Rabu, 20 Februari 2008

Kegelapan sebelum Fajar

Kesulitan itu sesuatu hal yang wajar. Dalam pekerjaan iman seperti ini, tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai tujuan yang mulia. Sementara itu kita juga tidak akan membayar dengan harga yang murah untuk mendapatkan sesuatu yang tidak bernilai. Kesulitan adalah sesuatu yang berjalan berdampingan dengan kebenaran. Kesulitan melekat pada kebenaran seperti getah di buah nangka. Seperti layaknya bau durian yang tidak dapat ditutupi.

Mereka yang mencintai kebenaran harus bertahan keras seperti layaknya orang - orang dengan tekad baja, namun di saat yang sama juga menjadi orang yang berhati mulia dan bening seperti kaca. Hati seperti kaca adalah cerminan dari hati yang bersih dari keinginan-keinginan dan tujuan-tujuan pribadi. Dan hati seperti kaca juga sangat sensitif serta mudah hancur ketika melihat ketidakadilan di tengah dunia. Hati yang hancur ini bukanlah cerminan dari hati yang lemah dan tekad baja tidak mudah tergoncangkan.

Untuk menikmati indahnya fajar, tidak ada jalan lain kecuali melalui gelapnya malam. Pdt. Damanik menambahkan, "Di tengah dunia ini, saya seringkali menjumpai kebenaran jarang sekali menang, malah banyak kali kebenaran harus tumbang di tengan jalan. Namun demikin saya meyakini suatu hari nanti kebenaran akan dibukakan. Tuhan adalah kebenaran yang abadi. Ia Maha Pengampun dan memberkati kita dengan anugerah dan kebenaran yang memberikan kita kuasa serta kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dan penderitaan".

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca