Senin, 03 Agustus 2009

Uang Logam yang Tak Berharga

Pandanglah burung-burung di langit yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? – Mat. 6:26

Dulu, orang sering memungut uang logam yang jatuh. Tetapi sekarang, sekeping uang logam tidak lagi berharga. Kita jarang melihat orang memungut koin. Pemerintah mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk membuatnya daripada nilai uang itu sendiri. Lagi pula, saat ini hampir tidak ada lagi barang yang dapat kita beli hanya dengan koin.

Baru-baru ini, sepulang dari gereja, aku menemukan sebuah koin di areal parkir. Aku mengambil koin itu dan memperhatikannya dengan saksama. Koin itu bengkok, cacat dan sangat jelek.

Saat ini, aku menyimpan koin itu di dalam gelas perjamuan. Koin itu mengingatkanku tentang betapa sering dunia melihatku sebagai seorang yang bengkok, cacat, jelek dan tidak berguna. Dunia tidak mempedulikanku sama sekali. Gelas perjamuan itu mengingatkanku bahwa hanya ada Satu Pribadi didalam hidup yang melihat nilaiku dan mau mempedulikanku. Yesus tidak hanya melihat diriku; Ia mati bagiku. Aku berharga!

Saat kita merasa tidak berharga dan jelek, kita dapat mengingat Pencipta yang Agung. Ia memperhatikan, memberikan waktu, dan menjangkau hidup kita.

Doa: Ya Allah, terima kasih karena Engkau mengasihi kami. Bukalah mata kami untuk melihat orang lain yang merasa tidak berharga dalam perjalanan hidup kami. Berikan kami kasih seperti Engkau telah mengasihi kami. Amin.

Pokok Pikiran: Saat kita terus-menerus mengasihi, kita menjadi serupa dengan Allah.

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca