Kamis, 05 Mei 2011

Konfrontasi

Amsal 15:31-32
Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 126; 1 Korintus 15; 1 Samuel 18-19

Dalam berhubungan dengan sesama, kita sering kali tidak dapat luput dari konfrontasi. Konfrontasi atau menegur memang sulit dilakukan, sebab mengandung bahaya "kehilangan" hubungan tersebut. Oleh sebab itu, banyak orang lebih suka menghindari konfrontasi daripada melakukannya.

Bagaimana kita dapat memberikan teguran sehingga membangun dan menumbuhkan orang yang kita tegur? Kita perlu belajar untuk menyatakan perasan hati kita, bukan kemarahan kita. Teguran yang disampaikan dengan memaki-maki, menyerang dan menjatuhkan biasanya tidak akan efektif bagi kedua belah pihak. Orang yang dimaki-maki atau diserang tidak mungkin mau mendengar, apalagi berubah oleh teguran itu. Akibatnya besar kemungkinan hubungan itu menjadi terputus.

Kita perlu mendengar dari pihak orang yang kita tegur - mengapa ia melakukan tindakan yang tidak kita sukai itu. Tunjukkan bahwa kita adalah teman yang bersedia menolong. Bila orang yang kita tegur memiliki kesan bahwa kita adalah "musuh", ia tidak akan bersedia membuka dirinya.

Sebelum kita menegur seseorang, selidikilah apa tujuan kita. Apakah kita menegur untuk sekedar melampiaskan perasaan dan kemarahan kita? Atau, apakah kita menegur karena kita ingin agar orang yang kita tegur itu bertumbuh? Motivasi kita akan menentukan keefektifan teguran kita!

Menegur bukanlah hal yang gampang untuk dikerjakan tapi harus dilakukan untuk membangun orang lain dan juga diri kita sendiri.

2 komentar:

tora mengatakan...

Yang lebih sering terjadi adalah orang menegur bukan untuk membangun melainkan untuk pelempiasan emosi...dan tak jarang terjadi bahwa seseorang tidak bisa menerima teguran karena cara menegur tidak sesuai. Saat memberi teguran perhatikanlah motivasi dan cara penyampaiannya.

MosePA mengatakan...

Shalom... saya sangat tertarik dengan entri ini. Bila saya merefleksikan diri saya, saya mendapati saya juga berada dalam konfrontasi dengan kawan-kawan sekelas saya. Mereka seperti dingin dengan saya. Saya bingung dan tertanya-tanya, apakah kesalahan yang telah saya lakukan sehingga mereka berkelakuan demikian...

Tetapi, saya juga menyedari apakah sikap dan kelakuan saya membuatkan mereka menjadi seperti itu... Saya juga lama sudah tidak berdoa, tidak menguatkan iman. Akibatnya, saya sekarang menjadai sangat sensitif dan pemarah. Sebelum ini, saya tidak seperti ini. saya seorang yang tabah, penyabar dan seorang yang kuat iman tetapi sekarang sudah jauh berbeza. Apakah yang patut saya lakukan sekarang saudara/saudari?

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca