Sabtu, 04 Juli 2009

PANDANGLAH KEPADA YESUS

Ibrani 12:2, "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."

Apakah maksudnya memandang kepada Yesus? Cobalah kita berpikirkan hal-hal demikian: jika Anda sedang tenggelam dan seseorang lewat begitu saja, janganlah pandang dia. Lihatlah kepada Yesus. Ketika Anda memandang orang itu, Anda akan mengharapkan dia untuk menyelamatkan Anda.

Dalam hal yang sama, jika Anda memandang kepada Yesus mengharapkan Dia menyelamatkan, menyembuhkan dan melindungi Anda karena Anda mengetahui kuasa dan pengorbanan kasih-Nya bagi Anda. Firman Tuhan berkata "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, " Inilah hidup yang dikehendaki Tuhan.

Apabila Anda mengalami migrain, pandanglah kepada Yesus. Lihatlah Dia sedang mengambil migrain Anda dan menanggungnya di atas tubuh-Nya di kayu salib dan berkata, "Tuhan, Bersyukur oleh bilur-bilur- Mu aku sudah disembuhkan. " (Yesaya 53:5), jika Anda terus memandang Yesus, Sang Penyembuh Anda, dengan cara demikian maka migrain itu akan bertekuk lutut kepada karya-Nya yang telah selesai di kayu salib!

Jika Anda mengalami masalah dalam keuangan dalam hidup Anda, cukup pandanglah Yesus dengan penuh keyakinan, berharaplah agar Dia memenuhi kebutuhan Anda menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dan akan membebaskan Anda dari masalah keuangan.

"Tetapi Pak Pendeta, Apakah sesederhana itu? Saya cukup memandang kepada Yesus dan Dia akan memberkati keuangan saya?

Ya memang sangat sederhana. Masalahnya dengan kita adalah bahwa kita cenderung melihat kepada diri kita sendiri. Tetapi kenyataannya kita tidak dapat menyelamatkan dan membebaskan diri kita sendiri. Bahkan Rasul Paulus pun bergumul ketika ia bergantung dengan kekuatan usahanya sendiri. Itulah sebabnya ia berkata,"Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." (Roma 7:19) namun ketika Rasul Paulus mengabaikan dirinya sendiri dan memandang kepada Yesus Dia menerima kelepasan. Rasul Paulus berkata: "AkU, manusia celaka! Siapakah yanga akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita" (Roma 7:24-25)

Inilah waktunya untuk mengarahkan fokus perhatian kita kepada Yesus Kristus, Dialah yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan. Inilah waktunya untuk mengalihkan fokus perhatian dari diri kita sendiri kepada Yesus. Jika menaruh perhatian kepada apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib maka kita akan melihat dan mengalami kesembuhan dan kelimpahan dalam kasih dan anugerah-Nya.

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca