Jumat, 14 Agustus 2009

Ketika Ditangkap Tuhan

Yohanes 21: 15-19 - Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku."* Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: /"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"* Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku."* Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: /"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"* Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /"Apakah engkau mengasihi Aku?"* Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku.* Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: /"Ikutlah Aku.

Seorang pemuda, sebut saja namanya Surtep, adalah pemuda yang saleh. Dia lahir, dibesarkan dan dididik di keluarga yagn belum menerima Yesus. Dalam hal sembahyang, tidak ada yang meragukan. Bahkan, sembahyang di tengah malam pun sudah menjadi bagian hidupnya. Tetapi, justru pada saat itulah Tuhan “menangkapnya” . Ditengah malam, saat sembahyang, tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya. Orang tersebut memakai jubah panjang. Cahaya terang yang memancar dari bagian muka membuat muka orang tersebut tidak kelihatan. Seakan tak percaya, Surtep sempat berdialog dengan orang tersebut. Dikemudian hari, Surtep baru sadar bahwa orang tersebut adalah Yesus. Ini terlihat dari kalimat terakhir yang diucapkanNya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Surtep pun memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Setelah beberapa bulan, ternyata Surtep tidak tahan menghadapi banyaknya masalah dan tantangan sebagai pengikut Kristus. Surtep berdoa, “Tuhan, saya tidak kuat menghadapinya. Saya memutuskan untuk meninggalkan Engkau.” Setelah memutuskan untuk kembali kehidupan lama, masalah tidak berkurang, justru semakin bertambah. Masalah yang baru ini adalah sakit-penyakit. Ada tiga penyakit yang diderita Surtep, yaitu gatal-gatal di seluruh tubuh, pilek yang parah sehingga mengganggu pernafasannya dan sakit kepala yang parah. Penyakit yang ketiga ini membuat Surtep tidak bisa bangun dari tempat tidurnya dan memaksanya untuk keluar dari tempat dia bekerja. Surtep sangat tersiksa, tetapi justru kondisi seperti ini yang membawa Surtep untuk kembali kepada Yesus. Suatu hari, dengan digendong, Surtep dibawa ke gereja dan di gereja itu Surtep mengalami mujizat kesembuhan ilahi. Setelah sembuh Surtep memutuskan untuk turut melayani, khususnya di Komisi Pemuda. Surtep juga mengikuti pendidikan teologia. Dalam mimpi, seorang hamba Tuhan yang tidak suka dengan Surtep mendengar Yesus berkata, “Jangan apa-apakan dia, sebab dia anakKu.” Disamping itu, hamba Tuhan ini melihat Surtep membawa tongkat gembala dan inilah yang terus menjadi pergumulan Surtep.

Sampai disini ternyata Surtep belum tahan uji. Dia kalah oleh desakan orang tuanya untuk menikah dengan orang yang belum percaya. Tetapi, Roh Kudus selalu membisikkan kata-kata supaya Surtep kembali kepada Yesus. Surtep masih mengeraskan hati. Hingga suatu saat Yesus datang kepada istrinya melalui mimpi. “Jangan tahan dia, dia anakKu,” kata Yesus. Mula-mula istrinya menolak, tetapi lama-lama dia mengerti.

Satu pelajaran penting disini adalah ketika Tuhan sudah “menangkap” atau memanggil kita, tak seorangpun dapat lari dari tanganNya.

DOA: Bapa, aku bersyukur karena Engkau tidak membiarkanku lari dari hadapanMu. Saat ini aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepadaMu. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menangkap kembali roang yang meninggalkanNya.
Sumber : Manna surgawi

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca