Selasa, 06 Oktober 2009

TEKUN BEKERJA

Nats: Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti (Rut 2:7)

Bekerja sebagai regu pemadam kebakaran itu unik. Menurut Dr. Terence Keane, seorang pengamat perilaku, hanya 5% waktu mereka dipakai untuk memadamkan api. Sisanya, 95% waktu dipakai untuk menunggu. Ini membuat banyak pemadam kebakaran kerap merasa bosan, sehingga mereka disarankan agar melakukan pekerjaan lain untuk mengisi waktu, tetapi tetap siaga. Orang yang tidak bekerja akan merasa hidupnya tak bermakna. Tak bersemangat. Sebaliknya, kesibukan bekerja akan meningkatkan vitalitas hidup!

Rut dan mertuanya tiba di Israel tanpa membawa apa pun. Melarat.
Fakta ini mengharuskan Rut segera berjuang mencari makan agar mereka berdua bisa tetap hidup. Rut tidak suka berpangku tangan, apalagi meminta-minta sambil menunggu belas kasihan orang. Rut lebih suka bekerja. Maka, ia mohon diperkenankan memungut sisa bulir-bulir jelai yang berceceran. Pekerjaan kasar ini ia tekuni dari pagi sampai sore. Melelahkan. Namun, Rut bekerja dengan tekun. "Seketika pun ia tidak berhenti," karena didorong oleh rasa tanggung jawabnya. Rut bekerja keras melakukan yang terbaik, meski pekerjaannya sangat tidak menyenangkan. Dan, Tuhan memberkati karyanya.

Mungkin pekerjaan Anda lebih nyaman daripada Rut. Sudahkah Anda
bekerja segiat dia: melakukan yang terbaik? Ataukah kita
bermalas-malasan dan bekerja ala kadarnya? Ingatlah bahwa setiap
pekerjaan adalah anugerah Tuhan. Berapa pun upah yang Anda terima,pekerjaan membuat kita merasa diri berharga. Pekerjaan membuat kita mampu mandiri. Jika dilakukan dengan giat dan penuh dedikasi,pekerjaan akan membawa kemuliaan besar bagi Tuhan -JTI

JANGAN BEKERJA ALA KADARNYA BEKERJALAH SEOLAH TUHAN-LAH BOS ANDA

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca