumpulan Khotbah Bapak Pendeta Andi Setiawan

Minggu, 01 Juni 2008

Dare to Discipline

Salah satu dari Kumpulan Khotbah Ps. Levi Supit

Setiap prang tua pasti mengharapkan anak-anaknya untuk bertumbuh menjadi seorang yang pintar, berhasil, sukses, bahagia dan seterusnya. Tetapi yang tidak kalah penting adalah harapan orang tua agar anaknya memiliki karakter yang baik. Tanpanya, apalah artinya keberhasilan, kekayaan dan nama besar.


Untuk membentuk karakter yang baik orang tua memerlukan 2 nilai penting yaitu kasih dan disiplin. Keduanya harus diberikan secara seimbang. Selama ini berlangsung orang tua akan berinteraksi dengan anak-anak mereka dimana hal-hal kecil adalah hal-hal yang besar bagi anak-anak.

Semakin muda usia anak-anak kita, maka semakin penting hal-hal yang kecil tersebut kita ajarkan bagi mereka. Memang dibutuhkan banyak pengorbanan, namun jika kita berhasil membangun karakter yang baik dalam hidup mereka, maka mereka akan menghormati kita lalu dengan mudah mereka akan menghormati Tuhan dan sesama.

Parenting Styles
Tiga gaya orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Pertama, gaya yang berpusat pada orang tua. Gaya membesarkan anak-anak dimana orang tua menjadi fokus utamanya. Biasanya terjadi pada orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi 'sempurna'. Mereka menginginkan anaknya menjadi seperti keinginan mereka, bukan yang Tuhan inginkan. Keinginan orang tua mungkin tercapai, tetapi kemungkinan tidak dengan hati nurani sang anak.

Anak diam-diam kecewa dan kepahitan karena tidak ada kesempatan untuk terbuka menyampaikan keinginannya. Dengan kata lain, tidak ada tawar-menawar di dalam orang tua membesarkan anak menurut keinginan hati orang tua-nya.

Kedua, gaya yang berpusat pada anak. Sebuah gaya membesarkan anak dimana anak adalah segala-galanya.

Sering kali karena kesibukan orang tua diluar rumah, maka orang tua menggantikan kasih sayang yang hilang atau menutupi kesalahannya dengan memberi materi atau kemudahan dalam memberikan ijin bagi anak-anaknya. Anak menjadi terbiasa memimpin dan mengambil keputusan yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua. AKhirnya sang anak menjadi sangat manja, sulit untuk mandiri dan sulit untuk mengerti perubahan.

Dengan sikap suka memanjakan, anak tumbuh dengan sikap tidak menghargai barang, bahkan lama-kelamaan sang anak kehilangan rasa hormat terhadap orang tua. Dengan kata lain, anak suka mengatur atau menguasai orang tuanya.

Ketiga, gaya yang berpusat pada pembentukan karakter. Sebuah gaya membesarkan anak, dimana membangun karakter menjadi hal yang sangat penting.

Orang tua berfokus pada hasil akhir dari si anak. Orang tua menyadari pentingnya peran kasih dalam mebesarkan anak karena mereka bersandar kepada kasih Allah dan firmanNya.

Tetapi orang tua juga sadar bahwa dalam kasih ada kedisiplinan. Kasih dan disiplin tidak dapat dipisahkan. Orang tua berani untuk mendisiplinkan anak bukan untuk menghukum atau menakuti tetapi untuk membangun karakter yang baik dalam hidup anak-anaknya.

Discipline
Disiplin menjadi hal penting yang tidak terlepas dari kasih karena ketika anak-anak taat mendengarkan perkataan dan peraturan sejak kecil, maka ia akan mudah taat dan disiplin kepada perintah-perintah Allah. Apakah disiplin itu?

Pertama, disiplin adalah pencegahan dini akan problem di masa mendatang, bukan sekedar saat ini. Anak yang diajar hidup mandiri sejak kecil, akan lebih siap menghadapi permasalahan diwaktu ia besar. Kedua, disiplin berarti mengajar, memberi petunjuk dan melatih. Disiplin berbeda dengan menghukum. Melatih berarti menunjukan kesalahan, memberi pengertian dan mengajar anak untuk memperbaiki kesalahan. Ketiga, displin berarti mengubah kelakukan yang tidak diinginkan kepada kelakukan yang baik. Keempat, disiplin adalah mengajarkan anak untuk melakukan yang baik bukan yang nyaman.

Lewat pendisiplinan, maka anak diajarkan untuk berpikir dahulu sebelum bertindak sehingga akan menolong mereka bertumbuh menjadi orang yang luar biasa.

Pada akhirnya, banyak cara, pendapat dan pengetahuan dalam mendisiplinkan anak. Namun tidak ada satu pun yang melebihi kehebatan dari hikmat surgawi. Orang tua sendirilah yang dapat mengenal anak-anaknya dan menentukan cara terbaik untuk mendidik mereka. Ada anak yang membutuhkan belaian untuk maju, tetapi ada juga yang butuh cambukan untuk berhasil.

Yang terpenting bagi orang tua adalah menyadari bahwa setiap anak adalah titipan Tuhan yang harus dipelihara dengan penuh tanggung jawab, bukan malah di telantarkan atau di eksploitasi berlebihan.

Selalu libatkan Tuhan dalam mendisiplinkan anak Anda. Satu hal lain yang tidak kalah penting adalah orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi sang anak, dimulai dari menghormati dan menghargai terlebih dahulu pasangan hidup kita sehingga anak juga menghjormati dan mengasihi kita.

Diambil dari warta jemaat Mawar sharon dari materi seminar orang tua yang dibawahkan oleh Ps. Levi Supit

Sabtu, 17 Mei 2008

Empat tanduk dan empat orang tukang besi

Salah Satu dari Kumpulan Khotbah Ps. Philip Mantofa

Ini pertama kali nya aku coba memasukan artikel yang murni merupakan tulisan ku sendiri, hehe. Tapi isi artikel ini merupakan rangkuman dari khotbah yang dibawahkan Ps. Philip Mantofa, jadi mestinya bukan hasil pemikiran ku ya?? hmmm yang jelas tulisan ku sendiri deh.


Pada bulan januari 2008 Ps. Philip ada membawahkan firman mengenai kitab Zakharia dalam beberapa pertemuan ibadah, dan yang tak tulis ini merupakan salah satu dari pertemuan yang tak ikuti, karena bener-bener dapat sesuatu dari firman ini.

Melalui kitab Zakharia ini Ps. Philip memberikan penjelasan mengenai penglihatan2 yang di dapat nabi Zakharia mulai dari penglihatan pertama sampai penglihatan ke delapan. Dan yang tak jelaskan di artikel ini adalah penglihatan ke empat yang diambil dari Zakharia 1:18-21 dengan judul "Empat tanduk dan empat orang tukang besi".

Dalam firman Tuhan dikatakan bahwa nabi Zakharia mendapatkan penglihatan dimana ia melihat empat tanduk, dimana empat tanduk ini menyerakkan Yehuda, Israel, dan Yerusalem. Dan kemudian Nabi Zakharia juga melihat empat orang tukang besi.

Inti dari Khotbah Ps.Philip ini adalah bahwa manusia itu paling tidak mempunyai empat tanduk dalam hidup nya masing2, yang dimaksud dengan empat tanduk ini adalah permasalahan hidup yang dominan dalam kehidupan kita masing2. Sementara empat orang tukang besi ini digambarkan sebagai janji Tuhan akan penyelesaian terhadap masalah2 kita.

Well, ketika mendengar firman ini aku membuat catatan dalam buku ku mengenai empat pergumulan yang sedang tak hadapi
1. __________
2. __________
3. __________
4. __________
(Sory ya masalah ku gak tak tulis, malu gitu lho, masalah pribadi ^^)

Dan berdoa dengan iman bahwa pergumulanku ku ini akan teratasi. And you know?? 2 minggu kemudian aku sudah mendapat jawaban untuk dua pergumulan ku sekaligus, aneh memang aku gak menyangka mendapat jawaban secepat itu dari Tuhan.

Dan sekitar awal bulan mei aku juga udah mendapat jawaban dari satu pergumulan ku yang belum terjawab. Saat itu aku sedang mengikuti ibadah di gereja, dan pendeta yang membawahkan firman sedang mendoakan jemaat2 dengan mendatangi beberapa kursi jemaat, salah satu nya aku, jadi aku di doakan dan mendapat nubuatan, dan salah satunya adalah bahwa aku akan mendapatkan apa yang aku gumulkan (salah satu dari pergumulanku) selama ini. Keren yo...

Well memang masih ada satu pergumulan ku yang belum terjawab sampai saat ini, but i know for sure, God will be answer it, in the right time. Amin

Mungkin beberapa dari kalian mempunyai begitu banyak permasalahan dalam hidup ini, tidak hanya empat masalah tapi uaaakeeeee (banyak gitu lho), but guys.... just want 2 tell you, don't give up. Tetap beriman, tetap berusaha, tetap berdoa. Ketika kita hidup dalam permasalahan2 hidup, kita sedang di bentuk untuk menjadi sebuah pribadi yang kuat, yang berkarakter, yang tahan uji, permasalahan membuat kita menjadi dewasa, membuat kita menjadi lebih pintar. Kalo manusia gak pernah punya masalah, kita gak akan pernah mendengar kesaksian2 hebat orang2 yang telah ditolong Tuhan lepas dari masalahnya. Dan bukankah kesaksian2 orang2 ini juga yang telah menolong banyak orang bermasalah yang membutuhkan kekuatan.

Jawaban dan penyelesaian akan masalah kita pasti di selesaikan tepat pada waktunya, dan waktu nya Tuhan is the best time.

Hope you like tulisan ku, meski pun ngaco, boso ne campur2, ono boso inggris, boso indonesia, boso jowo, sing penting aku ingin berbagi dengan kalian semua, and kalian bisa mendapatkan sesuatu yang berguna. And hope i can improve tulisan2 ku menjadi lebih baik lagi.

Artikel Renungan favorit pembaca