Selasa, 03 Juli 2012

Dewasa Dalam Memberi

2 Kor 9:6
"Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 4; Matius 4; 2 Tawarikh 20-21

Salah satu ciri kedewasaan dalam Kekristenan adalah: pemberian. Pada praktik gereja mula-mula, bahkan sejak masa Israel, hal memberi adalah sebuah tindakan rohani yang sering ditandaskan Alkitab. Motivasi utamanya sederhana, yaitu agar manusia tidak dikuasai oleh harta yang dititipkan Tuhan padanya. Itu sebabnya Tuhan memerintahkan untuk memberi agar kita terbebas dari ketamakan. Kepada jemaat di Korintus, Paulus menguraikan beberapa prinsip dalam memberi.

Pertama, berlakunya hukum tabur tuai (2Kor 9:6). Meski tujuan utama kita memberi bukan "memancing" berkat Tuhan, tapi menurut ayat ini, apa yang kita berikan akan paralel dengan apa yang kita terima. Yang menabur sedikit akan menuai sedikit, demikian pula sebaliknya.

Kedua, kerelaan diperlukan pada saat memberi (2Kor 9:7). Kerelaan akan muncul jika tumbuh kesadaran bahwa kita bukanlah pemilik, melainkan sebatas pengelola. Kalau kita merasa memilikinya, seperti yang Paulus tuliskan, kita akan menjadi sedih dan terpaksa. Ada rasa kehilangan yang mengikuti pemberian kita. "Bagaimana dengan kehidupan saya nanti?" biasanya pertanyaan itu akan muncul.

Ketiga, memberi dengan sukacita (2Kor 9:7b-8). Daripada menyesali pemberian kita, lebih baik jika kita memberi dengan sukacita. Mengapa? Di ayat 8, ada janji Tuhan yang dinyatakan di dalamnya. Kelimpahan kasih karunia akan kita terima, kecukupan akan didapatkan, malah akan berkelebihan di dalam kebajikan.

Kini waktunya menunjukkan kedewasaan melalui pemberian yang dilandasi kerelaan dan sukacita.

Salah satu ciri kedewasaan rohani adalah memberi.

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca