Jumat, 15 Februari 2008

klaim janji tuhan

Sejak kecil, kedua orang tua mendidik saya untuk menepati janji. Mereka mengajarkan hal itu dengan cara memberi teladan terlebih dahulu. Akibatnya, tiap kali orang tua atau siapa saja yang menjanjikan sesuatu kepada saya, saya tidak akan berhenti mengingatkan sampai mereka menepatinya.

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman menjanjikan sesuatu untuk saya. Setiap hari saya mengingatkan dia sampai akhirnya dia bosan sendiri dan memberikannya kepada saya. Ketika saya melakukan itu, Tuhan mengingatkan saya, "Mengapa kamu tidak sedemikian gigihnya kepadaKu? Mengapa seringkali kamu kurang percaya kalau Aku tidak akan mengingkari janji yang telah Kubuat?"

Banyak kali kita melakukan hal demikian kepada Tuhan. Kita berhenti berdoa setelah beberapa waktu doa kita belum juga dijawab. Kita kurang memercayai janji Tuhan untuk masa depan yang penuh dengan harapan, untuk kesembuhan atas sakit penyakit, untuk hidup berkelimpahan, dan banyak lagi.

Tapi saat ini maukah Anda untuk mulai memercayai Tuhan, memberikan kendali atas seluruh hidup Anda kepada Tuhan, untuk mengklaim semua janji yang telah diberikan Tuhan kepada Anda?

Sama seperti seorang hakim yang akhirnya bosan karena janda yang terus menerus "menghantuinya" atas sebuah permintaan, Tuhan juga akan menjawab doa Anda ketika Anda tidak berhenti berdoa.

Tuhan Yesus Memberkati

Thx to Johan W.

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca