Minggu, 01 Agustus 2010

Seberapa bahagiakah kita?

Kebahagiaan memang sulit diukur. Namun, menurut survey yang dilakukan oleh Organisasi Stratos, ada beberapa tanda yang bisa dijadikan ukuran orang yang berbahagia. Tanda - tanda itu antara lain berbentuk ketenangan dan kegembiraan yang terpancar dari raut wajah dan tingkah laku seseorang. Berdasarkan hal tersebut, Stratos melibatkan lebih dari 1000 responden untuk disurvei dan hasilnya adalah sebagai berikut :
- 8,05 % responden merasa sangat bahagia karena adanya kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
- 7,25 % merasa bahagia karena memiliki tubuh sehat.
- 7,48 % merasa bahagia karena memiliki keluarga yang harmonis.
- 6,72 % merasa bahagia karena memiliki pekerjaan.
- 6,49 % merasa bahagia karena gajinya.

Seberapa besar presentase kebahagiaan kita? Apakah yang menjadi penentu atau faktor yang membuat kita bahagia ?
Jika kebebasan menjalankan ibadah menjadi faktor penentu kebahagiaan, mungkin kita menjadi salah satu orang yang dalam tingkat kebahagiaan tertinggi dari hasil survey di atas. Ukuran orang percaya yang disebut berbahagia yaitu : orang tersebut takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya.Berbeda dengan pandangan dunia bahwa kebahagiaan adalah saat kita bebas, tanpa ikatan apapun.

Kebahagiaan adalah saat kita mau takut dan taat kepada Tuhan. Apa yang kita peroleh dari ketaatan itu jauh lebih berharga dari segala kebebasan yang ditawarkan dunia.

Bahagia = takut akan Tuhan + berjalan seturut jalan-Nya

" Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan- Nya. "
( Mazmur 128 : 1 )

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca