Minggu, 02 Mei 2010

WONG DOKTOR KOK NUKANG

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kol. 3:23)

Sebuah Perumahan di Jokja sedang bangun gardu ronda. Yang menarik, para “buru bangunan” itu rata-rata bergelar S-1 dan bahkan “tukang batunya” bergelar S-3 lulusan Jepang. “wong doktor kok nukang (bergelar doktor kok jadi tukang batu),” komentar seorang warga sambil tersenyum. Gurauan itu dijawab pula oleh dosen itu dengan guyon pula, “Asal bayarnya besar nggak apa-apa”.

Pembaca terkasih, kita seringkali memisah-misahkan pekerjaan berdasarkan latar belakang seseorang. Kalau ada seorang dokter mejadi tukang cat, orang akan ribut. Kalau ada wanita jadi supir taxi, banyak orang membicarakannya. Padahal, di mata Tuhan, semua pekerjaan itu mulia, asal dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak hanya untuk manusia saja, tetapi terlebih untuk Tuhan.

Teladan yang mulia juga diberikan oleh Tuhan Yesus, si anak tukang kayu. Meski tidak secara eksplisit disebut dalam Alkitab, tetapi sebutan anak tukang kayu menjelaskan kepada kita bahwa Ia pun pribadi yang tidak asing dengan pekerjaan yang kasar. Dia adalah Tuhan, namun juga tukang kayu!

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda merasakan Anda salah memilih pekerjaan karena tidak cocok dengan status Anda? Jika ya, berdoalah kepada Tuhan. Mintalah petunjuk kepada-Nya apakah Anda memang ”the right man in the right place”? Jika yah, teruslah bekerja. Tuhan pasti memberkati Anda. (Xqp)

DOA: Tuhan terima kasih kalau saat ini Engkau masih berikan pekerjaan bagiku. Berikan kepadaku kekuatan untuk menjalankannya dengan sukacita.

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca