Selasa, 01 Maret 2011

Kini dan Selamanya

Yakobus 1:21
"Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 62; Markus 6; Bilangan 7-8

Kisah ini terjadi pada saat masa perang dunia kedua sedang bergulir dimana ada seorang tentara Amerika Serikat yang selamat meskipun telah ditembak oleh peluru musuh. Pria ini bukanlah seorang yang kebal peluru seperti layaknya pendekar Pitung di Indonesia. Ia tetap berdarah dan merasa kesakitan ketika sebutir peluru menembus dadanya. Namun, mengapa si prajurit tetap hidup adalah karena Alkitab Perjanjian Baru yang dibawa di saku bajunya jadi kecepatan peluru itu bisa diperlambat sehingga tidak langsung mengenai tubuhnya. Bertahun-tahun kemudian, orang ini masih menyimpan kitab yang terkena noda darah dengan lubang kasar di tengahnya. Ia percaya kitab itu telah menyelamatkan hidupnya.

Mungkin begitu kita mendengar atau membaca kisah ini, hati kita tertarik dengan apa yang diperbuat oleh sebuah buku kecil bernama Alkitab itu. Namun, sungguh menyedihkan bila kita hanya tertarik dengan pertolongan tubuh saja karena sebenarnya kitab berisi Firman Tuhan tersebut bisa memberikan pertolongan rohani.

Dalam kitab Yehezkiel 33, kita dapat membaca bagaimana bangsa Israel kuno merasa begitu terhibur dengan nubuatan pada nabi, tetapi mereka tidak menggunakannya untuk mengubah hidup. Mereka menyalahgunakan janji-janji Allah kepada Abraham untuk mendukung klaim mereka sendiri atas tanah (ayat 24). Mereka senang dengan nubuat nabi (ayat 30), namun Tuhan berfirman kepada Yehezkiel, "Mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya" (ayat 31). Hasilnya? Mereka menerima hukuman Allah.

Demikian pula sekarang, firman Allah tidak untuk dipuja-puja sebagai pembawa keberuntungan atau untuk meringankan beban pikiran dengan membawa kelegaan sementara dari kecemasan. Firman diberikan untuk dilaksanakan sehingga bantuan-Nya tidak hanya berlaku untuk kehidupan sekarang ini, tetapi juga untuk selamanya.

Kita belum benar-benar memahami Firman sebelum kita melakukannya.

Renungan terkait
* Firman Tuhan yg hidup
* Memperkatakan firman dengan iman
* Perhatikan domba ku dan firman ku
* Jangan termenung
* Iman dan penyembuhan


Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca