Senin, 31 Maret 2008

Pacaran yg sempurna

Saya mau bagikan apa yang dulu pernah dapat dari sebuah retret 2000.

saya sangat menikmati perbincangan dengan sahabat dan teman-teman lama. Dari perbincangan tersebut, salah satu pertanyaan yang sering saya tanyakan kepada mereka adalah, "Kapan menikah?" Yang menarik adalah mendengar jawaban dari kebanyakan mereka. "Ah kamu, boro-boro menikah, calon aja belum punya; cepat banget menikahnya?" Mendengar jawaban ini saya lanjutkan, "Ha? Terlalu cepat menikah? Umurmu sudah berapa tahun?" Ada yang menjawab, 27; 28 atau 29 tahun. Gawat, pikirku. Memang inilah rupanya gejala umum pemuda kita. Saya jadi teringat ketika masih studi ada Guru saya orang Amerika yang ketika itu (tahun 1999) umurnya baru 36 tahun, tapi putrinya sudah SMP.

Saya pernah bercanda dengan teman saya, bahwa saya akan menikah Tahu reaksi mereka? Sebagian besar mentertawakan. "Ha? Mau menikah? Cepat amat?" Seorang yang saya anggap sebagai kakak rohani bernyanyi mendengar hal itu sambil ngeledek, "Too young to be married." Itulah sebabnya saya pun merasa sejahtera untuk 'tidak terburu-buru untuk menikah. Tokh saya berpikir bahwa lingkungan mengajarkan demikian. Tetapi kemudian saya baru menyadari bahwa dilihat dari banyak segi, pandangan tersebut tidaklah benar. Khususnya, ditinjau dari segi anak. Tegakah kita 'menelantarkan' anak-anak kita oleh karena kita dipensiunkan sementara mereka saat itu justru sedang membutuhkan kita?

Mengapa menunda-nunda pernikahan? Kalau ditanyakan mengapa orang tersebut belum menikah, jawabannya bervariasi. Ada yang mengatakan 'belum siap'. Apanya yang belum siap? Materi? Kalau seorang belum bekerja, jawaban tersebut wajar. Tetapi, kalau sudah, mengapa belum? Saya kuatir ada orang yang memiliki konsep bahwa menikah harus dengan cara begini begitu. Misalnya harus di tempat bergengsi yang menampung sekian ratus bahkan sekian ribu orang. Menikah harus memiliki rumah sendiri dan seterusnya. Kalau begitu, kita telah merusak pernikahan tersebut. Karena kita telah menjadikan moment pernikahan menjadi arena bergengsi-gengsian! Bila hal ini terjadi pada mereka yang belum menjadi anak Tuhan (baca: belum mengenal ajaran Kristus) maklum sajalah. Tapi, kalau terjadi pada anak-anak Tuhan, wah gawat! Rupanya, gengsi masih cukup menguasai hidup anak-anak Tuhan. Tidak heran jika dalam hidup persekutuan pun, khususnya di persekutuan Sell, kelihatannya, tanda hidup bergengsi-gengsian itu pun telah masuk (diimport dari dunia ini).

Suatu ketika pemimpin saya bertemu seorang alumni yang sudah bekerja dengan gaji di atas rata-rata. Dia pergi ke kantor dengan kendaraan pribadi. Alumni tersebut sudah cukup lama punya pacar. Suatu kali saya bertemu dengannya dan menanyakan, "Kapan menikah?" "Tunggu, masih lama, belum siap," katanya. Lalu saya ajak dia terus mendiskusikan hal tersebut. Ternyata, dibalik alasan tersebut, keberatan sesungguhnya adalah karena ayahnya tidak ingin menikahkan dia dengan acara sederhana. Ayahnya ingin acara besar yang memerlukan dana besar pula. Lalu saya berkata dalam hati, "Sayang juga kamu menunda-nunda pernikahanmu bertahun-tahun hanya karena sekedar ingin memuaskan ambisi (gengsi) ayahmu untuk satu hari saja!"

Mengapa menunda-nunda pernikahan? Ataukah belum siap dari segi karakter atau rohani? Seperti pengakuan orang lain lagi kepada saya. Kalau begitu, "Apa yang selama ini dilakukan dalam pacaran? Seharusnya saat berpacaran itu diisi dengan penyesuaian dan pembinaan karakter dan kerohanian. Inilah tujuan berpacaran menurut saya, sebagaimana nanti kita lihat pada bab berikutnya. Tapi, saya juga kuatir ada yang beranggapan bahwa sebelum menikah keduanya mesti benar-benar cocok. Kalau begitu, Anda keliru. Masa pernikahan merupakan masa saling belajar dan saling menyesuaikan diri. Karena itu, saya setuju pendapat yang mengatakan bahwa dalam hal pernikahan, "It's a learning process." Jika kita memiliki pandangan seperti tersebut di atas, menurut pengamatan saya, tidak akan pernah seseorang benar-benar cocok dengan partnernya. Pasti akan ada segi-segi tertentu yang membuat kurang cocok. Maka sebenarnya yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk mengasihi partner masing-masing sebagaimana dia ada, atau dengan apa adanya. Selanjutnya dalam proses pernikahan, dituntut kemauan dan kemampuan untuk belajar saling membina partner masing-masing. Jadi, bila seseorang tidak berani menikah karena belum benar-benar cocok, itu sudah salah. Sampai kapan Anda merasa cocok? Tentu saja saya tidak bermaksud untuk menganjurkan pernikahan bagi mereka yang baru pacaran satu minggu atau satu bulan. Bagi mereka yang baru pacaran, tentu saja belum memiliki pengenalan yang cukup terhadap partner masing-masing.

Ataukah penundaan itu karena memang belum mendapatkan calon yang dapat dijadikan teman hidup? Mengapa belum? Masih terlalu muda? Benarkah demikian? Sudah berapa usia saudara sekarang? Kalau usia saudara sudah di atas 20 tahun (untuk perempuan) atau 22 tahun (untuk pria) sudah saatnya saudara berpacaran. Atau barangkali saudara sulit memulai bagaimana menggumuli calon teman hidup saudara? Kalau demikian, kita akan membahas hal itu di bawah ini.

Saya menyarankan ada tiga langkah untuk menggumuli calon teman hidup.
Pertama, mendoakan.
Segala sesuatu dalam hidup kita harus dimulai dengan doa, terlebih lagi masalah teman hidup. Anehnya, ada orang yang malu atau tidak mau mendoakan masalah ini. Padahal, hal-hal lain seperti ujian, mencari pekerjaan, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh. Mengapa ya? Apakah hal calon teman hidup ini kurang penting didoakan? Atau hal itu kurang rohani? Menurut pendapat saya hal ini malah sangat penting untuk didoakan dan sangat rohani. Itulah sebabnya pada saat retret atau Bible Camp tersebut dalam hal menggumuli calon teman hidup. pemimpin kami mendorong peserta retret untuk peka terhadap pimpinan Tuhan akan hal itu.. Tentu saja, itu dapat menjadi akibat, bukan tujuan. Karena Tuhan Yesus sendiri bersabda: "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Di negara kita, wanita memang agak ditabukan bila terlalu agresif dan terlalu berinisiatif. Tapi tidak salah mendoakannya secara serius, bukan? Wanita bisa berdoa kira-kira demikian, "Ya Bapa, tunjukkanlah padaku siapa yang telah Tuhan sediakan. Tolonglah agar hamba peka dan tahu. Pertemukan dia dengan hambaMu ini." Hal itu jugalah yang saya lakukan sebelum berpacaran. Salah satu doa saya sebelum menemukan calon adalah, "Ya Bapa, jadikan kami seperti magnit dengan dua kutub yang saling tarik menarik. Tetapi tutuplah dan angkatlah perasaan cinta terhadap siapapun yang bukan dari Tuhan." Mungkin ada yang bertanya, "Sampai berapa lama tahap mendoakan ini dilakukan? Satu minggu? Satu bulan? Satu tahun?" Berdoalah dalam waktu yang cukup lama dan perhatikan suasana hatimu kepada seseorang yang digerakkan Tuhan secara lebih khusus.

Kedua, meyakini.
Setelah saudara berdoa cukup lama, diharapkan Allah memberi keyakinan dalam diri saudara. Maka saudara harus yakin bahwa itu adalah pilihan Tuhan, bukan sekedar keinginan diri sendiri atau karena kecantikan wajahnya. Karena itu, dalam masa ini, saudara dapat berdoa kira-kira demikian, "Ya Bapa, bila orang ini adalah dariMu, peliharalah perasaan hati saya kepadanya dan alihkan dari orang lain." Keyakinan tersebut perlu dievaluasi. Setelah yakin, apakah itu berarti si dia akan berespon positif terhadap cintamu kepanya? Jawabnya, belum tentu. Malah bisa terjadi sebaliknya. Karena itu, meskipun memperhatikan respon si dia tersebut penting, jangan terlalu bersandar pada responnya. Mengapa? Karena bisa saja dia sedang salah menggumuli orang lain. Atau reaksinya tidak jujur. Itulah kenyataan yang cukup sering terjadi. Karena ada orang yang menunjukkan sikap negatif terhadap orang yang dia cintai. Dalam konseling, seorang pria berkata kepada saya, "Justru kalau tidak ada perasaan cinta, saya lebih bebas dan bertindak lebih hangat seperti ada apa-apanya. Tapi kepada orang yang saya cintai, aduh, grogi, kaku. Pernah sekali, saya dengan teman menyeberang jalan. Salah seorang di antara teman yang menyeberang itu adalah orang di mana saya sedang jatuh cinta. Ketika sedang menyeberang jalan, saya malah menjauhi dia dan pura-pura akrab dengan perempuan lain."

Lain lagi dengan masalah wanita. Mereka memang agak kurang berani menyatakan perasaannya. Kelihatannya tidak jujur dalam responnya.Seorang pernah berkata, "Justru di situlah letak perbedaan wanita dengan seorang diplomat. Bagi seorang diplomat, mengatakan, "yes" bisa berarti "may be", dan mengatakan, "may be" bisa berarti "no". Karena seorang diplomat tidak akan pernah terlalu berterus terang dalam jawabannya dengan mengatakan "no" atau tidak terhadap sesuatu hal. Bila dia terlalu terus terang seperti itu, dan berkata "no", maka berhentilah dia sebagai diplomat. Sebaliknya dengan wanita. Perkataan "no" bisa berarti "may be", sedangkan "may be", bisa berarti "yes". Dan kalau dia mengatakan "yes," maka dia berhenti menjadi seorang wanita. Itulah sebabnya kalau seorang wanita ditanya oleh seorang temannya tentang perasaan dia terhadap seorang pria tertentu, dia bisa menjawab "may be" (ya, kali) untuk seseorang yang sedang dia sukai.

Kembali kepada keyakinan tersebut di atas, kalau saudara telah memiliki keyakinan terhadap seseorang, maka ujilah keyakinan tersebut dalam doa di hadapan Tuhan. Kalau Tuhan ternyata meneguhkan, bersyukurlah dan mohon agar Tuhan memelihara keyakinan tersebut. Kiranya saudara tetap setia, sekalipun si dia kelihatan belum berespon positif terhadap perasaan cinta saudara, dan malah semakin menjauh. Lalu berdoalah agar Tuhan menyatakan pimpinanNya pada si dia sebagaimana Tuhan telah memimpin saudara. Doakanlah agar pada waktunya Tuhan membawa dia kepada saudara. Mungkinkah? Benarkah sikap demikian? Mungkin dan benar. Sudah banyak contoh terjadi.

Suatu kali Nuni (bukan nama sesungguhnya) datang konseling kepada pemimpin saya mengenai hal ini. Dia menceritakan seseorang yang telah berdoa untuk calon teman hidupnya (seseorang itu sebenarnya dirinya sendiri, tapi dia memakai bentuk ketiga). Lalu dia melanjutkan bahwa kelihatannya Tuhan menjawab dan memberikan keyakinan terhadap si Dodi (juga bukan nama sesungguhnya). Namun, apa yang terjadi? Ternyata Dodi tidak memberi respon positif kepadanya. Malahan Dodi tersebut mencintai Shinta (sebutlah namanya demikian) dan sedang mencoba mendekatinya. Nuni menge-tahui hal itu, karena Shinta adalah teman baiknya. Lalu dalam konseling dia bertanya kepada pemimpin saya, "Apakah seseorang tersebut harus terus mendoakan Dodi atau meninggalkannya?" Jawab pemimpin saya ketika itu adalah, "Ujilah keyakinan yang sudah dimiliki, apakah benar-benar perasaan itu merupakan pimpinan Tuhan, atau karena keinginan diri sendiri.. Kalau karena keinginan diri semata, mundurlah dan mohon kekuatan dari Tuhan untuk melupakannya. Tapi, kalau memang benar-benar dari Tuhan, tetaplah setia mendoakannya dan memberi perhatian sewajarnya." Apa yang terjadi kemudian? Hasilnya, ternyata keyakinan itu benar, karena selang beberapa waktu Dodi mulai memberi perhatian kepadanya. Hal itu terjadi karena kemudian Dodi menyadari bahwa Shinta bukanlah jawaban Tuhan atas pergumulannya. Mereka ini kemudian menjalani masa berpacaran dan menikah dengan baik, serta telah dikaruniai anak.

Ketiga, menjalin relasi secara diam-diam.
Tahap kedua tersebut di atas (keyakinan) harus dilanjutkan dengan menjalin relasi secara halus. Dalam tahap ini saudara terus berdoa agar Tuhan menyatakan kehendakNya semakin jelas. Kalau benar keyakinan tersebut di atas berasal dari Tuhan, maka ketika saudara menjalin relasi, Tuhan yang
sama akan meneguhkan pergumulan itu. Mengapa? Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang konsisten. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam menjalin relasi secara diam-diam. Sebagai contoh, dengan meminjam buku, menawarkan jasa mengantarkannya pulang setelah persekutuan, atau secara bersama-sama melakukan suatu pekerjaan tertentu. Dalam sebuah seminar pembicara tersebut memberi saran paraktis kepada seorang wanita yang sedang jatuh cinta kepada seseorang. Dia mengatakan, "Bila Anda sudah tertarik kepadanya, cobalah beri perhatian ketika dia sedang berbicara. Kalau ada acara-acara kelompok, secara halus duduklah di dekatnya. Jangan malah menjauh dan pura-pura tidak suka, padahal sebenarnya jantung Anda dag dig dug." Dengan adanya tahap ketiga ini, berarti kita menolak cara meyakini teman hidup secara sepihak, seperti mengurung diri di rumah atau menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan. Justru sebaliknya yang harus dilakukan: harus bergaul, ada kesempatan mengenal dan dikenal. Kita tidak menganjurkan menggumuli calon teman hidup seperti orang membeli kucing dalam karung. Masih ingat contoh Adam dan Hawa? Setelah Allah memutuskan menjadikan penolong baginya (Kej.2: 18), selanjutnya Allah membawa wanita tersebut kepadanya (ayat 22). Ada pertemuan, bukan? Dan di saat bertemu itulah Adam berkata, "Nah, ini dia tulang dari tulangku..." (Kej.2: 23).

Sabtu, 29 Maret 2008

Filter

Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat. Suatu hari seorang kenalannya bertemu denga filsuf besar itu dan berkata, "Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?"

"Tunggu beberapa menit," Socrates menjawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan meberikan suatu test sederhana. Ini disebut Triple Filter Test."

"Triple filter Test?"

"Benar," kata Socrates. "Sebelum kita bicara tentang teman saya, saya kira bagus kalau kita mengambil waktu beberapa saat dan menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah sebabnya saya menyebutnya triple filter test."

Filter petama adalah KEBENARAN. "Apakah Anda yakin sepenuhnya bahwa yang akan Anda katakan pada saya benar?"

"Tidak," jawab orang itu, "Sebenarnya saya hanya mendengar tentang itu."

"Baik," kata socrates. "Jadi Anda tidak yakin bila itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua, filter KEBAIKAN. Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?"

"Tidak, malah sebaliknya..."

"Jadi," Socrates melanjutkan, "Anda akan berbicara tentang sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi karena masih ada sattu filter lagi, yaitu filter KEGUNAAN. Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?"

"Tidak, sama sekali tidak."

"Jadi," Socrates menyimpulkannya, "bila Anda ingin mengatakan sesuatu yang belum tentu benar , buruk dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus mengatakannya kepada saya?"

Itulah mengapa Socrates adalah filsuf besar dan sangat terhormat. Kawan-kawan, gunakan triple filter test setiap kali Anda mendengar sesuatu tentang kawan dekat atau kawan yang Anda kasihi.

Paulus, rasul dari Yesus kristus mengatakan, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patus dipuji, pikirkanlah semuanya itu... Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu." (Filipi 4:8-9)

Kamis, 27 Maret 2008

Perbedaan Suka, Sayang, Cinta

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."

Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Rabu, 26 Maret 2008

Permainan Kelompok : Adu Ingatan

Permainan kelompok kecil : Adu ingatan

Yang perlu dipersiapkan : Kartu remi

Tujuan permainan : untuk menguji kemampuan ingatan kita

Cara permainan :
Permainan ini cocok dimainkan dalam jumlah orang yang sedikit misal 5-7 orang. Cara permainan bagikan kartu remi ketiap-tiap orang masing-masing satu kartu remi, bagikan dalam keadaan tertutup jadi peserta tidak boleh melihat isi kartu remi mereka.

Selanjutnya tiap-tiap peserta membuka kartu remi mereka dan ditunjukan ke peserta lainnya. Tugas dari tiap-tiap peserta adalah mereka harus menghafal kartu remi yang dipegang oleh peserta-peserta lainnya. Jika sudah dihafal, maka kartu remi yang dibagikan tadi dikumpulkan kemudian dibagikan lagi dalam keadaan tertutup secara acak ke tiap-tiap peserta.

Dan dimulai dari peserta pertama, kartu tadi dibuka dan dia harus menebak kartu remi tadi punya nya peserta siapa, beri target waktu untuk menebak, jika lewat dari waktu yang ditentukan dinyatakan kalah. Kemudian dilanjutkan ke peserta berikutnya dan seterusnya sampai semua peserta mendapat giliran menebak.

Sumber : Anonymous

Dapatkan Lebih banyak games dan icebreakers lainnya di
http://smile2laugh.blogspot.com/
---

Selasa, 25 Maret 2008

Dompet merah

Saya tahu saya tidak boleh menghakimi orang lain, tetapi tidak jika berkaitan dengan Kennie Jablonsky. Saya adalah pengawas perawat dan bertugas mengevaluasi kinerja karyawan di Homeland Convalescent Hospital.

Kennie Jablonsky adalah seorang karyawan baru, berperawakan tinggi dan sangat kuat, wajahnya lumayan ganteng dengan rambut pirang yang dipotong sebatas kerah dan bermata hijau gelap. Sesudah masa percobaan selama beberapa ,minggu, saya harus mengakui bahwa ia bersih, tepat waktu dan cukup efisien. Tetapi saya tidak menyukainya.

Kennie Jablonsky terlihat seperti penjahat. Saya mengetahui lingkungan asalnya, lingkungan kotor penuh geng, obat-obatan dan kekerasan. Bahasanya adalah bahasa anak jalanan, perilakunya menyebalkan, cara berjalannya tegak dan teratur seperti seorang petinju dan ekspresinya tertutup seperti pintu baja di ruangan besi di bank.

Pasien kami
Kebanyakn pasien datang kepada kami dengan penyakit parah atau dengan penyakit yang paling berbahaya, usia tua. Mereka datang dalam keadaan lumpuh, lemah, bingung dan putus asa, tidak lagi mampu menjalankan perannya di dunia. Banyak dari mereka telah kehilangan akal sehatnya karena kesehatan yang menurun.

Mary B. adalah salah satunya. Ia dipanggil demikian karena ia adalah salah satu Mary di bangsal sayap barat. Pada usia 94 tahun, Mary B. menjadi lemah selemah jaring laba-laba. Mary B. mengalami gangguan pikiran bahwa seseorang telah mencuri dompetnya. Ia mencarinya sepanjang siang dan malam. Jika tidak terikat di tempat tidur atau di kursi rodanya, ia akan berjalan ke bangsal laki-laki, ruang cuci dan masuk dapur, mencari dengan linglung dan pantang menyerah. Ia kerap menghentikan langkah setiap orang yang mendekat.

"Maukah kau meminjami aku sisir?" Pintanya. "Sisirku hilang. Aku menyimpannya di dompet merahku. Uangku juga hilang. Dimana dompetku? Dimana dompetku?"

Setiap hari ia melakukan hal yang sama, sampai pertanyaan-pertanyaan Mary B. menjadi suara latar, seperti suara gaduh kereta dorong penuh baki yang melewati lorong, dengan mesin pendingin ruangan, atau gangguan udara pada interkom.

Kami semua tahu Mary tidak memiliki dompet. Tetapi, kadang kala seseorang akan berhenti untuk mendengarkannya karena mau berbaik hati atau merasa kasihan, meskipun kami sangat sibuk. Bagaimana pun juga, kebanyakan dari kami akan berkilah dengan mengatakan, "Tentu, Mary, Kalau aku menemukan dompetmu aku akan memberikannya padamu."

Kebanyakan dari kami, kecuali satu, Kennie Jablonsky.

Ia mau mendengarkan Mary B. dan selalu berbicara dengannya. Setiap hari, ketika Mary B. menghentikannya untuk menanyakan dompetnya, Kennie berjanji untuk mencarinya. Hal ini membuat saya penasaran.

Batin saya menyimpulan bahwa Kennie sedang merencanakan sesuatu yang melibatkan Mary. Ia mungkin akan mencuri obat-obatan.

Saya pun memperketat ruang penyediaan obat.

Sebuah tas belanja
Suatu sore, persis sebelum makan malam, saya melihat Kennie berjalan di lorong sambil membawa tas belanja plastik ditangannya. Itu dia, saya berkata sendiri, sambil beranjak dari belakang meja. Saya pun membuntutinya. Saya berhenti di belakang kereta cuci, yang penuh tumpukan keranjang. Kereta itu cukup tinggi untuk menutupi saya, tetapi saya masih bisa melihat Kennie dengan jelas saat ia berjalan melintasi lorong ke arah Mary B. di kursi rodanya.

Ketika sampai di tempat Mary B. ia tiba-tiba menoleh. Saya segera merunduk, tetapi masih bisa menlihatnya mengamati lorong itu dengan seksama. Kennie kemudian mengangkat tas itu. Saya terpaku... ia mengeluarkan sebuah dompet merah.

Tangan Mary yang kurus dan tua terangkat ke wajahnya, menunjukan keheranan dan sukacita, kemudian meraih dompet itu dengan penuh hasrat. Seperti anak kecil yang kelaparan sedang mengambil roti, Mary B. merenggut dompet merah itu. Ia memegangnya sebentar, hanya untuk melihatnya kemudian menempelkannya di dadanya, menyayun-ayunkannya seperti seorang ibu menyayunkan bayi.

Kennie menoleh dan menyapukan pandangan ke sekitar dengan seksama. Merasa puas karena tak ada orang yang melihat, ia membungkuk, membuka tutup dompet itu, merogoh dan menunjukan kepada Mary sebuah sisir merah, dompet koin kecil dan sepasang kaca mata mainan. Air mata sukacita membanjiri wajah Mary. Melihat hal itu saya pun tidak kuasa menahan tangis.

Mujizat untuk Kennie
Diakhir giliran kerja hari itu, saya berdiri di dekat pintu keluar menunggunya. "Hai, Kennie," sapa saya ketika bertemu dengannya. "Apakah kau suka bekerja disini?"

Kennie kelihatan terkejut, kemudian mengangkat bahu. "Ini pekerjaabn terbaik yang pernah saya dapatkan," sahutnya dengan suara parau.

Lalu, sebuah gagasan berkembang. "Ehm, apakah kau pernah berpikir untuk melanjutkan kuliah untuk mendapatkan ijasah perawat?"

Kennie mendengus. "Apakah Anda bergurau? Mujizat jika saya bisa kuliah," katanya. "Ayah saya tinggal di San Quentin dan ibu saya pecandu kokain."

Sambil tersenyum, saya berkata padanya, "Mujizat itu benar-benar ada, Apakah kamu mau kuliah jika aku bisa mendapatkan cara untuk membantu mendapatkan uangnya?"

Kennie menatap saya. Seketika itu juga kesan penjahat itu sirna dan saya menangkap kilasan reaksi yang saya harapkan. "Ya!" adalah satu-satunya jawaban yang dikatakannya. Tetapi itu sudah cukup, karena saya juga yakin bahwa di ruang 306 sayap barat, Mary B. sedang tidur dengan tenang, dan kedua lengannya memeluk sebuah dompet merah.

Senin, 24 Maret 2008

Ruwet tapi Indah

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; "Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu." Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, ! dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?" Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini..
Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."

Sabtu, 22 Maret 2008

AKu bertanya kepada Tuhan

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak kaya...
Lalu Dia menunjukan seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak memiliku siapapun untuk berbagi.

Aku bertanya kepada tuhan, mengapa aku tidak cantik...
Lalu Dia menunjukan seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter yang buruk.

Aku bertanya kepada tuhan, mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua...
Lalu Dia menunjukan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.

Aku bertanya kepada tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah besar...
Lalu Dia menunjukan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja di usir dari rumahnya yang kecil sesak... dan terpaksa tinggal dijalanan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja...
Lalu Dia menunjukan seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun. Karena tidak pernah memiliki kesempatan untuk belajar membaca.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi orang terkenal...
Lalu Dia menunjukan seorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar...
Lalu Dia menunjukan seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan.

Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku...
Dia lalu menunjukan AlkitabNya...Dia menunjukan Anaknya,
yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.

Aku tahu sekarang betapa besar Ia mengasihiku...
Dan itu sudah cukup bagiku

Kamis, 20 Maret 2008

TELUR PASKAH

Banyak sekolah minggu dan taman kanak-kanak serta sekolah dasar kristen merayakan Paskah dengan berlomba mencari telur. Telur ayam atau telur itik yang sudah direbus dan dihias dengan aneka warna disembunyikan di antara semak di taman. Lalu anak-anak berlomba mencarinya. Ada juga perlombaan menghias telur. Telur itu diberi topi atau jenggot dan digambar menjadi badut berhidung merah atau tukang sulap bertopi tinggi dan sebagainya.

Kemudian pernahkah Anda perhatikan bahwa dikartu ucapan selamat paskah, biasanya selain gambar bunga ada juga gambar kelinci? Nah, apa hubungan Paskah dengan telur dan kelinci? Hubungan secara langsung sebenarnya tidak ada. Inilah latar belakang lahirnya tradisi merayakan Paskah dengan telur dan kelinci.

Tradisi
Pada jaman abad-abad permulaan, di Inggris orang sudah mengenal Dewi Eostre (di Jerman: Dewi Austro) sebagai Dewi musim semi atau Dewi kesuburan dan perpanjangan hidup, yang kira-kira dapat dibandingkan dengan Dewi Sri di Indonesia.

Hari Paskah selalu jatuh di sekitar- hari-hari perayaan Dewi Eostre itu. Sebab itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi Oestre itu. Kata Inggris dan Jerman untuk Paskah yaitu Easter atau Ostern, diambil dari nama Dewi Eostre atau Austro itu. Juga kegiatan perayaan itu diambil alih dan diberi dengan isi yang baru.

Bagitulah telur yang semula adalah lambang cikal bakal kehidupan diambil alih menjadi lambang bangkitnya kehidupan. Kelinci yang semua adalah lambang kesuburan (karena dapat berkembang biak dengan cepat) diambil alih dan diberi arti paskah, yaitu lambang kehidupan yang berlimpah dalam kristus.

Bagi orang di belahan bumi utara. Paskah bertepatan dengnan musim semi. Musim semi adalah musim yang memperlihatkan munculnya kembali kehidupan. Pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin menjadi gundul, kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran. Binatang-binatang mulai keluar dari perlindungannya. kehidupan dimulai lagi.

Demikianlah orang-orang kristen sejak jaman itu mengambil alih perayaan itu. Lambang telur dan kelinci pun diambil alih dan dijadikan lambang bahwa oleh kebangkitan kristus, hidup kita dimulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.

Buka esensi
Ingat, telur dan kelinci itu hanyalah aksesoris atau hiasan Paskah yang dipakai untuk membuat orang kristiani lebih mendalami arti paskah. Jangan sampai hal-hal yang aksesoris itu dikultuskan atau disembah, dan pengorbanan Kristus yang merupakan esensi Paskah justru dilupakan serta terlupakan.

Selama lebih dari 100 tahun, anak-anak datang ke halaman gedung putih pada hari senin setelah Paskah, untuk ikut berburu telur paskah. Dengan begitu banyaknya acara yang berlangsung, muncul komersialisasi. Dan ironisnya, buka Tuhan Yesus yang ditonjolkan, melainkan telur dan kelinci Paskah.

Hati-hati, kalau yang aksesoris itu pamornya melebihi yang esensi lebih baik ditinggalkan dan kembali fokus memberitakan esensi, yaitu Tuhan Yesus. Jangan sampai, ketika paskah tiba, kita menjadi sukacita, bukan karena memperingati kebangkitan yesus, melainkan menanti datangnya lomba mencari telur.

Lebih jauh, rentang waktu yang lama membuat orang banyak mulai lupa dan menganggap remeh pengorbanan Yesus di kayu salib, bahkan ada yang menyebut peristiwa itu sebagai dongeng atau cerita kuno yang sangat dramatis dan menguras air mata.

Tidak sedikit orang-orang Kristiani yang terharu dan menangis tersedu-sedu ketika melihat penayangan film penyaliban Kristus "Passion of the Christ", tetapi tidak memahami betapa Dia telah meniti jalan penderitaan untuk menebus dosa-dosa manusia, termasuk mereka yang menonton. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan DiriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8)

Bagi banyak orang, paskah identik dengan telur yang akan dibagi-bagikan, tetapi sesungguhnya Paskah adalah kemenangan kristus, yang mengalahkan kuasa maut (kematian) melalui kebangkitanNya. Tanpa kebangkitanNya, iman Kristen menjadi sia-sia belaka. Tanpa kebangkitanNya maka kepercayaan kita kepadaNya tidak berarti apa-apa dan kita tetap akan mengalami kebinasaan karena dosa. Tetapi sebaliknya, karena kebangkitanNya kita sekarang memiliki pengharapan dan masa depan yang pasti.

Selasa, 18 Maret 2008

Kedamaian Yang Sejati

Ada seorang raja yang akan memberikan hadiah pada seniman yang dapat membuat suatu lukisan terbaik tentang kedamaian. Banyak seniman yang mencoba. Raja melihat semua lukisan itu. Tetapi hanya ada dua yang ia suka, dan ia harus memilih salah satu di antaranya.

Salah satu lukisan menggambarkan danau yang tenang. Danau itu bagaikan cermin yang sempurna bagi gunung-gunung yang menjulang tinggi di sekelilingnya. Di atasnya langit biru dengan awan di sana-sini. Semua orang yang melihatnya akan berpendapat itulah lukisan yang sempurna tentang kedamaian. Lukisan yang satu lagi menggambarkan gunung-gunung juga, tetapi tampak tegak, angkuh dan kasar. Langit hitam berawan gelap, ada halilintar di situ. Di bawah ada air terjun yang airnya bergejolak. Tampak tak ada kedamaian sama sekali.

Tetapi raja melihat di belakang air terjun ada sarang burung. Di antara riak gejolak air, duduk seekor induk burung yang sedang memberi makan pada anaknya dengan penuh kedamaian. Lukisan yang mana yang Anda kira akan menang? Raja memilih lukisan yang kedua.

Karena,kata raja, damai bukan berarti tempat yang tidak ada kegaduhan, permasalahan dan kerja keras. Kedamaian berarti bila di tengah-tengah semuanya itu tetap ada ketenangan di hati Anda. Itulah makna sejati kedamaian.

Minggu, 16 Maret 2008

Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan- dikecewakan, didengar- diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain:
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidak setiaan.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan:
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

"Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita." - Anonim -

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??
Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satu pun yang dapat anda berikan ??
Merekalah sahabat-sahabat anda.
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

Sabtu, 15 Maret 2008

Anda termasuk domba atau kambing?

"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku" Yohanes 10:27

Pada akhir zaman Tuhan Yesus akan memisahkan domba dengan kambing. Kambing adalah gambaran orang-orang fasik yang tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah, sedangkan domba adalah gambaran orang-orang benar (Mat. 25:31-46). Lalu bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita adalah domba dan bukannya kambing? Mari kita lihat ciri-ciri domba:

Pertama, domba mendengar suara Gembala.
Banyak buku ditulis dengan judul: Bagaimana mendengarkan suara Tuhan? Rupanya banyak orang kristen yang sulit mendengarkan suara Tuhan. Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama. Benarkah bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh berbicara kepada kita? Ya, Tuhan berbicara kepada kita setiap hari. Yang menjadi masalah adalah telinga kita yang tuli! Allah adalah Roh. Jadi untuk mendengar suara Tuhan kita harus mempertajam telinga rohani kita. Salah satu cara Alkitabiah untuk peka terhadap suara-Nya adalah dengn "Beribadah dengan Tuhan dan berpuasa" (kis. 13:2). Sebab setelah mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, Roh kudus berkata-kata kepada mereka. Jadi dengan beribadah -termasuk memuji Tuhan, menyembah Tuhan, dan merenungkan firman Tuhan- dan berpuasa Anda akan mendengar suara Tuhan.

Kedua, Yesus mengenal domba-domba-Nya.
Tidak dapat disangkal bahwa hanya domba yang taat dan melakukan firman Tuhan akan dikenal Tuhan. Mereka adalah para pelaku firman. Mereka adalah orang-orang yang takut kepada Tuhan dan melakukan kehendak Bapa (Mat. 7:21-23)

Ketiga, domba mengikuti sang Gembala.
Mengikuti kristus bukan sekedar pergi ke gereja saja, tetapi menjadi sama seperti Kristus. Dunia dapat saja menjadi pengikut salah satu artis atau penyanyi dunia. mereka begitu fanatik sampai-sampai semua aksesoris yang dikenakan si artis diikutinya pula. Lebih parah lagi, dandanan rambutnya, model baju, sampai gaya bicara dicontoh pula. Sebenarmnya ini pula yang Tuhan kehendaki bagi gereja-Nya. Apa yang Yesus lakukan kita juga harus mencontohnya. Belas kasihan-Nya kepada orang-orang tertindas, semangat-Nya memberitakan Injil, kemurahannya kepada orang-orang lemah, penghiburan-Nya kepada orang-orang sengsara, dan kerinduannya melihat semua orang diselamatkan, itulah yang wajib kita teladani.

Kamis, 13 Maret 2008

Perangkap Tikus

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada
perangkap tikus...."

Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkap tikus"

Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.

Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular berkata " Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SO...SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...PIKIRKANLAH SEKALI LAGI

Rabu, 12 Maret 2008

Menemukan Cinta sejati

Bila saatnya tiba, kita tidak lagi mencari teman kencan, tapi teman sejiwa. Tahukah anda, perbedaan antara pria yang bisa di ajak kencan dan pria yang bisa di ajak menikah??

Pria yang bisa di ajak kencan, memberikan saat-saat indah, tapi pria yang bisa
di ajak menikah akan memberikan kehidupan yang indah untuk kita.

Pria yang bisa di ajak menikah, biasanya pemalu di awal proses kencan, bahkan kadang tidak menarik. Tapi individu yang justru mengawali dengan tidak terburu-buru akan menjalani dengan proses dengan baik dan berakhir dengan bahagia.

Dalam mencari jodoh yang harus dilakukan pertama kali dan paling mendasar, bangun persahabatan terlebih dahulu. Untuk menemukan CINTA SEJATI, anda tinggal mencari sahabat terbaik, bukan pecinta ulung.

Pasangan yang telah menikah lama biasanya mengatakan,
" Pasangan saya merupakan sahabat terbaik ".

Sahabat yang akan di jadikan pasangan anda, seseorang yang secara fisik maupun psikologis menarik hati anda. Maksudnya pasangan hidup anda harus yang nyambung.....githu.....!!!

Jadikan Sahabat Lebih Dulu jangan silau dengan penampilan fisik (misal, macho, tampan, punya mobil bagus, bla..bla..) Kencan adalah suatu proses mencari tahu apa yang benar-benar diinginkan.

Cari Pasangan Buat Menikah Bukan Untuk Pacaran
Ingat perbedaan mendasar pria yang bisa di ajak menikah dan yang bisa diajak kencan.

Biasanya pria yang bisa di ajak kencan pandai merayu, tapi tidak mampu mempertahankan hubungan. Jangan terjebak dengan ilusi ROMANTIS. Hati-hati dengan pria yang biasanya hanya bersenang-senang: memberikan bunga,permen ato perhatian tetapi tidak bisa memberikan dukungan saat anda melalui saat-saat berat.

Pria yang mau di ajak menikah mencintai anda secara keseluruhan, tidak hanya yang baik-baik saja.

Carilah pria yang bisa memberikan rasa aman secara emosional.

Tentukan Batas Dalam Berhubungan
Ada beberapa pria yang tidak bisa di ajak serius. Mereka mempunyai kecenderungan tidak setia dan selalu mencari yang "lebih" lagi, seperti ungkapan "rumput tetangga lebih hijau"

Jika pria yang pergi dengan anda selalu melirik wanita lain (alias ganjen), jangan coba-coba menjalin hubungan dengannya. Kecuali disaat-saat tertentu dia ingin membuat anda jealous...(anda pasti tahu dimana dia becanda atau serius saat melirik wanita lain).

Tentukan batasnya, jangan biarkan orang lain berulang-ulang menyakiti hati anda, Jika terjadi dan anda tidak mengatakan apa-apa, sama artinya dengan " dia dapat memperlakukan anda seenak perutnya".

Tulislah Kualitas Yang Di Butuhkan Dari Seorang Pria
Misalnya, jika anda membutuhkan seseorg yang benar-benar sensitif dan bisa diajak bicara, jangan terpaku pada pria yang tampan tapi pendiam. Jangan buang waktu berkencan dengan pria yang pada dasarnya tidak akan membuat anda bahagia.

Jika anda tahu apa yang di butuhkan (bukan hanya diinginkan) dan tahu apa yang bisa membuat anda bahagia, anda akan mampu mengenali si dia saat menampilkan kualitas dirinya, bukan hanya dari penampilan luarnya saja.

Jangan Takut Bertanya
Jika ada pria yang berjanji akan menghubungi anda tapi tidak melakukannya, anda berhak menanyakan alasannya. Sering kali wanita membuat kesimpulan keliru tentang hal ini. Pria dan wanita berbeda, mereka melakukan sesuatu dengan alasan dan motivasi yang berbeda pula.

Jangan terlalu berprasangka dan berpikiran terlalu jauh atau yang nggak-nggak. Sebaiknya minta klarifikasi atau penjelasan secara langsung dari dia...anggap saja dia montir bengkel mobil anda.

Pahami Terlebih Dahulu, Kencan, Seperti Juga Pernikahan, Merupakan Proses
Seperti juga persahabatan, kencan yang serius membutuhkan waktu. Dalam tahap ini mulailah mencari tahu seperti apa pria yang berkencan dengan anda.

Misalnya mencoba dengan mengatakan hal yang sederhana, katakan padanya anda mengalami yang yang tidah menyenangkan hari ini. Bila ia tidak bertanya MENGAPA dan malah mengalihkan pembicaraan ke topik lain, anda bisa tahu pria ini bukan orang yang enak di ajak "berbagi" perasaan.

Ingat: Kemampuan berbagi, kunci ikatan cinta sejati yang kuat. Suatu hubungan bukanlah suatu yang anda miliki atau tidak. Melainkan merupakan kerja sama dua belah pihak, satu kesatuan, dimana terdapat saling asuh, dukungan stimulasi, kejujuran, dan banyak lagi.

Memandang Hubungan Sebelumnya Sebagai Pelajaran, Bukan Kegagalan
Setiap orang yang terlibat dalam hidup anda, memberikan pelajaran berharga (termasuk mantan-mantan pacar anda).

Apapun yang menimpa anda, anda bisa mengambil hikmahnya. Hubungan sebelumnya bisa di jadikan pelajaran, apa yang membuat anda bahagia dan sebaliknya.

Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, tapi belajar dari kesalahan atau kegagalan sebelumnya.

Ingat, berbuat KHILAF itu manusiawi, tapi jika melakukannya terus menerus, itu suatu KEBODOHAN.

JANGAN TAKUT MENCOBA, SEKALIPUN TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN ANDA.

Wanita seringkali terpaku pada pola harapan yang lazim tentang cinta. Misalnya hanya menikah dengan pria yang berasal dari kota, gaul, terpelajar dan bekerja di kantor.

Jangan takut mencoba sesuatu yang tampak tidak bisa membuat anda bahagia.
Siapa tahu anda malah bisa senang tinggal di desa dengan tenang bersama suami (bisa gak yaa??)...hihihihiiii.. Jangan hanya berkencan dengan tipe anda.

Tipe hanyalah serangkaian sifat yang ada pada seseorang. Anda kan tidak berkencan dengan serangkaian tipe itu , melainkan secara keseluruhan.

Banyak pria dan wanita tidak memanfaatkan waktu secara keseluruhan, untuk menganalisa apa yang sebenarnya di inginkan. Mereka langusng memilih dengan gampang dan cepat, "berkencan dengan orang yang sesuai dengan tipenya".

Ini adalah suatu phobia (ketakutan) terhadap komitmen.

Jadilah Diri Anda Sendiri
Jangan "berpura-pura" dalam berhubungan, percuma dan tidak akan ada hasilnya.

Ada empat kualitas utama dari seseorang, entah itu pria atau wanita, yang bisa membuat orang lain tertarik:
1. autentik (asli)
2. dapat di percaya
3. genuine (tulen/rajin)
4. tidak plin-plan alias konsisten

Pria dan wanita yang bisa di percaya, selalu jujur dan menjadi dirinya sendiri, akan dapat menikmati kehidupan dan akhirnya menemukan CINTA SEJATINYA !

Sabtu, 08 Maret 2008

Good Lessons

ONE. Give people more than they expect and do it cheerfully.

TWO. Marry a man/woman you love to talk to. As you get older, their conversational skills will be as important as any other.

THREE. Don't believe all you hear, spend all you have or sleep all you want.

FOUR. When you say, "I love you," mean it.
FIVE. When you say, "I'm sorry," look the person in the eye.

SIX. Be engaged at least six months before you get married.

SEVEN. Believe in love at first sight.

EIGHT. Never laugh at anyone's dream. People who don't have dreams don't have much.

NINE. Love deeply and passionately. You might get hurt but it's the only way to live life completely.

TEN. In disagreements, fight fairly. No name calling.

ELEVEN. Don't judge people by their relatives.

TWELVE. Talk slowly but think quickly...

THIRTEEN. When someone asks you a question you don't want to answer, smile and ask, "Why do you want to know?"

FOURTEEN... Remember that great love and great achievements involve great risk.

FIFTEEN. Say "God bless you" when you hear someone sneeze.

SIXTEEN. When you lose, don't lose the lesson

SEVENTEEN. Remember the three R's: Respect for self; Respect for others; and responsibility for all your actions.

EIGHTEEN Don't let a little dispute injure a great friendship.

NINETEEN. When you realize you've made a mistake, take immediate steps to correct it.

TWENTY. Smile when picking up the phone. The caller will hear it in your voice.

TWENTY-ONE. Spend some time alone.

A true friend is someone who reaches for your hand and touches your heart.

"Live Well, Laugh Often, Love Much"

Jumat, 07 Maret 2008

Suatu malam di sebuah Hotel

Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam.

"Dapatkah anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota. "Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda, keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."

Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju. Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda." Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa.

Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan seseorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.

Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai. Dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut.

Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia ke sudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah disana, sebuah istana dengan batu ke-merah-an, dengan menara yang menjulang ke langit.

"Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola".

"Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda. "Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.

Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel. Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama itu, adalah George C.Boldt.

Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia. Pelajarannya adalah ..... perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat dan anda tidak akan gagal.

"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya.Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu,jika kamu melakukannya." Yohanes 13:13-17

"Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan." Lukas 22:26

Kamis, 06 Maret 2008

Pola Pikir

Saat renovasi rumah, si empunya rumah sudah merencanakan untuk memasang sebuah lukisan potret keluarga di ruang tamu yang telah ditatanya dengan indah. Lukisan itu telah dipesannya melalui seorang seniman pelukis wajah yang terkenal dengan harga yang tidak murah. Tetapi, saat lukisan itu tiba di rumah dan hendak di pasang, dia merasa tidak puas dengan hasil lukisan dan meminta si pelukis merevisiya sesuai dengan gambar yang dibayangkan. Apa daya, setelah diperbaiki hingga ke tiga kalinya, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang, uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah itu. Semua gara-gara sebuah lukisan!

Suatu hari, datang bertamu satu keluarga sahabat ke rumah itu. Sahabat ini termasuk pengamat seni yang disegani di lingkungannya. Saat memasuki ruang tamu, setelah bertukar sapa dengan akrab dengan tuan rumah, tiba-tiba mereka bersamaan terdiam di depan lukisan potret keluarga itu. Si tuan rumah buru-buru menyela, "Teman, tolong jangan dipelototi begitu dong. Aku tahu, lukisan itu tidak seindah seperti yang aku mau, tetapi setelah di revisi beberapa kali jadinya seperti itu, ya udah lah, mau apalagi?" "Lho, apa yang salah dengan lukisan ini? Lukisan ini bagus sekali, sungguh aku tidak sekedar memuji. Si pelukis bisa melihat karakter obyek yang dilukisnya dan menuangkan dengan baik di atas kanvas, perpaduan warna di latar belakangnya juga mampu mendukung lukisan utamanya. Betul kan bu?" Tanyanya sambil menoleh kepada istrinya.

"Iya, lukisan ini indah dan berkarakter. Jarang-jarang kami melihat karya yang cantik seperti ini. Kamu sungguh beruntung memilikinya", si istri menambahkan dengan bersemangat. Kemudian mereka pun asyik terlibat diskusi tentang lukisan itu.

Setelah kejadian itu, setiap melintas di ruang tamu dan melihat lukisan potret keluarga itu, dia tersenyum sendiri teringat obrolan dengan sahabatnya. Kejengkelan dan kemarahannya telah lenyap tak berbekas.

Pembaca yang budiman,
Jika sebuah lukisan tidak bisa diubah atau banyak hal lain di luar diri kita yang tidak mampu kita rubah sesuai dengan keinginan kita atau selera kita, maka tidak perlu menyalahkan keadaan! Karena sesungguhnya, belum tentu lukisan atau keadaan luar yang bermasalah, tetapi cara pandang kitalah yang berbeda. Jika kita tidak ingin kehilangan kebahagiaan maka kita harus berusaha menerima perbedaan yang ada.

Dengan merubah cara berpikir kita yang di dalam, tentu kondisi diluar juga ikut berubah.

Rabu, 05 Maret 2008

Lirik Album All things New (Lirik Lagu Rohani)

Album: True Worshippers - All Things New

Lirik Lagu : Yesus
Hidup yang kupilih, Membuatku berarti
Karna Yesus Tuhan tempatku percaya dan berharap

Kubuka mataku, Lihat sek'lilingku
Kuharus nyatakan kebenarannya yang membebaskan

Kar'na kuasaMU, Kar'na kehebatanMu
Kudapat lakukan perkara besar yang Engkau janjikan

Reff:
Yesus, Kaulah sahabatku
Yesus, Kau yang akan selalu berada disisiku
Kau sumber kuatku

Yesus, Kaulah sahabatku
Yesus, Kau yang tak pernah jemu jemu disisiku
Kau sumber kuatku

Ending:
Kau sahabatku Berada disisiku
Kau sahabatku selama lamanya

Kau sahabatku Berada disisiku
selama lamanya


Lirik Lagu : Sungguh Nyata
Seindahnya pelangi secerahnya mentari
namun Kau yang terindah hanya Kau yang termegah

Walau badai menghadang dan bumi pun bergoncang
namun Kau kan setia menjagaku selamanya

sungguh nyata kasih Mu disepanjang hidupku
dengan darah Mu Kau tebus dosaku
sungguh nyata kasihMu disepanjang hidupku
segenap hatiku hanyalah untuk Mu


Lirik Lagu : Dalamnya Kasih Mu Bapa
Dalamnya kasih Mu Bapa
terlebih dari segalanya
pengorbanan yang termulia
selamatkanku

Dengan darah yang tercurah
ampuniku atas dosa
ku bersujud kepada Mu
oh Yesusku

Engkau kusembah Kau yang terindah
pulihkanku dengan darah Mu
Engkau kusembah Bapa mulia
seumur hidupku ku mau menyembah Mu


Lirik Lagu : Kami T'rima
Kami yang telah ditebus
dengan darah yang kudus
mengangkat pujian bagimu

kami bait kudus Mu
sebagai bukti karya Mu
nyatakan kau besar dan hidup

berlari sampai tujuan
mendapatkan mahkota kekal

kami t'rima kuasa mu Tuhan
kami t'rima kemenangan yang Engkau sediakan
tuk kami bawah di setiap langkah

dimana pun kami berdiri
kemana pun kami kan pergi
disitu pasti mujizat Mu terjadi

Melayani lebih sungguh

Melayani itu bukan sekadar aktif dalam kegiatan gereja, atau mau berkorban untuk melakukan tindakan-tindakan sosial. Melayani juga menyangkut hati.

Kalau kita aktif digereja supaya semua keinginan dan ide kita dipenuhi; itu bukan pelayan, melainkan juragan. Kalau kita mau mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan materi untuk membantu orang-orang miskin supaya kita populer dan mendapat pujian; itu buka pelayan, tetapi politikus. Pendek kata, melayani bukan sekedar soal aksi, tetapi juga motivasi.

Lalu, semangat seorang pelayan seperti apa yang sepatutnya dimiliki?

Pertama, semangat tampah pamrih. Entah dihargai atau tidak, disenangi atau tidak, mendapat apa-apa atau tidak; yang penting kita melakukan tugas itu dengan baik.

Ada sebuah cerita. Suatu ketika disebuah departement store masuklah seorang wanita gelandangan. Pakaiannya kotor, compang-camping. Ia berkeliling melihat-lihat seperti layaknya orang yang hendak membeli sesuatu. Di depan sebuah baju yang dipajang ia berhenti.

Seorang gadis pelayan mendekatinya, "Bisa saya bantu, Bu?" tanyanya ramah.

"Saya ingin mencoba baju ini," kata si wanita gelandangan.

"Baik, Bu. Ruang gantinya ada disebelah sana. Silahkan Ibu kesana. Saya akan bawakan bajunya."

Wanita gelandangan itu lalu mencoba baju yang dipajang. Tidak hanya satu, ia mencoba baju yang lainnya. Kemudian satu lagi. Sampai lima baju. Si gadis pelayan tetap melayaninya dengan ramah. Senyumnya mengembang. Ia tidak kesal atau jengkel. Begitu juga ketika wanita gelandangan itu ngeloyor pergi tanpa membeli satu pun baju-baju yang telah dicobanya. Si gadis pelayan mengantarnya sampai pintu keluar. Bahkan dengan sopan mengucapkan terima kasih atas kunjungan wanita gelandangan itu.

Rupanya ada seorang pria yang sejak tadi memperhatikan. Ia mendekati gadis pelayan tadi, "Wanita gelandangan itu sudah jelas tidak bermaksud membeli," katanya mencela, "kenapa kamu melayaninya, bahkan mengijinkannya mencoba baju-baju itu? Bukankah badan dan baju yang dikenakannya sangat kotor dan dekil?" tanyanya pula.

"Saya adalah pelayan disini. Tugas saya melayani siapa pun yang datang kesini sebaik-baiknya; entah orang itu datang untuk membeli atau tidak," jawab pelayan itu tenang.

Begitulah seorang pelayan yang baik. Ia tidak akan terpengaruh oleh reaksi orang-orang disekitarnya; entah dipuji atau dicaci. Ia tetap akan berkonsentrasi pada tugasnya; melakukan yang terbaik dari yang bisa ia lakukan semampu dia, bukan semau dia.

Kedua, semangat tidak memilih-milih. Jadi, terlepas sebuah kegiatan pelayanan itu kita sukai atau tidak, kita minati atau tidak; kita tetap bisa mengerjakannya dengan senang hati.

Ketiga, semangat memberi. Artinya, kita melayani bukan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi karena kita ingin memberikan sesuatu. Mengapa demikian? Karena kita sadar sesadar-sadarnya betapa dalamnya, besarnya, dan luasnya kasih Tuhan dalam hidup kita.

Dan sebagai ungkapan syuklur, kita ingin berbagi dengan orang lain melalui pelayanan kita. Supaya orang lain pun merasakan sapaan kasih Tuhan, dan memuliakan Tuhan. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dia-lah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)

Disarikan dari buku Bila Cinta Menyapa - Gloria Graffa

Selasa, 04 Maret 2008

Hidup untuk apa?

Apa tujuan hidup Anda? cobalah sejenak memikirkan, merenungkan, dan menggumuli pertanyaan itu. Itu penting agar hidup kita tidak seperti layangan putus, terombang-ambing.

Tuhan menciptakan dan memberi kita hidup, tentunya tidak sekedar untuk mati. Pasti ada misi bagi kita. Ada dua misi, yaitu misi individual dan misi universal. Misi universal yang berlaku bagi semua orang percaya adalah menjadi garam dan terang dunia.

Garam dapat mencegah pembusukan daging dan memberi cita rasa pada makanan. Orang romawi dulu bahkan menganggap garam sebagai benda paling bersih dan jernih, karena berasal dari dua benda yang juga paling bersih dan jernih, yaitu matahari dan laut. Karena itu, garam selalu dihubungkan dengan kemurnian.

Adapun Terang memampukan kita untuk membedakan jalan yang benar dan salah. Terang juga dapat menjadi alat penyelamatan. Dan banyak lagi manfaat terang. Bahkan sesungguhnya, tapa terang dunia, tidak akan pernah ada kehidupan.

Itulah misi kita yang sesungguhnya, menjadi garam dan terang. Apakah orang-orang di sekitar kita betul-betul bersyukur dengan kehadiran kita? Pertanyaan ini baik menjadi bahan intropeksi kita, untuk menilai sejauh mana kita sudah mengemban misi kita.

Ada seorang yang sejak muda sangat gigih untuk mengejar keberhasilan. Dan betul, ia berhasil. Ia tidak saja menjadi orang sangat kaya, tapi juga pandai dan punya jabatan tinggi. Semua orang terkagum-kagum dengan kesuksesannya. Tetapi, ketika ia sudah tua dan pensiun, ia menengok kehidupan yang sudah ia jalani, dan merasa sangat hampa. "Semua itu seperti usaha menjaring angin," katanya mengutip kitab Pengkhotbah, "sia-sia di atas segala kesia-siaan."

Kita semua pada dasarnya sedang menunggu giliran untuk bertemu dengan kematian. Hari ini si Polan, kemarin si Pulin, besok entah siapa lagi. Suatu saat akan tiba giliran kita. Entah kapan, tetapi pasti. Pertanyaannya, apa yang akan dikenang orang ketika kita tiada? Akankah kita hilang dan dilupakan?

Ada cerita tentang seorang pria yang mempunyai 4 istri. Suatu saat pria itu sakit parah, dan sudah hampir mati. Ia ingin istrinya menemani sampai pada kematiannya. Maka, dipanggillah istri ke empat, wanita yang cantik jelita dan seksi. "Istriku, aku akan mati. Temani aku, sampai aku mati," pintanya.

"Menemanimu sampai mati? Tidak, aku tidak mau," jawab si istri sambil pergi tanpa menoleh lagi kepadanya.

Istri ketiga dipanggil, wanita dengan berpenampilan modis dan trendi. Permintaan yang sama dia ajukan. "Apa? Menemanimu sampai mati?" sahutnya. "Tidak mau. Lebih baik aku menikah lagi."

Istri kedua dipanggil, wanita berpenampilan biasa. Kepadanyalah sang suami sering meminta pendapat tentang berbagai hal. "Istriku, tak lama lagi aku akan mati, aku ingin sekali kamu ikut denganku," pinta si suami.

"Aku tidak bisa sekalipun aku mau," jawab si istri. "Aku hanya bisa menemanimu sampai lubang kubur."

Terakhir, Istri pertama, wanita sederhana. Permintaan yang sama diajukan padanya, "Suamiku," jawab sang istri. "Tidak usah khawatir. Tanpa kamu minta, aku akan menyertaimu selamanya, bahkan sampai pada kematianmu."

Pada dasarnya, kita memiliki empat "istri". Yang pertama, tubuh jasmani kita. Betapa pun baiknya kita menjaga dan merawatnya, tubuh jasmani akan meninggalkan kita, hilang tanpa bekas. Yang kedua adalah kekayaan dan jabatan. Ketika meninggal, kita tidak akan membawanya serta, dan justru akan beralih keorang lain. Ketiga adalah teman-teman, kerabat dekat, dan keluarga kita; seberapa pun besarnya kasih sayang mereka kepada kita, mereka hanya bisa mengantar kita sampai ke lubang kubur, tidak lebih. Yang keempat adalah iman dan karya kita selama hidup didunia, yang akan menyertai kita sampai mati.

Maka, benarlah kata pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, sedang manusia mati meninggalkan karya; Karya untuk Tuhan dan sesama. Dengan menjadi garam dan terang dunia; kita dapat membuat dunia ini lebih baik.

Senin, 03 Maret 2008

Tampang setan

Sultan berkunjung ke kota tempat tinggal Nasrudin Hoya, pesohor setempat.

"Kata orang, kau adalah orang yang penuh pengetahuan, bersekutu dengan bala kegelapan, mempunyai kekuatan gaib dan mantra ajaib. Mereka bahkan mengatakan, bahwa kau mempunyai hubungan dengan setan itu sendiri!"

"Begitulah kata orang," jawab Nasrudin sambil mengangguk-angguk keheranan.

"Nah, katakan padaku, kalau kau masih menyayangi nyawamu," Gertak sultan, sedikit jengkel oleh tanggapan Nasrudin, "Bagaimana sebenarnya tampang setan itu?"

"Baiklah, Paduka yang mulia,' Jawab Nasrudin sambil tersenyum. Ia menyodorkan cermin kepada Sultan dan berkata, "Silahkan Paduka melihatnya sendiri."

First things first

Dalam menjalani hari-hari, kita selalu diperhadapkan pada banyak janji dan komitmen yang harus dipenuhi. Padahal, waktu dan daya kita terbatas. Dan, kerap kali kita sulit memilih, sebab semua aktivitas tampak penting. Namun ini harus dilakukan, karena jika gagal,kita akan menjadi stress dan merasa bersalah.

Berikut beberapa hal yang mesti kita perhatikan dalam menata prioritas:

God Is our number one priority!
Mari kita mengingat poin ini lewat ilustrasi 2 toples. Ada 2 toples yang persis sama. Satu berisi pasir lembut, satu lagiberisi batu-batu sebesar kepalan tangan. Pasir memnyimbolkan banyaknya akltivitas kita setiap hari. Ya, kegiatan kita sering tampak begitu banyak hingga sepertyi pasir. Adapun batu mewakili apa yang Allah ingin kita lakukan bersama-Nya; saat teduh, baca firman, dan berdoa. Apabila kita mengisi pasir itu kedalam toples yang berisi batu-batu besar, secara natural pasir itu akan mengisi ruang yang ada sedemikian rupa, hingga batu dan pasir bisa mengisi penuh toples tersebut. Namun coba lakukan hal sebaliknya. Pindahkan bebatuan ke toples berisi pasir. Bahkan mesti kita sudah menekannya, tak semua batu itu dapat masuk ke toples pasir. Berikan tempat yang terutama kepada Allah, maka kita akan memiliki kekuatan untuk melakukan semua aktivitas yang telah terencana.

Tuliskan semua aktivitas yang akan kita lakukan
Kita perlu menuliskan semua aktivitas dan memilih mana yang bisa dibuang, mana yang tidak. Salah satu metodenya adalah dengan menuliskan apa saja yang akan kita lakukan dalam satu bulan mendatang. Lalu diperinci setiap minggu, dan lebih detail lagi diperinci dalam aktivitas setiap hari. Dengan melihat daftar aktivitas ini, kita dapat memisahkan antara hal-hal yang HARUS kita lakukan dengan hal-hal yang INGIN kita kerjakan. Selain itu, kita juga dapat menilai apakah kegiatan kita sudha seimbang; antara studi atau pekerjaan, dengan kehidupan sosial kita (kegiatan bermasyarakat, istirahat, rekreasi).

Berani berkata tidak tanpa rasa bersalah
Tanpa disadari, kita kerap terjebak pada keinginan untuk melakukan lebih. Baik itu berupa kegiatan sosial, maupun pelayanan. Namun terkadang kita lupa bahwa untuk setiap komitmen, kita harus sedia memberikan diri, hati, tenaga, dan pikiran, yang mesti dibagi dengan komitmen-komitmen yang telah ada sebelumnya. Jadi, sebelum membuat komitmen baru atau janji, berpikirlah sekali lagi agar tak membuat orang lain kecewa, atau membuat diri sendiri kepayahan.

SELAMAT MENGISI HARI DENGAN ARTI

Oleh: Agustina Wijayani

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca