Jumat, 11 Juli 2008

TERGERAK BERTINDAK

Kalau Anda hanya punya tabungan Rp3.300.000,00, maukah Anda menyumbangkannya untuk orang lain? Elly Liligoli mau. Ia mempergunakan seluruh uang yang ia miliki untuk membeli buku pelajaran, alat tulis, dan kapur tulis untuk anak-anak Suku Rana di pedalaman Pulau Buru, Provinsi Maluku. Semua itu berawal dari air matanya yang mengucur ketika menyaksikan kenyataan bahwa ratusan anak Suku Rana tak dapat mengenyam bangku sekolah, sehingga mereka tidak dapat membaca, menulis, dan berhitung. Hati Elly tergerak oleh belas kasihan.

Ia pun nekat membangun sekolah darurat dan harus berupaya keras meyakinkan masyarakat yang telanjur apatis terhadap upaya pengadaan pendidikan. Bahkan, Elly memberi dirinya menjadi guru pengajar dari 125 anak Suku Rana. Ia mengajar membaca, menulis, berhitung, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan mata pelajaran lain. Dari upaya yang dirintis tahun 2001 itu, akhirnya ada 17 murid Sekolah Dasar Suku Rana pertama yang lulus Ujian Akhir Nasional. Murid-murid itu pun kemudian melanjutkan ke SMP.

Tentu kita juga pernah tergerak oleh belas kasihan ketika melihat, mendengar, atau membaca pengalaman menyedihkan yang dialami orang lain. Lalu kita bersimpati dan merasa iba. Alkitab juga kerap mencatat bahwa Tuhan Yesus "tergerak hatinya oleh belas kasihan". Bedanya, pada saat-saat demikian Yesus tidak hanya tergerak hati-Nya tetapi juga bertindak secara praktis, yaitu menyembuhkan mereka yang sakit (ayat 14). Ya, simpati yang diikuti tindakan sekecil apa pun akan jauh lebih berarti daripada sekadar rasa kasihan

HATI YANG TERGERAK OLEH SIMPATI ITU MANUSIAWI
SIMPATI YANG DIIKUTI TINDAKAN ITU KRISTIANI

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca