Jumat, 20 Agustus 2010

Brandon de Angelo dan Last Minute street crew

Siapa yang tidak kenal dengan Brandon de Angelo? salah satu finalis Indonesia Mencari Bakat (IMB), bocah cilik yang pintar menari hip hop. Kesuksesan Brandon di IMB ini secara tidak langsung juga mengangkat nama sebuah grop tari hip hop asal surabaya yang merupakan tempat Brandon berlatih selama ini yaitu Last Minute Street Crew. Salah satu penari utama Last minute Sammy memiliki andil besar dalam perjuangan Brandon di IMB. Sammy lah yang selama ini mendampingi sekaligus menjadi pelatih brandon di IMB.

Yang perlu kalian ketahui dari anak-anak Last Minute Street Crew ini adalah mereka anak-anak yang cinta Tuhan. Dalam setiap aksi panggung mereka membawa nama Jesus Christ, Keren bukan. Pembimbing Last minute Ferdinand Jonas pernah mengutarakan kekagetannya saat mereka tampil dalam salah satu perlombaan hip hop dance yang diliput oleh salah satu stasiun televisi, pada penampilan akhir mereka mengenakan jaket dan membalikan badan mereka, kemudian menunjuk punggung jaket mereka yang terdapat gambar salib. Mereka benar-benar luar biasa.

kalau kalian pernah melihat salah satu video gokil di blog ini
Click this link -> Video Anak Kristen
Pemain utama yang memerankan "ban seok" adalah salah satu dancer di last minute.


Berikut ini salah satu artikel mengenai Brandon De Angelo yang di ambil dari www.tabloidbintang.com.

SEKALI waktu, kami menyambangi tempat latihan kontestan Indonesia Mencari Bakat (IMB) di Studio 1 Trans TV. Pengin melihat saja bagaimana mereka di luar kemegahan dan ketegangan panggung IMB.


Bertepatan dengan kedatangan kami, Brandon (8), bocah laki-laki penari hip hop, kontestan asal Surabaya yang menggemaskan itu sedang kebagian jatah latihan.

Dengan iringan lagu milik Justin Bieber “Baby”, Brandon meliuk-liukkan tubuhnya dengan sangat atraktif. Memutar tubuh, melompat-lompat, lalu tiba-tiba menjatuhkan diri ke lantai. Uh, membuat kami sedikit ngilu.

Rasanya kekhawatiran kami berlebihan. Karena ayahnya, Budi Suwanto, tenang-tenang saja tuh. Dia malah asyik memberi semangat dan komando jarak jauh kepada Brandon. Brandon, yang sudah berlatih menari profesional sejak usia 5 tahun di sekolah tari The Last Minute, Surabaya, syukurlah, belum pernah cedera.

“Selama ini tidak pernah keseleo atau apa, saya juga tidak takut dia keseleo kok,” kata Budi.

“Saya sendiri tidak tahu triknya dia tidak pernah keseleo. Mungkin yang mengajar sudah memberi tahu dan melatih gerakan tari yang aman,” terangnya.

Mungkin, bakat bergoyang Brandon yang terendus sejak usia dini juga memengaruhi. Jadinya, tubuh bocah kelahiran Blitar, 10 November 2001 ini sudah lentur.

“Dari usia 3 tahun sudah goyang. Kita, kan bisa melihat ya, anak kecil itu ada yang goyangannya kaku atau lemas (lentur). Nah, dia termasuk yang lemas,” jelas Budi.

Brandon membenarkan. “Sering mendengarkan musik, dulu melihat Inul,” aku Brandon polos sambil kemudian menghalang-halangi ayahnya memperlihatkan kepada kami rekaman video tarian dangdut Brandon di handphone.

Kami penasaran, apakah bakat Brandon merupakan keturunan? Apalagi kami menyaksikan sendiri bagaimana Budi piawai memberi arahan menari kepada putra bungsunya itu.

Ternyata ayah dan ibunya gemar menari, walau tidak menekuni sampai ke jenjang profesional. “Saya suka menari, mamanya juga,” kata Budi.

Oleh karena itu, mendapati anak kedua mereka mahir bergoyang, mereka sepakat memasukkan Brandon ke sekolah tari sebagai bentuk dukungan. Di sekolah itu Brandon berlatih seminggu sekali dengan waktu latihan sekitar 2 sampai 3 jam. Hasilnya memuaskan. Masuk ke kelas elementary, tidak lama, Brandon melompat kelas.

“Ada job, dan Brandon diajak. Setelah itu, Brandon resmi masuk tim,” cerita pria berkulit putih ini bangga.

Selanjutnya, langkah Brandon di dunia tari semakin tidak terbendung. Usia muda, memiliki wajah yang imut dan menggemaskan. Gayanya pun supercool! Sebelum ikut IMB, ayahnya pernah mengikutsertakan Brandon di Gong Show.

Bocah yang sejak usia satu bulan sudah dibawa bepergian itu mulai terbiasa dengan panggung pertunjukan skala besar. Mulai terbangun cita-citanya menjadi penari skala internasional. “Aku pengin menari sampai ke luar negeri,” kata Brandon dengan logat Surabaya yang kental.

Mengetahui Trans TV menggelar IMB, Budi menawarkan Brandon untuk mendaftar. “Saya tanya kepada dia, mau ikut IMB, enggak? Dia bilang mau, ya saya mendukung. Teman-teman di sekolah menarinya juga mendukung,” kata Budi.

Sebagai kontestan termuda di panggung IMB, Brandon cukup bernyali. Hanya satu hal membuatnya gentar. “Penjurian,” ujar Brandon singkat. Mengenai alasannya, Brandon tidak tahu pasti. Hanya saja dia menyebutkan salah satu juri yang membuatnya agak senewen.

“Tante Sarah Sechan. Paling cerewet,” bocor bocah yang lebih menyukai Tantowi Yahya.

Selebihnya, Brandon sangat menikmati saat-saat tampil di panggung IMB. Karena bocah penyuka KFC ini senang mengetahui dirinya muncul di televisi! “Aku suka nonton lagi.”

Salah satu video terbaik Brandon di Indonesia mencari bakat
Video kolaborasi brandon dan Last minute di IMB

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca