Senin, 24 Mei 2010

Aku Tidak Mengerti?

Pada suatu malam yang dingin dan bersalju di kota Chicago, seorang anak kecil sedang berusaha menjual koran di sebuah sudut jalan, di situ banyak orang-orang yang berlalu-lalang. Tetapi karena dia begitu kedinginan, dia tidak lagi berusaha menjual korannya.

Dia kemudian berjalan ke arah seorang polisi dan berkata, "Pak Polisi, Apakah Anda tahu tempat di mana anak laki-laki miskin dapat menemukan tempat yang hangat untuk tidur malam ini? Saya tidur di dalam kotak di sebuah lorong di sudut jalan ini dan di sana sangat dingin sekali malam ini. Pasti sangat menyenangkan bisa memiliki tempat yang hangat untuk tinggal."

Sejenak polisi itu menatap anak kecil itu dan berkata, "Pergilah ke rumah besar yang berwarna putih itu dan ketuklah pintunya. Ketika pemilik rumah keluar dari pintu, kamu hanya perlu mengucapkan Yohanes 3:16 dan dia pasti akan mengijinkanmu masuk ke dalam rumahnya."

Segera anak kecil itu pergi ke rumah yang dimaksud oleh pak polisi dan mengetuk pintu rumah itu. Ketika dia melihat seorang wanita membuka pintu, dia segera berkata, "Yohanes 3:16."

Dan wanita itu berkata, "Ayo, masuklah anak kecil."

Wanita itu membawanya dan mendudukkannya di sebuah kursi goyang di depan perapian tua yang besar pula kemudian wanita itu pergi.

Anak kecil itu duduk di sana sendirian untuk sementara waktu, dalam hatinya dia berpikir, "Yohanes 3:16, aku tidak mengerti, tetapi aku yakin itu yang membuat seorang anak kecil yang kedinginan menjadi hangat."

Sesaat kemudian wanita itu kembali dan bertanya kepadanya, "Apakah kamu lapar?"

Anak kecil itu menjawab, "Yah, aku sangat lapar. Aku belum makan beberapa hari dan aku kira aku dapat makan sedikit makanan."

Lalu wanita itu membawanya ke dapur dan mendudukannya di sebuah meja besar yang penuh dengan makanan lezat. Anak kecil itu segera makan dan makan sampai dia tidak bisa makan lagi.

Sejenak terlintas lagi dalam pikirannya, "Yohanes 3:16, aku semakin tidak mengerti, tapi jelas itu sudah membuat anak yang lapar menjadi kenyang."

Wanita itu lalu membawanya ke lantai atas ke sebuah kamar mandi. Anak kecil itu kemudian berendam dan mandi di dalam bathtub besar yang berisi air hangat.

Sementara dia berendam di dalam bathtub itu, dia berpikir, "Yohanes 3:16, aku semakin tidak mengerti, tapi jelas itu sudah membuat anak kecil yang kotor menjadi bersih. Aku tidak pernah memiliki kamar mandi seumur hidupku. Kamar mandi satu-satunya yang pernah aku miliki adalah sebuah hidran tua yang bocor."

Sesaat kemudian, wanita itu masuk dan memberinya baju kemudian membawanya ke sebuah kamar yang besar. Anak kecil itu dibaringkan di tempat tidur besar dan menaruh selimut di sekitar badan dan lehernya sebelum kemudian memberikan ciuman selamat malam dan mematikan lampu.

Ketika anak kecil itu berbaring di dalam kegelapan dan melihat keluar jendela, di luar salju turun dan dingin, dia berpikir dalam hatinya, "Yohanes 3:16, aku tidak mengerti, tapi jelas itu telah membuat anak kecil yang kelelahan dapat beristirahat."

Keesokan harinya wanita itu kembali membawanya ke meja besar yang sama dan penuh dengan makanan. Setelah dia selesai makan, wanita itu mengajaknya duduk di kursi goyang di depan perapian.

Wanita itu mengambil sebuah Alkitab tua yang besar sambil memandang ke arah anak kecil itu, dia bertanya, "Apakah kamu mengerti Yohanes 3:16?"

Anak kecil itu menjawab, "Tidak, Bu, saya tidak mengerti. Saat pertama kali saya mendengarnya adalah ketika seorang polisi memberitahu saya untuk mempergunakannya."

Kemudian wanita itu membuka Alkitab di Yohanes 3:16, dan ia mulai menjelaskan kepadanya tentang Yesus. Tepat di depan perapian tua yang besar, anak kecil itu memberikan hati dan hidupnya kepada Yesus. Anak kecil itu tetap duduk di situ dan berpikir, "Yohanes 3:16. Aku masih tidak mengerti, tapi yang jelas itu sudah membuat seorang anak yang hilang diselamatkan."

Anda mungkin juga tidak tahu, tidak mengerti dengan baik, bagaimana Allah telah bersedia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi Anda, dan bagaimana Yesus sudah mati di kayu salib untuk Anda. Anda mungkin tidak mengerti tetapi yang jelas itu telah membuat hidup Anda menjadi lebih berarti!

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca