Jumat, 05 Agustus 2011

Blak-blakan

Amsal 27:5
Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 37; 1 Timotius 1; Yesaya 27-28

Di kantor saya dulu, kami selalu diajak untuk bicara blak-blakan tentang banyak hal. Tujuannya tidak hanya supaya setiap staff mampu bicara terbuka, tapi juga demi menciptakan ilim keterbukaan. Dan bagi saya, hal ini adalah hal yang sangat positif.

Namun, seringkali ketika kita bersikap blak-blakan saat menegur seseorang, kebanyakan orang tidak bisa menerimanya. Mungkin kita juga termasuk yang tidak bisa menerima hal ini. Padahal sikap blak-blakan bukan berarti hendak menjatuhkan kredibilitas pribadi tertentu.

Yesus merupakan teladan yang sangat baik dalam keterbukaan. Ia selalu blak-blakan dalam menegur setiap orang termasuk murid-muridNya. Perhatikan bagaimana Ia menegur Petrus dengan keras tatkala Petrus dipakai iblis untuk mencegah Yesus menderita. Dan saya kira teguran Yesus ini didengar oleh murid-muridNya yang lain. Dan kalau mental Petrus lemah, tentulah ia sudah menarik diri dari bilangan dua belas orang tersebut. Pui Tuhan, ia tidak mundur dari mengikut Yesus. Sebaliknya, ia mengambil bagian penting dalam pekerjaan penginjilan pada tahun-tahun kemudian.

Kita tidak perlu sakit hati kalau ditegur keras dan sceara blak-blakan, apalagi kalau memang kita telah melakukan kesalahan. Itu merupakan sarana agar kita memperbaiki kinerja kita. Jadi, berbesar hatilah kalau orang di sekitar Anda menegur secara blak-blakan.

Teguran keras lebih baik daripada tidak ada input untuk memperbaiki kesalahan.

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca