Senin, 28 Januari 2008

Silahkan mati kehausan

Jill sudah kehausan setengah mati. Dan, sungai berair jernih-segar itu tinggal sepelemparan batu di depannya. Namun, sosok Aslan yang berbaring di tepiannya membuat Jill tertegun ragu-ragu. Ia belum mengenal benar singa itu. Bagaimana seandainya Aslan menerkamnya?

Setelah memberanikan diri bertanya, dan diberi tahu bahwa sumber air yang ada hanyalah sungai itu, Jill masih was-was juga.

"Ya, silahkan mati kehausan," jawab Aslan. Jawaban yang tampaknya konyol, namun benar.

Dongeng kursi perak karangan C.S. Lewis dengan sangat bagus menggambarkan cara kita mendekati Yesus yang dilukiskan sebagai Aslan, sang singa (ingat "Singa dari suku Yehuda"?). Mungkin kita pernah mengalami kekeringan rohani, namun justru ragu-ragu untuk datang pada Yesus. Sebagaimana Jill membayangkan Aslan seperti singa-singa yang dikenalnya, kita menganggap Yesus seperti sosok otoritas dunia, yang tak mudah di dekati.

Namun, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan penuh keberanian. Begitu Jill mau mereguk air sungai, dahaganya langsung terpuaskan. Tuhan Yesus mengatakan , "Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi siapa saja yang minum air yang akan kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya". (Yohanes 4:13,14)

Undangan itu tetap berlaku pula saat ini. Maukah Anda mereguk air yang ditawarkan-Nya itu? Kiranya Anda memperoleh kelegaan dihadiratnya.

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepada-Mu (Yakobus 4:8)

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca