Kamis, 20 Mei 2010

Waktu Digendong Ayahku

Jhon Moorhouse, seorang pewarta Kabar Baik berkebangsaan Inggris pada abad ke 19, merasakan beban yang sangat berat dalam pelayanannya. Kemudian Tuhan mengingatkan Jhon akan perhatian-Nya.

Ketika suatu hari ia tiba di rumah, anak perempuannya, Minnie, yang kedua kakinya lumpuh, sedang duduk di kursi roda. Jhon akan membawakan sebuah bungkusan ke lantai atas untuk istrinya ketika anak itu menawarkan diri ikut membawakan. Kata Moorhouse, "Minnie sayang, bagaimana kamu bisa membawakan bungkusan ini? berjalan saja, kamu tidak bisa."

Dengan senyum mengembang di wajahnya, Minnie berkata, "Saya tahu, Ayah. Tetapi jika Ayah memberi saya bungkusan itu, saya akan memegangnya sementara Ayah menggendong saya."

Moorhouse melihat hal itu sebagai gambaran tentang hubungannya dengan Allah dan beban dalam pelayanannya yang sedang ia emban. Namun terpujilah Allah, ia dimampukan untuk terus maju dengan keyakinan karena mengetahui bahwa Tuhan sedang menggendongnya.

Allah yang maha kuasa yang menggendong bangsa Israel adalah Allah yang juga dapat menggendong kita. Sekalipun harus menyelesaikan tanggung jawab kita, kita mempunyai jaminan akan bantuan-Nya yang tidak akan pernah gagal. Kita tidak perlu tenggelam dalam beban yang berat.

Mintalah kepada sang Juruselamat untuk menggendong Anda. Dia akan membawakan beban Anda dan menggendong Anda..

Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 46:4 berkata, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai putih rambutmu. Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu
terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca