Selasa, 13 April 2010

IMAN DAN PENYEMBUHAN

Seorang ibu yang taat beragama, menderita sakit kangker rahim, awal mulanya dengan pengobatan tradisional. Namun setelah beberapa bulan, dia mengalami rasa capai karena tak kunjung sembuh. Akhirnya diputuskan untuk pengobatan medis. Ini bukan semata-mata kehendak ibu, tetapi atas kehendakNya. Operasi pengangkatan rahim berlangsung pada hari Kamis Putih, awal Tri Hari Suci, dalam perjamuan terakhir Yesus memberi teladan pelayanan berupa “Pembasuhan Kaki Para MuridNya” dan memberi perintah baru agar kita saling mengasihi.

Operasi berjalan lancar, dan dalam proses pemulihan paska operasi sangat cepat. Ini adalah suatu mujijat Tuhan. Sehari sebelum dioperasi, ibu didoakan oleh hamba Tuhan untuk mendapatkan kekuatan. Di bagian akhir doa, ibu mohon pengampunan, dan menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Yesus. Dikala kecemasan menghimpit hatinya, ibu berseru kepada Tuhan agar diberi kekuatan. “Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikanNya kepadaku? Apabila Engkau memanggilku, janganlah aku diberi rasa sakit yang berkepanjangan. Dan apabila Engkau memberi kesembuhan, aku akan membayar nazarku kepada Tuhan untuk melayaniMu”.

Menurut pengamatan, banyak kesembuhan terjadi dalam komunitas-komunitas yang anggotanya dipenuhi dengan kasih, sehati, dan sejiwa. Sebaliknya, bila tidak ada kasih, tidak sehati, dan tidak sejiwa, sangat sedikit terjadi kesembuhan. Jadi, bukan hanya ada hubungan erat antara penyembuhan dan iman, tetapi juga terjadi hubungan erat antara penyembuhan dan kasih di dalam kelompok atau komunitas orang-orang beriman. 1

Ditengah-tengah pencobaan ibu akan berusaha melihat tangan ilahi yang mengasihi. O Yesus, ibu tidak akan membiarkan dirinya dikalahkan oleh siapapun dalam mengasihi Engkau.

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan -Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan- Nya! (Roma 11:33).

1 komentar:

Alter Pernando Siahaan mengatakan...

Iman juga adalah anugerah Allah. Iman bukan berarti pemberian yang tidak ada nilainya karena justru di dalam imanlah, Allah berkarya dan berkehendak di dalam hidup manusia. Roh Kudus meneguhkan iman di dalam Yesus Kristus yang secara totalitas aktivitas manusia ditentukan dengan kehendak Allah. berarti ada otoritas Allah secara mutlak di dalam iman seseorang. Dengan demikian, seseorang tidak berhak menilai iman orang lain dengan mengatakan tidak beriman dan iman yang kecil sebab Firman juga menegaskan iman sebesar biji sesawi pun sanggup memindahkan gunung. Iman tidak dapat diukur oleh manusia tetapi hanya Allah lah yang berhak menjadi Subjek dalam memberikan kriteria-kriteria untuk iman.justru ketika orang berimanlah maka orang akan mampu melakukan ketentuan-ketentuan Allah..
salam

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca