Sabtu, 05 Juli 2008

Menyalakan Kembali Api

I Timotius 4:14-16

Sungguh menyedihkan melihat orang-orang Kristen yang kehilangan semangat untuk melayani Tuhan dan memberitakan Injil. Mereka lebih suka menjalani kehidupan yang suam-suam kuku, tidak mau mengambil risiko sedikit pun dalam mengangkat panji-panji-Nya.

Disadari ataupun tidak, mereka membuang kesempatan untuk menerima berkat Allah, dan terhanyut ke dalam arus dunia yang sia-sia. Namun orang-orang Kristen yang bijak akan terus menjaga api kegairahan mereka agar tetap menyala, sebagaimana nyala api pertama yang mereka dapatkan di saat mereka menerima Kristus.

Ketika kita diselamatkan, kita menerima Roh Kudus yang menjadi Penolong kita dalam pelayanan. Namun pilihan-pilihan yang salah dan prioritas-prioritas yang tidak pada tempatnya dapat memadamkan kuasa-Nya di dalam hidup kita. Bila hal ini terjadi, bagaimanakah kegairahan kita akan Allah dapat menyala kembali?

Langkah pertama adalah memohon agar Allah memenuhi kembali hati kita dengan Roh-Nya. Biarlah Dia menyegarkan dan mengendalikan hidup kita. Hal ini memerlukan introspeksi diri dan pertobatan dari dosa apapun yang diingatkan Tuhan kepada kita. Hal ini juga berarti mengembalikan kepada Allah hak sepenuhnya untuk memerintah atas hidup kita.

Kemudian, pikirkanlah tentang apa yang terjadi di dalam hidup kita ketika kegairahan itu terakhir kalinya bergelora di hati kita. Memahami bagaimana tekanan dan kegiatan lain memengaruhi pelayanan kita dapat menolong kita membuat prioritas dengan bijaksana.

Langkah bijak yang terakhir adalah mempersembahkan satu hari atau lebih untuk memfokuskan kembali hati kita pada Tuhan. Ini adalah saat yang baik untuk mengingat akan firman-Nya yang menguatkan di dalam Yesaya 41:10. Dengan cara itu, kita dapat mengalihkan perhatian kita dari masalah dan mengingat bahwa Dia akan menuntun kita sebagai Gembala, melewati pengujian kita.

Semakin kita berfokus pada Allah, semakin kecil kebingungan dan stres yang kita alami.

Kita tidak perlu tinggal berlama-lama dalam keadaan yang suam-suam kuku. Kegairahan yang pernah kita alami pada saat kita diselamatkan, dapat kembali kita rasakan bila kita mengarahkan perhatian kita pada Allah.

TUHAN YESUS memberkati

"Terima, Renungankan, Lakukan & Bagikan setelah membaca renungan harian singkat ini...."

From : Pengurus PDK LGEIN Factory-2

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca