Kamis, 24 Mei 2012

Mangkir

Yunus 1:2-3
"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 139; 2 Korintus 12; 2 Samuel 5-6

Kita yang berkecimpung dalam dunia kerja, mengerti betul apa itu inspeksi mendadak. Biasanya pimpinan melakukan ‘sidak' pada hari pertama kerja setiap habis libur panjang. Mereka ingin memastikan apakah para karyawan yang dipimpinnya mangkir atau masuk kerja pada hari tersebut. Pertanyaannya biasanya kita akan masuk kelompok yang rajin atau yang mangkir di saat-saat itu?

Pengalaman mangkir pernah dilakukan Yunus, ribuan tahun lampau. Ia ditugasi untuk membawa berita pertobatan kepada bangsa Niniwe yang kejahatannya telah sampai ke telinga Tuhan. Alih-alih mentaati perintah Tuhan, Yunus malah memilih ngacir ke Tarsis dan melarikan diri dari tanggung jawab. Dia merasa anugerah Tuhan adalah barang mahal untuk diberikan kepada Niniwe sebagai bangsa kafir di hadapan Allah. Tetapi itu adalah pikirannya, sementara Allah memiliki pikiran lain. Dan karena tindakannya itu, ia menerima sebuah konsekuensi. Ia dibuang dari kapal dan ditelan seekor ikan besar.

Para profesional, bagaimana dengan kita? Apakah di tempat di mana Tuhan mempercayakan kita pekerjaan, apakah kita sudah menunjukkan sikap-sikap terbaik? Jangan sampai kebiasaan mangkir dari tanggung jawab melekat dalam diri kita, supaya konsekuensi yang berat tidak kita alami.

Pilihan saya, tanggung jawab saya akan membentuk masa depan saya.

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca