Rabu, 04 Juni 2008

Hidup Yang Penuh Harapan

I Petrus 1: 3b

Tiba-tiba pintu ruang bersalin terbuka. Seorang dokter dengan pakaian khusus keluar. "Istri Anda dalam keadaan baik. Namun sayang keadaan bayinya membahayakan jiwa istri Anda. Ada satu hal yang harus Anda putuskan, keselamatan istri Anda atau bayinya. Saya tahu hal ini sulit, namun kami telah berusaha sekuat mungkin. Akhirnya kami harus menemui Anda, sebab keputusan Anda amat menentukan. Jika Anda sudah siap, silahkan kami dihubungi dan menandatangani formulir ini", setelah berkata demikian dokter tersebut memeluk bahu pria yang diajak bicara.

Sorot matanya di balik kaca mata yang tebal memberi semangat pada pria yang tubuhnya gemetar.
Rata Penuh
Pria yang sedari tadi gelisah, sekarang bertambah gemetar setelah menerima berita yang meluncur dari mulut dokter yang memeluknya.

Wajahnya jadi pucat seperti mayat. Butiran keringat dingin sebesar kacang kedelai bermunculan di dahinya. Mulutnya menganga, lidahnya kelu.

Matanya nanar. Setelah berusaha menelan ludahnya, ia berusaha mengeluarkan kata-kata.

"Dokkkkter, .....mmm. bbberi kesempatan saaaya untuk berdoa".
Kepala dokter tersebut menggangguk, tanda setuju.
Ruangan tunggu kelahiran bayi malam itu sepi menggigit, sinar lampunya nampak pudar.

Suasana saat itu bisu dingin menutupi tembok sekeliling ruangan itu. Pria itu kemudian tertunduk. Wajahnya ditenggelamkan atas kedua telapak tangannya yang menopangnya. Suara tangis tertahan bercampur kepedihan dan rasa takut menimbulkan suara yang keluar dari mulutnya seperti suara berguman, tidak jelas. Suasa kembali sunyi . Kemudian ia perlahan bangkit, berjalan menuju perawat yang berdiri menunggunya.

"Suster, katakan kepada dokter, istri saya perlu diselamatkan, sedapat-dapatnya selamatkan juga anak saya. Saya telah melihat harapan."

Suster itu hanya menggangguk, kemudian menyodorkan sehelai lembaran formulir. Setelah ditandatangani. Ia kembali menunggu.

Persalinan berlangsung sulit. Dokter berupaya mengeluarkan bayi dari dalam rahim wanita yang sudah mulai kehabisan tenaga. Dengan alat khusus, dokter tersebut mengupayakan kepala sang bayi dapat keluar terlebih dahulu. Namun tiba-tiba, crot.., darah segar muncrat disertai bola mata yang masih terikat ototnya keluar mengelantung, baru kemudian kepala bayi. Merasa berpacu dengan waktu, dokter makin berusaha keras untuk mengeluarkan seluruh tubuh bayi itu. Bunyi gemeretak tulang rawan bayi yang patah karena proses tersebut. Akhirnya, tubuh bayi yang mirip seonggok daging tersebut utuh keluar dari dalam rahim. Persalinanpun berjalan sampai tuntas.

Dokter segera memerintahkan seorang perawat agar membersihkan tubuh bayi tersebut dan segera dimasukkan kantong mayat. Namun Tuhan yang mendengar doa bertindak lain. Tubuh bayi yang masih berlumuran darah dibersihkan terlebih dahulu oleh perawat. Saat tangan sang perawat membersihkan tubuh bayi di bagian dada sebelah kiri, nampak denyut jantung yang lemah. Tanda kehidupan. Rupanya denyut yang lemah terlihat oleh sang perawat tersebut. Segera bayi tersebut di kirim ke ruang khusus.

Empat tahun kemudian, bayi itu tumbuh menjadi seorang anak mirip monster hidup. Ia di beri nama William Cutts. Jika bayi normal, diusia sebelas tahun telah belajar berjalan, tidak demikian dengan William Cutts. Ia baru belajar merangkak seperti anjing. Kepala bagian kanan agak besar, matanya yang kanan rusak berat, tidak mungkin bisa melihat.

Bahunya miring. Menjelang remaja, jalannya miring seperti tiang hampir roboh. Dan kata dokter, otaknya tak akan sanggup berkembang alias tidak mungkin bisa belajar seperti manusia normal.

Sudut pandang dokter rupanya beda dengan kedua orang tuanya, mereka melihat harapan. Orangtuanya terus membesarkannya dengan penuh kasih sayang. "Kelak anakku akan dipakai Tuhan secara luar biasa, sebab aku yakin harapan itu ada", demikian doa kedua orangtuanya, setiap kali melihat William Cutts yang selalu kesulitan dengan menyelaraskan jalannya dengan bahunya. Tuhanpun mewujudkan harapan anak-anakNya.

Tepat pada waktuNya, William Cutts bersimpuh di kaki- Nya, satu ayat yang dipegangnya yang menjadi dasar panggilannya, "Justru di dalam kelemahan kuasa-Ku menjadi sempurna", II Korintus 12: 9. Inilah sumber pengharapan baginya.

Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan orang yang berharap kepada-Nya.

Tuhan pun membuktikan janjiNya. Apa yang tidak dipandang oleh dunia, dipakai Allah secara luar biasa. Dengan segala keterbatasannya, William Cutts maju untuk taat. Harapan demi harapan terkuak setelah ia taat melangkah.

Setelah menyelesaikan sarjananya di sekolah theologia, ia menjadi utusan misi ke Irian Jaya, Indonesia. Tuhan meneguhkan janjiNya, dalam kelemahan kuasa-Nyata nyata. Tiap langkah pelayanan William Cutts, Tuhan meneguhkan dengan mujizat-Nya. Semua ini diawali dengan orang yang melihat harapan dan mempercayai harapan di dalam Yesus itu pasti ada dan tidak pernah sia-sia.

William Cutts telah menyaksikan apa makna hidup di dalam pengharapan yang berlimpah di dalam Kristus!

Sesungguhnya harapan di dalam Kristus itu, adalah;

Harapan selalu memperlihatkan pada orang percaya bahwa di ujung jalan yang gelap ada terang.

Harapan selalu dapat menopang kehidupan orang percaya yang telah patah semangat dan tak berdaya.

Harapan selalu memberikan peluang, kemungkinan dan kepastian ada pemulihan kembali saat kehidupan dirasa seperti buluh yang patah atau sumbu hanya tinggal asap.

Jadi harapan itu selalu memberikan kehidupan, semangat, gairah dan kesegaran baru. Dan ..

Orang yang berharap kepada Tuhan tak pernah dibiarkan malu tersipu-sipu!

Harapan yang Tuhan Yesus berikan bukan harapan seperti yang Anda dipikirkan atau dunia tawarkan. Harapan di dalam Kristus bukan harapan yang terbatas, tidak pasti dan bersifat temporer. Harapan di dalam Kristus adalah harapan yang melimpah, pasti, dan berlimpah bak sungai.

Harapan yang demikian selalu ada di dalam diri orang percaya.

Dan harapan itu amat nyata secara khusus bagi orang-orang percaya yang mengalami berbagai-bagai dukacita karena pencobaan (ay. 6).

Jika demikian mengapa Anda berkata , "tidak ada harapan bagiku?"
Ambillah selangkah lagi, lihat tangan-Nya terbuka siap memeluk Anda.

Source : from eliastories

9 komentar:

Anonim mengatakan...

luar biasa...
Semoga kita tetap meletakkan pengharapan kita hanya pada DIA.

dave_miracle_lie mengatakan...

how great is Our God ..
thanks for posting ,Jesus Bless You..

dave_miracle_lie mengatakan...

how great is Our God ..
thanks for posting ,Jesus Bless You..

Anonim mengatakan...

Tuhan Sungguh Baik Bagi Setiap Anak anaknya Yang Mau Berserah KepadaNya...

Walele Mercyfull Foundation (WMF) mengatakan...

Saya sangat terharu ketika membaca renungan ini,saya bertumbuh dan besar dalam keluarga yang disebut William & Grace Cutts, kami menyebutnya Bapa Tuani Kasi, mereka adalah missionaris pertama yang membawa obor ditengah suku2 terasing di pedalaman Hitadipa dan Pogapa- Kabupaten Intan Jaya-papua. GBU,

Anonim mengatakan...

Betul sekali kalau kita berharap pada Tuhan, MujizatNya selalu dinyatakan. Pada saat saya mau melahirkan anak ke-2 saya, saat itu sudah pembukaan 7 dan detak jantung bayi drop sampai 2x selama 5 menit ( drop itu angkanya menunjukkan di bawah 50 ).. dan suster sudah bilang bahwa saya harus c-section kalau detak jantung bayinya drop 1x lagi. Tapi waktu itu saya dan suami saya TIDAK mau c-section, tapi suster bilang bisa berbahaya buat bayinya. Akhirnya dokter datang dan bilang bahwa itu satu2nya cara jika detak jantung bayinya drop sekali lagi. Dokter sudah menyuruh saya menandatangani surat persetujuan operasi dan sudah memberikan baju u/ suami saya di ruang operasi nanti. Jadi begitu detak jantung bayi drop, saya langsung didorong ke ruang operasi. Saya bilang sama suster.. Give me 15 minutes ".. Lalu saya memuji menyembah Tuhan, berbahasa roh. Suami saya di kursi juga berdoa. Sambil melihat ke mesin detak jantung bayi naik terus sampai angka 100 ke atas... akhirnya pembukaan lengkap dan saya diijinkan push. Dokter bilang pada saat saya nge-push, detak jantung bayi biasanya suka drop juga. Tapi ini sebaliknya. Detak jantung bayi di atas 100 terus. Akhirnya bayi saya lahir normal. Ternyata pas bayi saya keluar, dia terlilit tali pusar. Itu yang menyebabkan detak jantung drop karna pada saat kontraksi hebat, dia tercekik... Tapi Tuhan itu memang luar biasa, Dia buktikan bahwa Dia Allah yang sanggup mengadakan mujizat ! Pada saat kontraksi hebat dan bayi tercekik, detak jantung di atas 100 terus dan bayi saya bisa lahir normal tanpa kekurangan apapun! Kemuliaan hanya bagi Tuhan! Orang yg berharap pada Tuhan selalu mendapatkan mujizat ! Saat ini bayi saya sudah berumur 1 tahun 1 bulan.
Berharaplah pada Tuhan dan Dia akan menyatakan KuasaNya !

Mayantri Christina mengatakan...

Sangat Menakjubkan....Trims Jesus

Mayantri Christina mengatakan...

Sangat Menakjubkan..... Thank U Jesus

Mayantri Christina mengatakan...

Sangat Menakjubkan....Thank U Jesus

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca