Kamis, 06 Agustus 2009

Berkat-Nya atau Pribadi-Nya

Seorang ayah setiap pulang dari luar kota , atau berpergian dari jauh, sering membawakan hadiah berupa mainan kepada anaknya yang masih kecil. Dia ingin melalui pemberian tersebut, anaknya akan dekat dengannya. Itulah cara yang paling sederhana dilakukannya untuk melepas kangen. Namun, ada waktunya ia cukup sedih ketika mainan yang ia berikan tersebut justru menjauhkan ia dari anaknya. Ternyata anaknya sekarang justru lebih asyik dengan mainan yang dia berikan, daripada dengan dia yang memberikan mainan tersebut.

Terkadang itu juga merupakan gambaran kita dengan Tuhan. Begitu sering Tuhan memberkati kita dan memberikan yang terbaik kepada kita dengan tujuan agar kita dekat dengan DIA. Nyatanya yang terjadi tidak seperti itu, kita sekarang lebih asyik dengan berkat yang DIA berikan sehingga kita hampir-hampir tidak memiliki waktu untuk Sang Pemberi berkat. Jika kita yang adalah bapa di dunia saja pasti kecewa melihat reaksi anak kita yang seperti itu, demikian juga hati Bapa ketika melihat berkat yang Dia beri justru menjauhkan kita dari-Nya.

Orang tua pasti akan lebih kecewa lagi jika ternyata anaknya tidak pernah kangen dengan dia, tapi “kangen” dengan mainan atau oleh-oleh yang dibawaya. Demikian juga kita bisa membayangkan hati Bapa di Surga saat kita tidak pernah merindukan Pribadi-Nya, tapi hanya merindukan berkat-berkat- Nya.

Sesungguhnya tidak ada yang paling menyenangkan Tuhan di saat kita selalu rindu untuk berjumpa, bersekutu dan menjalin keintiman dengan-Nya.

Jadilah anak Tuhan Yang dewasa yang merindukan pribadi-Nya lebih dari berkat-berkatnya.

" Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang."
( Yohanes 6 : 26 )

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Kita dekat dengan Pribadi-Nya pasti kita dapat berkatNya...Kita dekat dengan BerkatNya belum pasti kita dapat PribadiNya...

Anonim mengatakan...

amin...berharap kita semua dapat lebih dekat dengan pribadinya dari apapun juga......

Anonim mengatakan...

Kiranya qt bisa lebih dekat dengan pribadinya., sehingga qt bisa memperoleh berkat2 yg di janjikannya kepada setiap hambanya,., Amen.,

Anonim mengatakan...

Praise The Lord...
Hubungan pribadi yang intim dengan Dia itulah yang diinginkan oleh Allah Bapa kita.
Dan semoga qt yang jadi anakNya gak jd anak yang "gak tau diri" yang lupa dengan Bapa qt.

Anonim mengatakan...

Ingin bisa merasakan kedekatan dgn bapa-ku,merindukannya seperti aku selalu merindukan perkenanan dan hadirat BAPA di bumi sperti di surga

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca